PSSI Didesak Segera Tanggapi Kepemimpinan Wasit Semen Padang vs Arema
Jum'at, 10 Maret 2017 - 20:44 WIB
PSSI Didesak Segera Tanggapi Kepemimpinan Wasit Semen Padang vs Arema
A
A
A
JAKARTA - Sebagian pendukung Semen Padang FC, salah satunya tokoh muda Minang, Andre Rosiade kecewa dengan sikap Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) yang dinilai cukup lambat dalam merespons kekecewaan mereka atas dugaan adanya mafia wasit dalam laga semifinal Piala Presiden 2017.
Mereka menilai dua gol yang disarangkan Cristian Gonzales saat Arema FC melumat Semen Padang 5-2 berbau offside. Pertandingan leg kedua semifinal Piala Presiden 2017 itu sendiri berlangsung di Stadion Kanjuruhan, Malang, akhir pekan kemarin.
"Sudah tidak jamannya lagi kalau ada protes didiamkan, supaya orang lupa. Kami akan tetap menuntut sampai kapanpun. Kami masyarakat Minang tidak akan lupa karena dua kali 'dikadalin' wasit, pada ISL 2014 dan Piala Presiden 2017," ujar Andre kepada wartawan, Jumat (10/3).
Mantan Presiden Mahasiswa Trisakti itu pun mencoba membandingkannya dengan yang terjadi kepada sang pengadil lapangan pada laga Liga Champions antara Barcelona vs Paris Saint German (PSG). Buruknya kepemimpinan wasit Deniz Aytekin berdampak besar terhadap hasil pertandingan.
Kemudian, Komite Wasit UEFA langsung bergerak cepat dengan mempelajari tayangan ulang dan hasilnya berencana membekukan wasit Aytekin dengan tidak memberikan kesempatan untuk memimpin Liga Champions. Respons cepat tersebut jauh berbeda dengan yang terjadi di laga Arema vs Semen Padang.
"Kepada Pimpinan PSSI, Ketum PSSI, Exco PSSI, sudah tidak jamannya protes didiamkan. Apa yang dilakukan Komite Wasit UEFA contohnya, wasit dijatuhi sanksi tegas jika ada main ataupun melakukan kesalahan fatal dalam memimpin lapangan," jelas Andre.
Kelalaian wasit dalam laga Arema vs Semen Padang memberikan dampak terhadap hasil akhir. Menurut Andre, gol pertama Gonzalez berbau offside, begitu juga yang keempat. Lalu, Iwan Budianto, yang merupakan CEO Arema Cronus dan kini duduk menjadi Kepala Staff Umum Ketua Umum PSSI serta ditunjuk sebagai Ketua Panitia Piala Presiden 2017, kedapatan berada di bench wasit saat laga Arema vs Semen Padang.
Andre pun mempertanyakan komitmen pengurus PSSI di bawah kepemimpinan Edy Rahmayadi yang berjanji untuk mereformasi kepengurusan dan persepakbolaan nasional, tata kelola sepakbola serta memberantas mafia wasit. "Janji itu sebatas jargon, yang kami butuhkan bukti bukan hanya janji," tandasnya.
"Iwan Budianto duduk di bench wasit itu kan jelas suatu pelanggaran. Kami butuh respons cepat PSSI, apalagi besok sudah pertandingan memperebutkan juara tiga," sambungnya.
Para pendukung Semen Padang dan masyarakat Minang mendesak adanya tanggapan dari PSSI, sebelum mereka melayangkan surat kepada Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo. "Kalau tidak ada respons, kami akan mengirim surat kepada Presiden RI, bila perlu meminta atau menuntut penggantian pengurus PSSI. Kami tahu Presiden Jokowi sangat menginginkan tata kelola sepakbola yang baik. Kami butuh bukti, bukan retorika, jargon dan janji-janji semata," tutupnya.(Update: Iwan Budianto Menjawab Tuduhan Intervensi di Semifinal Piala Presiden )
Mereka menilai dua gol yang disarangkan Cristian Gonzales saat Arema FC melumat Semen Padang 5-2 berbau offside. Pertandingan leg kedua semifinal Piala Presiden 2017 itu sendiri berlangsung di Stadion Kanjuruhan, Malang, akhir pekan kemarin.
"Sudah tidak jamannya lagi kalau ada protes didiamkan, supaya orang lupa. Kami akan tetap menuntut sampai kapanpun. Kami masyarakat Minang tidak akan lupa karena dua kali 'dikadalin' wasit, pada ISL 2014 dan Piala Presiden 2017," ujar Andre kepada wartawan, Jumat (10/3).
Mantan Presiden Mahasiswa Trisakti itu pun mencoba membandingkannya dengan yang terjadi kepada sang pengadil lapangan pada laga Liga Champions antara Barcelona vs Paris Saint German (PSG). Buruknya kepemimpinan wasit Deniz Aytekin berdampak besar terhadap hasil pertandingan.
Kemudian, Komite Wasit UEFA langsung bergerak cepat dengan mempelajari tayangan ulang dan hasilnya berencana membekukan wasit Aytekin dengan tidak memberikan kesempatan untuk memimpin Liga Champions. Respons cepat tersebut jauh berbeda dengan yang terjadi di laga Arema vs Semen Padang.
"Kepada Pimpinan PSSI, Ketum PSSI, Exco PSSI, sudah tidak jamannya protes didiamkan. Apa yang dilakukan Komite Wasit UEFA contohnya, wasit dijatuhi sanksi tegas jika ada main ataupun melakukan kesalahan fatal dalam memimpin lapangan," jelas Andre.
Kelalaian wasit dalam laga Arema vs Semen Padang memberikan dampak terhadap hasil akhir. Menurut Andre, gol pertama Gonzalez berbau offside, begitu juga yang keempat. Lalu, Iwan Budianto, yang merupakan CEO Arema Cronus dan kini duduk menjadi Kepala Staff Umum Ketua Umum PSSI serta ditunjuk sebagai Ketua Panitia Piala Presiden 2017, kedapatan berada di bench wasit saat laga Arema vs Semen Padang.
Andre pun mempertanyakan komitmen pengurus PSSI di bawah kepemimpinan Edy Rahmayadi yang berjanji untuk mereformasi kepengurusan dan persepakbolaan nasional, tata kelola sepakbola serta memberantas mafia wasit. "Janji itu sebatas jargon, yang kami butuhkan bukti bukan hanya janji," tandasnya.
"Iwan Budianto duduk di bench wasit itu kan jelas suatu pelanggaran. Kami butuh respons cepat PSSI, apalagi besok sudah pertandingan memperebutkan juara tiga," sambungnya.
Para pendukung Semen Padang dan masyarakat Minang mendesak adanya tanggapan dari PSSI, sebelum mereka melayangkan surat kepada Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo. "Kalau tidak ada respons, kami akan mengirim surat kepada Presiden RI, bila perlu meminta atau menuntut penggantian pengurus PSSI. Kami tahu Presiden Jokowi sangat menginginkan tata kelola sepakbola yang baik. Kami butuh bukti, bukan retorika, jargon dan janji-janji semata," tutupnya.(Update: Iwan Budianto Menjawab Tuduhan Intervensi di Semifinal Piala Presiden )
(nug)