Singapura Tetap Enjoy Walau Bukan Unggulan
Rabu, 16 November 2016 - 20:26 WIB
Singapura Tetap Enjoy Walau Bukan Unggulan
A
A
A
BOCAUSE - Tergabung di Grup A yang dianggap paling sulit tidak membuat Singapura gentar. The Lions tetap optimistis dapat menjuarai Piala AFF 2016. Negeri Singa tidak peduli walau bukan berstatus unggulan.
Singapura perlu berjuang keras jika ingin melewati Grup A. Agar bisa menembus semifinal, armada Varadaraju Sundramoorthy harus bersaing dengan Filipina selaku salah satu tuan rumah, kemudian Thailand dan Indonesia.
Mengingat hanya dua besar yang bakal melaju, sulit bagi Singapura untuk bisa bicara banyak. Sudah pasti Filipina jadi salah satu favorit yang lolos. Thailand selaku juara bertahan diyakini pula akan melenggang. Dan, Indonesia juga tidak bisa dianggap remeh.
Meski demikian, Singapura tidak merasa takut. Bek veteran Baihakki Khaizan menegaskan pihaknya siap berlumuran darah agar kembali jadi yang terbaik. Singapura berharap bisa menguasai lagi turnamen se Asia Tenggara itu seperti pada 2012.
“Kami sudah siap secara mental. Kami tidak takut meneteskan darah jika memang diperlukan. Lawan boleh meremehkan kami. Tapi, saya tidak peduli,” ucap Baihakki, dilansir skysport.
Singapura tidak lagi ditakuti akibat hasil buruk diperhelatan sebelumnya. Setelah jadi juara pada 2012, Singapura malah tidak lolos ke babak gugur di edisi 2014. Saat itu Singapura tidak mampu mengimbangi Thailand dan Malaysia.
Tapi, menurut Baihakki itu yang justru jadi keuntungan Singapura. Status bukan unggulan bisa mengurangi beban pemain. Ini bisa membantu saat melakoni laga pembuka kontra Filipina, 19 November nanti.
Komentar Baihakki diamini Daniel Bennett. Bek berumur 38 tahun itu menilai Singapura punya kemampuan mengandaskan favorit juara seperti Thailand dan Filipina. “Ini adalah grup dimana setiap peserta punya kans melaju. Saya tidak yakin Thailand bisa memenangi seluruh laga,” cetusnya.
Singapura perlu berjuang keras jika ingin melewati Grup A. Agar bisa menembus semifinal, armada Varadaraju Sundramoorthy harus bersaing dengan Filipina selaku salah satu tuan rumah, kemudian Thailand dan Indonesia.
Mengingat hanya dua besar yang bakal melaju, sulit bagi Singapura untuk bisa bicara banyak. Sudah pasti Filipina jadi salah satu favorit yang lolos. Thailand selaku juara bertahan diyakini pula akan melenggang. Dan, Indonesia juga tidak bisa dianggap remeh.
Meski demikian, Singapura tidak merasa takut. Bek veteran Baihakki Khaizan menegaskan pihaknya siap berlumuran darah agar kembali jadi yang terbaik. Singapura berharap bisa menguasai lagi turnamen se Asia Tenggara itu seperti pada 2012.
“Kami sudah siap secara mental. Kami tidak takut meneteskan darah jika memang diperlukan. Lawan boleh meremehkan kami. Tapi, saya tidak peduli,” ucap Baihakki, dilansir skysport.
Singapura tidak lagi ditakuti akibat hasil buruk diperhelatan sebelumnya. Setelah jadi juara pada 2012, Singapura malah tidak lolos ke babak gugur di edisi 2014. Saat itu Singapura tidak mampu mengimbangi Thailand dan Malaysia.
Tapi, menurut Baihakki itu yang justru jadi keuntungan Singapura. Status bukan unggulan bisa mengurangi beban pemain. Ini bisa membantu saat melakoni laga pembuka kontra Filipina, 19 November nanti.
Komentar Baihakki diamini Daniel Bennett. Bek berumur 38 tahun itu menilai Singapura punya kemampuan mengandaskan favorit juara seperti Thailand dan Filipina. “Ini adalah grup dimana setiap peserta punya kans melaju. Saya tidak yakin Thailand bisa memenangi seluruh laga,” cetusnya.
(mir)