Selain Vietnam, Cuaca Juga Jadi Musuh Malaysia
Rabu, 23 November 2016 - 12:14 WIB
Selain Vietnam, Cuaca Juga Jadi Musuh Malaysia
A
A
A
YANGON - Pelatih Malaysia, Ong Kim Swee mengakui laga kedua Grup B Piala AFF terbilang berat. Selain Vietnam yang akan dihadapi, cuaca juga sedikit berpengaruh pada penampilan anak asuhnya.
Pertemuan antara Malaysia kontra Vietnam di Stadion Thuwunna, Yangon, Myanmar, Rabu (23/11/2016), terbilang partai penting. Kemenangan yang bisa mengantarkan di antara kedua tim lolos ke semifinal.
Di laga pertama, Malaysia sukses menghempaskan Kamboja dengan skor 3-2. Sedangkan Vietnam mempermalukan tuan rumah Myanmar 2-1.
Belajar dari pengalaman pertandingan pertama, Kim Swee menuturkan sangat berat bermain pada pukul 15.00 waktu setempat. Ketika itu suhu udara tercatat 40 derajat.
"Cuaca benar-bernar berpengaruh dalam pertandingan. Terik matahari sepertinya tepat di bawah kulit Anda," ucapnya seperti dikutip Espnfc.
"Jadi, kami cepat beradaptasi dengan cuaca dibandingkan Vietnam. Kami mempunyai keuntungan sedikit dibandingkan Vietnam," lanjut Kim Swee.
Malaysia memang sudah mempunyai pengalaman di laga perdana main di partai pertama. Sementara Vietnam belum pernah merasakan bermain di terik matahari mengingat mereka bermain di malam hari.
Mengenai pola permainan calon lawan, Kim Swee mengatakan jelas kualitas Vietnam dan Kamboja berbeda. "Vietnam punya kekuatan yang sama di semua lini dan itu jadi perhatian kami. Mereka punya keseimbangan yang bagus dengan perpaduan antara kecepatan dan ketrampilan para pemain."
Para pemain Vietnam sendiri juga berjuang mengantisipasi cuaca dalam latihan. "Tidak mudah bermain pada pukul 3 sore. Tapi kami telah menjadwalkan untuk beradaptasi. Kami juga telah mempersiapkan soal mental dan psikologi untuk menghadapi segala kesulitan ini," terang pelatih Vietnam, Nguyen Huu Thang.
Pertemuan antara Malaysia kontra Vietnam di Stadion Thuwunna, Yangon, Myanmar, Rabu (23/11/2016), terbilang partai penting. Kemenangan yang bisa mengantarkan di antara kedua tim lolos ke semifinal.
Di laga pertama, Malaysia sukses menghempaskan Kamboja dengan skor 3-2. Sedangkan Vietnam mempermalukan tuan rumah Myanmar 2-1.
Belajar dari pengalaman pertandingan pertama, Kim Swee menuturkan sangat berat bermain pada pukul 15.00 waktu setempat. Ketika itu suhu udara tercatat 40 derajat.
"Cuaca benar-bernar berpengaruh dalam pertandingan. Terik matahari sepertinya tepat di bawah kulit Anda," ucapnya seperti dikutip Espnfc.
"Jadi, kami cepat beradaptasi dengan cuaca dibandingkan Vietnam. Kami mempunyai keuntungan sedikit dibandingkan Vietnam," lanjut Kim Swee.
Malaysia memang sudah mempunyai pengalaman di laga perdana main di partai pertama. Sementara Vietnam belum pernah merasakan bermain di terik matahari mengingat mereka bermain di malam hari.
Mengenai pola permainan calon lawan, Kim Swee mengatakan jelas kualitas Vietnam dan Kamboja berbeda. "Vietnam punya kekuatan yang sama di semua lini dan itu jadi perhatian kami. Mereka punya keseimbangan yang bagus dengan perpaduan antara kecepatan dan ketrampilan para pemain."
Para pemain Vietnam sendiri juga berjuang mengantisipasi cuaca dalam latihan. "Tidak mudah bermain pada pukul 3 sore. Tapi kami telah menjadwalkan untuk beradaptasi. Kami juga telah mempersiapkan soal mental dan psikologi untuk menghadapi segala kesulitan ini," terang pelatih Vietnam, Nguyen Huu Thang.
(bbk)