Gol Thailand Bukti Indonesia Lemah di Sektor Kiri
Rabu, 14 Desember 2016 - 23:35 WIB
Gol Thailand Bukti Indonesia Lemah di Sektor Kiri
A
A
A
CIBINONG - Indonesia mengemas kemenangan 2-1 atas Thailand pada leg pertama final Piala AFF 2016 di Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor, Rabu (14/12/2016). Namun, perjuangan Indonesia belum usai karena masih ada leg kedua di Rajamangala Stadium, Bangkok, Sabtu (17/12/2016).
Indonesia tertinggal lebih dulu dari Thailand. Tandukan Teerasil Dangda pada menit ke-33 merobek gawang Kurnia Meiga, dan membuat pendukung tuan rumah terdiam. Tapi, dua gol balasan bisa dicetak Indonesia di babak kedua. Rizky Pora dan Hansamu Yama mencetak gol di menit ke-65 dan 70 untuk memastikan kemenangan skuat Garuda.
Kemenangan memang memuaskan puluhan ribu suporter Indonesia yang memadati tribun Stadion Pakansari. Tapi masih ada pekerjaan rumah yang besar, yakni menahan gempuran Thailand di leg kedua. (Baca juga: Alfred Riedl Yakin Timnas Indonesia Bisa Lewati Thailand)
Terlebih, The War Elephant -julukan Thailand- membawa modal gol tandang. Apabila mereka menang 1-0 saja di Bangkok, sudah tentu trofi juara bakal jatuh ke tangan mereka.
Pembenahan sudah tentu mesti dilakukan Indonesia. Asisten pelatih Wolfgang Pikal, mengatakan secara khusus, tim pelatih belum merancang perubahan skuat untuk leg kedua, tapi 'penyakit' di leg pertama sudah diidentifikasi.
"Saya belum berani bicara, tapi jelas kita kurang pressing di sektor kiri, marking-nya kurang. Kalau kebobolan berarti ada masalah. Nanti kami pelajari lewat video," ucap Pikal saat ditemui di mixed zone.
Kekuatan utama Indonesia bakal berkurang di leg dua menyusul cedera Andik Vermansyah. Pemain Selangor FC itu ditarik di babak pertama dan diganti Zulham Zamrun. Kemungkinan, Andik tidak bakal diturunkan di leg kedua nanti. Pikal menegaskan, kondisi pemain yang beroperasi di sayap kanan itu baru akan diketahui besok. (Baca juga: Alfred Riedl Ragu Andik Bisa Tampil di Kandang Thailand).
"Kami sedang lihat, kelihatannya dia cedera parah. Hari ini tim medis langsung bawa dia untuk MRI, mudah-mudahan dia bisa main," terangnya.
Indonesia tertinggal lebih dulu dari Thailand. Tandukan Teerasil Dangda pada menit ke-33 merobek gawang Kurnia Meiga, dan membuat pendukung tuan rumah terdiam. Tapi, dua gol balasan bisa dicetak Indonesia di babak kedua. Rizky Pora dan Hansamu Yama mencetak gol di menit ke-65 dan 70 untuk memastikan kemenangan skuat Garuda.
Kemenangan memang memuaskan puluhan ribu suporter Indonesia yang memadati tribun Stadion Pakansari. Tapi masih ada pekerjaan rumah yang besar, yakni menahan gempuran Thailand di leg kedua. (Baca juga: Alfred Riedl Yakin Timnas Indonesia Bisa Lewati Thailand)
Terlebih, The War Elephant -julukan Thailand- membawa modal gol tandang. Apabila mereka menang 1-0 saja di Bangkok, sudah tentu trofi juara bakal jatuh ke tangan mereka.
Pembenahan sudah tentu mesti dilakukan Indonesia. Asisten pelatih Wolfgang Pikal, mengatakan secara khusus, tim pelatih belum merancang perubahan skuat untuk leg kedua, tapi 'penyakit' di leg pertama sudah diidentifikasi.
"Saya belum berani bicara, tapi jelas kita kurang pressing di sektor kiri, marking-nya kurang. Kalau kebobolan berarti ada masalah. Nanti kami pelajari lewat video," ucap Pikal saat ditemui di mixed zone.
Kekuatan utama Indonesia bakal berkurang di leg dua menyusul cedera Andik Vermansyah. Pemain Selangor FC itu ditarik di babak pertama dan diganti Zulham Zamrun. Kemungkinan, Andik tidak bakal diturunkan di leg kedua nanti. Pikal menegaskan, kondisi pemain yang beroperasi di sayap kanan itu baru akan diketahui besok. (Baca juga: Alfred Riedl Ragu Andik Bisa Tampil di Kandang Thailand).
"Kami sedang lihat, kelihatannya dia cedera parah. Hari ini tim medis langsung bawa dia untuk MRI, mudah-mudahan dia bisa main," terangnya.
(sha)