Terima Kasih Jabar 2016, Selamat Datang PON XX/2020 di Papua

Kamis, 29 September 2016 - 20:27 WIB
Terima Kasih Jabar 2016,...
Terima Kasih Jabar 2016, Selamat Datang PON XX/2020 di Papua
A A A
BANDUNG - Pekan Olah raga Nasional (PON) XIX/2016 Jawa Barat telah resmi ditutup oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla, Kamis (29/9/2016) malam WIB. Setelah dianggap sukses, gelaran serupa bakal digelar di Papua, 2020 mendatang.

Upacara penutupan PON Jabar 2016 tak hanya berisi pesta kembang api, namun seluruh kontingen dan tamu yang memadati Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Bandung, juga diajak mengheningkan cipta untuk korban bencana longsor dan banjir di Garut dan Sumedang. (Baca juga: Sumedang Diterjang Longsor dan Banjir)

"Dalam syukuran kita malam ini, kita juga menyampaikan duka yang dalam dan doa kepada warga kita, saudara-saudara kita yang menjadi korban dalam bencana alam di seluruh negeri ini, khususnya yang terjadi beberapa hari lalu di Jabar, khususnya di Garut," kata Jusuf Kalla.

Selain Jusuf Kalla, acara penutupan PON Jabar 2016 juga dihadiri Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi, Ketua Komite Olah raga Nasional Indonesia (KONI) Tono Suratman, dan Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan. Upacara yang disiarkan langsung MNC TV itu juga menyuguhkan hiburan, salah satunya penampilan penyanyi Rossa diiringi 100 orang penari dari Batavia Dancer.


Selama gelaran PON XIX/2016 , tuan rumah Jawa Barat berhasil merebut gelar juara umum dengan koleksi 531 medali, 217 diantaranya medali emas, 157 perak dan 157 perunggu. Sementara itu Jawa Timur menjadi runner up dengan 132 emas, 138 perak dan 134 perunggu. (Baca juga: Daftar Medali PON XIX/2016 Hari Terakhir, Kamis (29/9/2016))

Selama PON XIX/2016 berlangsung, sejumlah catatan atau rekor berhasil dipecahkan, diantaranya jumlah 200 medali emas yang untuk kali pertama dalam sejarah, berhasil diborong oleh satu kontingen yakni Jawa Barat. Rekor individu pun berhasil terpecahkan, misalnya ketika Fitriani menyapu bersih 10 pertandingan bulu tangkis di nomor beregu dan perorangan.

Meski begitu, sejumlah pekerjaan rumah perlu diselesaikan untuk menciptakan iklim olah raga yang lebih sehat. Misalnya fenomena atlet pindah daerah yang menjadi sorotan di media massa selama PON 2016, kemudian masih ditemukannya bentrok antar-suporter selama gelaran PON XIX/2016.

(bbk)
Berita Terkait
Dua Finalis PON XIX...
Dua Finalis PON XIX Jawa Barat dan Maluku Utara Bertemu di Group B
MNCTV Persembahkan Pertunjukan...
MNCTV Persembahkan Pertunjukan Spektakuler Kilau Raya MNCTV 29
Persiapan HUT MNCTV
Persiapan HUT MNCTV
5 Fakta Unik PON XX...
5 Fakta Unik PON XX Papua 2021, dari Keamanan hingga Noken
7 Arena PON XX Papua...
7 Arena PON XX Papua 2021 yang Diresmikan Presiden Jokowi
Memalukan! Muktamar...
Memalukan! Muktamar XIX Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah di Kendari Ricuh
Berita Terkini
Keluarga Peter Crouch...
Keluarga Peter Crouch Cerita Susahnya Masuk AS saat Piala Dunia 2026
1 jam yang lalu
Polygon Beri Beasiswa...
Polygon Beri Beasiswa Juara BMX Usia Dini
2 jam yang lalu
Ketum dan Bendahara...
Ketum dan Bendahara Federasi Sepak Bola Argentina Ditangkap FBI?
3 jam yang lalu
10 Pemain Tercepat di...
10 Pemain Tercepat di Piala Dunia 2026: Mbappe Top Sprinter Kalahkan Haaland
4 jam yang lalu
Timnas Putri Indonesia...
Timnas Putri Indonesia Juara Piala AFF 2026 usai Sikat Laos 5-0
12 jam yang lalu
ASEAN Hyundai Cup 2026...
ASEAN Hyundai Cup 2026 Tayang di VISION+: Simak Jadwal Pertandingan Minggu Ini!
19 jam yang lalu
Infografis
10 Pemain Bintang yang...
10 Pemain Bintang yang Absen di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved