Terus Lancarkan 'Perang', Pelatih Thailand Bikin Indonesia Mabuk Kepayang
Senin, 12 Desember 2016 - 15:33 WIB
Terus Lancarkan 'Perang', Pelatih Thailand Bikin Indonesia Mabuk Kepayang
A
A
A
SENTUL - Setelah beberapa hari yang lalu sempat memuji dan membeberkan beberapa keunggulan Timnas Indonesia. Dua hari jelang leg I final Piala AFF 2016 di Stadion Pakansari, Cibinong, Bogor, Rabu (14/12/2016). Pelatih Timnas Thailand Kiatisuk Senamuang, kembali melancarkan perang urat syaraf.
Ya, walau sempat mengalahkan Timnas Indonesia dengan skor 4-2 di babak penyisihan grup Piala AFF 2016. Timnas Thailand sepertinya masih memiliki ketakutan tersendiri saat kembali menghadapi skuat Garuda di partai puncak.
Buktinya, pelatih Timnas Thailand Kiatisuk Senamuang, terus melancarkan perang urat syaraf berbentuk pujian jelang bentrok pertama final di kandang Indonesia. Tujuannya tentu saja, agar membuat pasukan besutan Alfred Riedl mabuk kepayang dengan pujian-pujian tersebut, yang pada akhirnya bisa melemahkan konsentrasi Andik Vermanshay dkk saat berlaga.
Di sisi lain, Kiatisuk justru bersikap rendah hati dalam komentarnya terhadap skuatnya sendiri. Timnas Indonesia tentunya mesti hati-hati dengan lontaran pujian dari Thailand. “Jika Indonesia tidak bagus, mereka tak mungkin lolos ke final. Kami harus melakukan persiapan yang bagus. Sekarang kami sudah mendapatkan informasi lengkap tentang starting eleven, pemain pengganti, dan taktik mereka,” papar Kiatisuk seperti dilaporkan The Nation.
“Hal paling sulit bagi kami adalah bermain tandang lebih dulu. Di fase grup, mereka mencetak dua gol ke gawang kami. Itu artinya mereka tahu bagaimana menyerang kami. Mereka juga punya pertahanan yang bagus, dan dua bek tengah mereka turut membantu serangan, begitu juga dengan kedua sayap. Di depan, mereka menyatu. Kami harus punya rencana yang matang,” imbuhnya.
Sedang yang terbaru, Kiatisuk terus mengeksplorasi setiap sektor Timnas Indonesia. “Kelemahan mereka (Indonesia) mungkin pada kondisi fisik. Mereka sedang kelelahan, karena bermain selama 120 menit saat melawan Vietnam di semifinal," ujar pelatih 43 tahun itu di situs resmi Asosiasi Sepak Bola Thailand (FAT).
Meski melakukan pergantian pemain, mayoritas pemain inti Indonesia tetap bermain hingga duel yang diakhiri dengan babak perpanjangan waktu itu usai. Para pemain yang jadi starter ketika melawan Vietnam, diprediksi juga turun sejak menit awal saat menjamu Thailand, Rabu (14/12/2016).
"Kelebihan mereka (Indonesia), ada pada kecepatan. Baik sektor sayap kanan dan kiri dan juga striker nomor tujuh (Boaz Solossa). Bek mereka juga sigap," kata Kiatisuk yang bisa jadi bakal memberi pengawalan ekstra terhadap Boaz, sebagai kekuatan vital lini depan skuat Garuda.
Ya, walau sempat mengalahkan Timnas Indonesia dengan skor 4-2 di babak penyisihan grup Piala AFF 2016. Timnas Thailand sepertinya masih memiliki ketakutan tersendiri saat kembali menghadapi skuat Garuda di partai puncak.
Buktinya, pelatih Timnas Thailand Kiatisuk Senamuang, terus melancarkan perang urat syaraf berbentuk pujian jelang bentrok pertama final di kandang Indonesia. Tujuannya tentu saja, agar membuat pasukan besutan Alfred Riedl mabuk kepayang dengan pujian-pujian tersebut, yang pada akhirnya bisa melemahkan konsentrasi Andik Vermanshay dkk saat berlaga.
Di sisi lain, Kiatisuk justru bersikap rendah hati dalam komentarnya terhadap skuatnya sendiri. Timnas Indonesia tentunya mesti hati-hati dengan lontaran pujian dari Thailand. “Jika Indonesia tidak bagus, mereka tak mungkin lolos ke final. Kami harus melakukan persiapan yang bagus. Sekarang kami sudah mendapatkan informasi lengkap tentang starting eleven, pemain pengganti, dan taktik mereka,” papar Kiatisuk seperti dilaporkan The Nation.
“Hal paling sulit bagi kami adalah bermain tandang lebih dulu. Di fase grup, mereka mencetak dua gol ke gawang kami. Itu artinya mereka tahu bagaimana menyerang kami. Mereka juga punya pertahanan yang bagus, dan dua bek tengah mereka turut membantu serangan, begitu juga dengan kedua sayap. Di depan, mereka menyatu. Kami harus punya rencana yang matang,” imbuhnya.
Sedang yang terbaru, Kiatisuk terus mengeksplorasi setiap sektor Timnas Indonesia. “Kelemahan mereka (Indonesia) mungkin pada kondisi fisik. Mereka sedang kelelahan, karena bermain selama 120 menit saat melawan Vietnam di semifinal," ujar pelatih 43 tahun itu di situs resmi Asosiasi Sepak Bola Thailand (FAT).
Meski melakukan pergantian pemain, mayoritas pemain inti Indonesia tetap bermain hingga duel yang diakhiri dengan babak perpanjangan waktu itu usai. Para pemain yang jadi starter ketika melawan Vietnam, diprediksi juga turun sejak menit awal saat menjamu Thailand, Rabu (14/12/2016).
"Kelebihan mereka (Indonesia), ada pada kecepatan. Baik sektor sayap kanan dan kiri dan juga striker nomor tujuh (Boaz Solossa). Bek mereka juga sigap," kata Kiatisuk yang bisa jadi bakal memberi pengawalan ekstra terhadap Boaz, sebagai kekuatan vital lini depan skuat Garuda.
(sbn)