Dihubungi Kepolisian, PSM Terpaksa Lepas Dua Pemain Muda
Kamis, 22 Desember 2016 - 20:47 WIB
Dihubungi Kepolisian, PSM Terpaksa Lepas Dua Pemain Muda
A
A
A
MAKASSAR - PSM Makassar tidak bisa lagi memakai jasa Muchlis Hadi dan Maldini Pali. Keduanya terpaksa dilepas karena harus membela instansi resminya pada musim depan yang bakal digelar Maret 2017.
Kedua pemain muda itu harus hengkang lantaran dipanggil Polri. Itu karena Muchlis dan Maldini berstatus polisi serta punya kewajiban memperkuat Bhayangkara FC. Padahal, keduanya masih terikat kontrak bersama Juku Eja hingga akhir 2017. Namun, karena harus mengikuti instansinya, pihak manajemen tidak bisa menghalangi kepergian mereka.
Muchlis dan Maldini direkrut PSM pada 2013. Saat itu mereka masih memperkuat Tim Nasional Indonesia U-19 di Piala AFF. Karena kagum dengan kualitas dan permainan mereka, pihak manajemen lalu menyodorkan kontrak hingga lima tahun.
Chief Executive Officer (CEO) PSM Munafri Arifuddin mengatakan, pihaknya sudah dihubungi kepolisian untuk melepas Muchlis dan Maldini. Meski mereka masih terikat kontrak.
“Khusus untuk Muchlis Hadi dan Maldini Pali, mereka kami rela lepas demi melaksanakan tugas negara. Untuk dispensasi kedua pemain ini, kami belum bahas soal itu, yang jelas mereka sudah dipanggil,” jelas Munafri.
Selain Muchlis dan Maldini, PSM juga akan melepas empat pemain lokal lain, yakni kiper David Aryanto, Zulvin Zamrun, Ahmad Hisyam Tolle dan Ivan Wahyudi. Itu belum termasuk tiga pemain impor yaitu Luiz Ricardo, Kwon Jun dan Ronald Hikspoors.
Lebih lanjut, pria yang akrab disapa Appi ini mengatakan, mereka dilepas bukan karena tidak bagus lagi. Tapi, lantaran tidak sesuai dengan skema pelatih Robert Rene Alberts. “Tentu kami akan tambah pemain dengan jumlah tersebut, dan prioritaskan pemain asli putra daerah,” Munafri.
Kedua pemain muda itu harus hengkang lantaran dipanggil Polri. Itu karena Muchlis dan Maldini berstatus polisi serta punya kewajiban memperkuat Bhayangkara FC. Padahal, keduanya masih terikat kontrak bersama Juku Eja hingga akhir 2017. Namun, karena harus mengikuti instansinya, pihak manajemen tidak bisa menghalangi kepergian mereka.
Muchlis dan Maldini direkrut PSM pada 2013. Saat itu mereka masih memperkuat Tim Nasional Indonesia U-19 di Piala AFF. Karena kagum dengan kualitas dan permainan mereka, pihak manajemen lalu menyodorkan kontrak hingga lima tahun.
Chief Executive Officer (CEO) PSM Munafri Arifuddin mengatakan, pihaknya sudah dihubungi kepolisian untuk melepas Muchlis dan Maldini. Meski mereka masih terikat kontrak.
“Khusus untuk Muchlis Hadi dan Maldini Pali, mereka kami rela lepas demi melaksanakan tugas negara. Untuk dispensasi kedua pemain ini, kami belum bahas soal itu, yang jelas mereka sudah dipanggil,” jelas Munafri.
Selain Muchlis dan Maldini, PSM juga akan melepas empat pemain lokal lain, yakni kiper David Aryanto, Zulvin Zamrun, Ahmad Hisyam Tolle dan Ivan Wahyudi. Itu belum termasuk tiga pemain impor yaitu Luiz Ricardo, Kwon Jun dan Ronald Hikspoors.
Lebih lanjut, pria yang akrab disapa Appi ini mengatakan, mereka dilepas bukan karena tidak bagus lagi. Tapi, lantaran tidak sesuai dengan skema pelatih Robert Rene Alberts. “Tentu kami akan tambah pemain dengan jumlah tersebut, dan prioritaskan pemain asli putra daerah,” Munafri.
(mir)