Putri India Siap Mengakhiri 16 Tahun Puasa Gelar All England
Selasa, 07 Maret 2017 - 16:06 WIB
Putri India Siap Mengakhiri 16 Tahun Puasa Gelar All England
A
A
A
BIRMINGHAM - Tim bulu tangkis India mematok target tinggi di All England, 7-12 Maret. Dua andalan di sektor putri, Saina Nehwal dan PV Sindhu, diharapkan menyudahi puasa gelar di turnamen bergengsi super Series itu selama 16 tahun.
Terakhir kali India merebut gelar All England melalui Gopichand Pullela yang menjadi juara tunggal putra pada 2001. Peluang di sektor putri tahun ini diprediksi akan sangat ketat lantaran duo China Wangs Xin dan Li Xuerui, absen di edisi kali ini.
Untuk pertama kalinya dalam beberapa tahun tidak ada tantangan yang kredibel dari wakil China di tunggal putri. Sedangkan juara Olimpiade dan juara dunia Carolina Marin dalam kondisi yang meragukan setelah WO dari Jerman Terbuka 2017, Minggu (5/3/2017). Kemungkinan Marin tidak membuat banyak dampak pada turnamen berhadiah total USD 60.000 ini.
Saina Nehwal (peringkat 10 dunia) dan Pusarla V Sindhu (peringkat 5) difavoritkan juara di event kali ini, bersama dengan Tai Tzu Ying dari Cina Taipei dan Ji Hyun Sung dari Korea Selatan. Nehwal akan menghadapi peringkat 11 yang juga juara bertahan asal Jepang Nozomi Okuhara di babak pertama, Sedangkan Sindhu meladeni Mette Poulsen (Denmark), Rabu (8/3/2017).
Pelatih kepala tim bulu tangkis India Gopichand Pullela percaya penantian lama untuk gelar bergengsi akan berakhir tahun ini. "Saya punya perasaan kuat bahwa kami bisa memenangkan gelar tahun ini. Pebulu tangkis kami melakukan dengan baik dan banyak faktor lainnya yang mendukung kami," kata Gopichand.
Sementara Sindhu mengatakan siap menghadapi tantangan tahun ini. Dia akan melakoni setiap pertandingan dengan sungguh-sungguh. "Hari-hari ini semua orang bermain dengan sangat baik dan Anda harus memberikan yang terbaik untuk setiap pertandingan," kata Sindhu.
"Saya siap untuk tantangan itu. Saya adalah pemain yang sama sekali berbeda sekarang dan permainan saya juga telah meningkat banyak. Pada level All England, setiap pertandingan sangat sulit tetapi saya siap untuk itu," pungkasnya.
Terakhir kali India merebut gelar All England melalui Gopichand Pullela yang menjadi juara tunggal putra pada 2001. Peluang di sektor putri tahun ini diprediksi akan sangat ketat lantaran duo China Wangs Xin dan Li Xuerui, absen di edisi kali ini.
Untuk pertama kalinya dalam beberapa tahun tidak ada tantangan yang kredibel dari wakil China di tunggal putri. Sedangkan juara Olimpiade dan juara dunia Carolina Marin dalam kondisi yang meragukan setelah WO dari Jerman Terbuka 2017, Minggu (5/3/2017). Kemungkinan Marin tidak membuat banyak dampak pada turnamen berhadiah total USD 60.000 ini.
Saina Nehwal (peringkat 10 dunia) dan Pusarla V Sindhu (peringkat 5) difavoritkan juara di event kali ini, bersama dengan Tai Tzu Ying dari Cina Taipei dan Ji Hyun Sung dari Korea Selatan. Nehwal akan menghadapi peringkat 11 yang juga juara bertahan asal Jepang Nozomi Okuhara di babak pertama, Sedangkan Sindhu meladeni Mette Poulsen (Denmark), Rabu (8/3/2017).
Pelatih kepala tim bulu tangkis India Gopichand Pullela percaya penantian lama untuk gelar bergengsi akan berakhir tahun ini. "Saya punya perasaan kuat bahwa kami bisa memenangkan gelar tahun ini. Pebulu tangkis kami melakukan dengan baik dan banyak faktor lainnya yang mendukung kami," kata Gopichand.
Sementara Sindhu mengatakan siap menghadapi tantangan tahun ini. Dia akan melakoni setiap pertandingan dengan sungguh-sungguh. "Hari-hari ini semua orang bermain dengan sangat baik dan Anda harus memberikan yang terbaik untuk setiap pertandingan," kata Sindhu.
"Saya siap untuk tantangan itu. Saya adalah pemain yang sama sekali berbeda sekarang dan permainan saya juga telah meningkat banyak. Pada level All England, setiap pertandingan sangat sulit tetapi saya siap untuk itu," pungkasnya.
(sha)