Kuartet Bek Juara Persib Bikin Tenang Djanur
Selasa, 07 Februari 2017 - 12:31 WIB
Kuartet Bek Juara Persib Bikin Tenang Djanur
A
A
A
BANDUNG - Komposisi kuartet lini belakang yang pernah membawa Persib juara Indonesia Super League (ISL) 2014 dan Piala Presiden 2015 buat pelatih Djadjang Nurdjaman alias Djanur tenang. Mereka adalah Tony Sucipto, Vladimir Vujovic, Supardi Nasir, dan Achmad Jufriyanto.
Terakhir kali kuartet itu lengkap adalah saat Piala Presiden 2015. Setelah itu, Persib sempat bermain di Piala Jenderal Sudirman 2015 tanpa kehadiran Vladimir Vujovic.
Usai Piala Jenderal Sudirman, kuartet lini belakang Persib langsung bubar. Supardi dan Jufriyanto memilih hengkang ke Sriwijaya. Tapi Vladimir Vujovic kembali ke skuad Persib setelah sempat beristirahat di negaranya.
Persib pun mengarungi Bali Island Cup 2016 dan Indonesia Soccer Championship (TSC) 2016 hanya dengan duo Vladimir Vujovic dan Tony Sucipto. Hermawan, Purwaka Yudi, Yanto Basna, Jajang Sukmara, serta Dias Angga pun silih berganti mendampingi Vujovic dan Tony menjadi kuartet di lini belakang.
Piala Presiden 2017 pun jadi ajang reuninya kuartet Supardi, Tony, Jufriyanto, dan Vujovic. Untuk pertama kalinya setelah bubar, kuartet itu kembali lengkap saat Persib menghadapi PSM Makassar dalam laga perdana Grup C Piala Presiden di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Senin (6/2/2017) malam.
Supardi, Tony, dan Vujovic dimainkan di babak pertama. Sedangkan Supardi dimainkan di babak kedua karena tuntutan regulasi. Posisinya sebagai bek kanan diambil alih pemain muda Henhen Herdiana di babak pertama untuk memenuhi regulasi wajibnya pemain muda dimainkan.
Secara keseluruhan, penampilan kuartet juara di babak kedua dinilai cukup baik. Pelatih Djadjang Nurdjaman pun puas dengan performa mereka meski sempat terpisah sekira setahun. "Mereka kelihatan seperti tidak perlu adaptasi lagi, mereka langsung in," kata Djanur, sapaan akrabnya.
Secara khusus, ia bahkan memuji penampilan Jufriyanto yang kembali menemukan permainannya sebagai bek tengah. Padahal sebelumnya, saat di Sriwijaya FC, pemain yang akrab disapa Jupe itu lebih sering diposisikan sebagai gelandang bertahan.
"Jupe walaupun sudah lama main disitu (sebagai bek tengah) di Sriwijaya, sekarang sudah mulai menemukan lagi (permainannya) karena mungkin berpartner dengan Vlado sekarang. Sekarang dia sudah kelihatan hampir kembali seperti penampilan dia dulu," jelas Djanur.
Penampilan apik kuartet itu pun membuat Djanur tenang. Apalagi ia memiliki pemain lain yang bisa menggantikan posisi kuartet tersebut. Di sana ada nama Wildansyah, Jajang Sukmara, dan Henhen yang dinilai punya prospek menjanjikan.
Terakhir kali kuartet itu lengkap adalah saat Piala Presiden 2015. Setelah itu, Persib sempat bermain di Piala Jenderal Sudirman 2015 tanpa kehadiran Vladimir Vujovic.
Usai Piala Jenderal Sudirman, kuartet lini belakang Persib langsung bubar. Supardi dan Jufriyanto memilih hengkang ke Sriwijaya. Tapi Vladimir Vujovic kembali ke skuad Persib setelah sempat beristirahat di negaranya.
Persib pun mengarungi Bali Island Cup 2016 dan Indonesia Soccer Championship (TSC) 2016 hanya dengan duo Vladimir Vujovic dan Tony Sucipto. Hermawan, Purwaka Yudi, Yanto Basna, Jajang Sukmara, serta Dias Angga pun silih berganti mendampingi Vujovic dan Tony menjadi kuartet di lini belakang.
Piala Presiden 2017 pun jadi ajang reuninya kuartet Supardi, Tony, Jufriyanto, dan Vujovic. Untuk pertama kalinya setelah bubar, kuartet itu kembali lengkap saat Persib menghadapi PSM Makassar dalam laga perdana Grup C Piala Presiden di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Senin (6/2/2017) malam.
Supardi, Tony, dan Vujovic dimainkan di babak pertama. Sedangkan Supardi dimainkan di babak kedua karena tuntutan regulasi. Posisinya sebagai bek kanan diambil alih pemain muda Henhen Herdiana di babak pertama untuk memenuhi regulasi wajibnya pemain muda dimainkan.
Secara keseluruhan, penampilan kuartet juara di babak kedua dinilai cukup baik. Pelatih Djadjang Nurdjaman pun puas dengan performa mereka meski sempat terpisah sekira setahun. "Mereka kelihatan seperti tidak perlu adaptasi lagi, mereka langsung in," kata Djanur, sapaan akrabnya.
Secara khusus, ia bahkan memuji penampilan Jufriyanto yang kembali menemukan permainannya sebagai bek tengah. Padahal sebelumnya, saat di Sriwijaya FC, pemain yang akrab disapa Jupe itu lebih sering diposisikan sebagai gelandang bertahan.
"Jupe walaupun sudah lama main disitu (sebagai bek tengah) di Sriwijaya, sekarang sudah mulai menemukan lagi (permainannya) karena mungkin berpartner dengan Vlado sekarang. Sekarang dia sudah kelihatan hampir kembali seperti penampilan dia dulu," jelas Djanur.
Penampilan apik kuartet itu pun membuat Djanur tenang. Apalagi ia memiliki pemain lain yang bisa menggantikan posisi kuartet tersebut. Di sana ada nama Wildansyah, Jajang Sukmara, dan Henhen yang dinilai punya prospek menjanjikan.
(bbk)