Buru-buru dan Kurang Kontrol Jadi Penyebab Praveen/Debby Tersingkir
Sabtu, 17 Desember 2016 - 18:51 WIB
Buru-buru dan Kurang Kontrol Jadi Penyebab Praveen/Debby Tersingkir
A
A
A
DUBAI - Indonesia dipastikan pulang tanpa gelar dari ajang BWF Super Series Final 2016 di Dubai. Satu-satunya wakil Merah Putih di semifinal, Praveen Jordan/Debby Susanto, disingkirkan pasangan Inggris Chris Adcock/Gabrielle Adcock di Hamdan Sports Complex, Dubai, Sabtu (17/12/2016)
Praveen/Debby menyerah setelah bertarung hingga rubber game. Sempat tertinggal 19-21 pada gim pertama dan menyamakan kedudukan lewat kemenangan 21-17 di gim kedua, ganda campuran Indonesia takluk di gim penentuan dengan skor 9-21.
Kekalahan ini melanjutkan rapor negatif Praveen/Debby tak pernah menang atas pasangan suami istri asal Inggris. Untuk kali kelima keduanya disingkirkan pasangan Adcock di semifinal BWF Super Series Final. (Baca Juga: Pasutri Inggris Bikin Indonesia Hampa Gelar)
Selepas pertandingan, Debby mengungkapkan penyebab kekalahannya. Diakui bersama Praveen, penampilan mereka memang kurang bagus.
"Di gim pertama pas poin-poin terakhir, beberapa kali bola di atas kepala Jordan luput. Kami terlalu terburu-buru, kurang kontrol dan tidak bisa tenang mainnya," rutuk Debby seperti dikutip dari badmintonindonesia.org.
"Di gim pertama dan kedua, kami bisa bermain ketat. Tapi pas di gim ketiga, pukulan kami banyak yang kurang meyakinkan. Jordan juga mainnya kurang lepas. Nggak bisa ngontrol permainannya di lapangan. Banyak pukulan lawan yang nggak terlalu nyusahin, tapi kami malah mati," tambahnya.
Di partai final ganda campuran, Adcock/Adcock masih menunggu lawan antara ganda Denmark Joachim Fischer Nielsen/Christinna Pedersen melawan Zheng Siwei/Cheng Qingchen asal Tiongkok.
Sebelumnya, tiga wakil Indonesia sudah kandas sejak fase grup. Mereka adalah Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir dari sektor ganda campuran serta Kevin Sanjaya/Marcus Fernaldi Gideon dan Angga Pratama/Ricki Karanda Suwardi dari nomor ganda putra.
Praveen/Debby menyerah setelah bertarung hingga rubber game. Sempat tertinggal 19-21 pada gim pertama dan menyamakan kedudukan lewat kemenangan 21-17 di gim kedua, ganda campuran Indonesia takluk di gim penentuan dengan skor 9-21.
Kekalahan ini melanjutkan rapor negatif Praveen/Debby tak pernah menang atas pasangan suami istri asal Inggris. Untuk kali kelima keduanya disingkirkan pasangan Adcock di semifinal BWF Super Series Final. (Baca Juga: Pasutri Inggris Bikin Indonesia Hampa Gelar)
Selepas pertandingan, Debby mengungkapkan penyebab kekalahannya. Diakui bersama Praveen, penampilan mereka memang kurang bagus.
"Di gim pertama pas poin-poin terakhir, beberapa kali bola di atas kepala Jordan luput. Kami terlalu terburu-buru, kurang kontrol dan tidak bisa tenang mainnya," rutuk Debby seperti dikutip dari badmintonindonesia.org.
"Di gim pertama dan kedua, kami bisa bermain ketat. Tapi pas di gim ketiga, pukulan kami banyak yang kurang meyakinkan. Jordan juga mainnya kurang lepas. Nggak bisa ngontrol permainannya di lapangan. Banyak pukulan lawan yang nggak terlalu nyusahin, tapi kami malah mati," tambahnya.
Di partai final ganda campuran, Adcock/Adcock masih menunggu lawan antara ganda Denmark Joachim Fischer Nielsen/Christinna Pedersen melawan Zheng Siwei/Cheng Qingchen asal Tiongkok.
Sebelumnya, tiga wakil Indonesia sudah kandas sejak fase grup. Mereka adalah Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir dari sektor ganda campuran serta Kevin Sanjaya/Marcus Fernaldi Gideon dan Angga Pratama/Ricki Karanda Suwardi dari nomor ganda putra.
(bep)