Setelah yang Dialami Aleix dan Vinales, Apa Saya Salah Memutuskan?

Rabu, 05 April 2017 - 16:00 WIB
Setelah yang Dialami...
Setelah yang Dialami Aleix dan Vinales, Apa Saya Salah Memutuskan?
A A A
BUENOS AIRES - Walau berstatus tim debutan di kelas bergengsi. Red Bull KTM Factory Racing memiliki pengalaman segudang di kelas kecil dan medium pada Kejuaraan Dunia Balap Motor Grand Prix.

Dalam wawancaranya dengan situs resmi MotoGP. Salah satu pembalap tim pabrikan KTM di kelas bergengsi, Pol Espargaro bicara soal target, keputusan meninggalkan Yamaha Tech 3, gaya balap di atas motor RC16, dan tentunya timnya sekarang.

MotoGP Qatar 2017, seri pembuka yang menjadi debut pabrikan Austria tersebut di kelas utama telah dilalui. Kendati gagal meraup poin, Espargaro dan rekan setimnya, Bradley Smith, mampu finis dan menyelesaikan balapan.
Pol Espargaro (Red Bull KTM Factory Racing Team) di MotoGP Qatar 2017. (Foto-KTM) 2
Jelang akhir pekan seri kedua musim ini, yakni MotoGP Argentina 2017 di Autodromo Termas de Rio Hondo, Jumat-Minggu (7-9 April 2017), sebuah sirkuit baru bagi KTM. Berikut petikan wawancara situs MotoGP dengan Pol Espargaro seperti dilaporkan Motorsport.

Lalu, apa pendapat Anda tentang jalan yang ada di depan KTM?

“Bagi saya, itu sangat sulit dan hampir mustahil, tapi saya mulai mempercayai mereka. Saya di sini untuk bertarung demi memenangkan balapan dan mereka telah mencoba dalam semua area. Jadi, kenapa tidak di MotoGP? Saya tidak tahu. Hidup dibuat untuk petualangan, mari mencobanya.

“Pengembangan motor begitu cepat. Anda tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi dalam pertengahan musim. Saya tidak tahu, saya berharap untuk bertarung demi poin secepat mungkin. Itu akan sulit, tapi saya mempercayai KTM.”
Pol Espargaro (Red Bull KTM Factory Racing Team) di MotoGP Qatar 2017. (Foto-KTM)
Bagaimana gaya balap Anda dengan motor KTM?
“Dengan Yamaha saya selalu mencoba untuk mengalir ke motor, karena saya cukup agresif saat menggeber motor. Saya mencoba untuk halus dan tidak bisa memacu seperti yang saya inginkan.”

“Dengan KTM, saya merasa motor ini milik saya. Motor itu liar dan kuat di titik pengereman, serta saya suka mengerem terlambat ketika masuk ke tikungan. Saya suka cara menggeber motor ini dan saya pikir itu sedikit lebih baik ketimbang saat saya memacu Yamaha.”

Bagaimana awalnya keputusan hijrah ke KTM diambil?
“Beberapa tahun lalu, di Moto2, saya bertarung dengan beberapa pembalap yang sekarang memenangkan balapan. Sedikit frustrasi karena saya pikir, saya tahu bisa melakukannya, tapi saya tidak berada di mana saya seharusnya.”

“KTM datang ke dunia MotoGP dengan proyek yang sangat bagus bersama Red Bull. Mereka menawari saya dan saya berkata: ‘Ya. Inilah yang saya inginkan. Inilah di mana saya ingin pergi (dari Yamaha).”

“(Sebenarnya) setelah tahun pertama di Yamaha Tech 3, saya memiliki kesempatan pindah ke Suzuki dan saya berkata, ‘Tidak. Saya ingin bertahan di Yamaha’. (Namun) setelah apa yang dilakukan kakak saya (Aleix), setelah apa yang dilakukan Maverick (Vinales) dan setelah apa yang terjadi di Suzuka, saya berkata, ‘Saya membuat keputusan salah’.

“(Lalu) ketika KTM muncul, saya pun berkata, ‘Oke, saya tidak tahu apakah akan sama seperti di Suzuki. Lebih baik atau lebih buruk. Tapi tentunya itu (KTM) tim pabrikan dan mereka memiliki semangat kemenangan.”
(sbn)
Berita Terkait
Motogp Mandalika 2022,...
Motogp Mandalika 2022, Penonton Hari Kedua Membeludak
Ducati Sudah Tepat Merekrutnya...
Ducati Sudah Tepat Merekrutnya di MotoGP 2021
Momen Penonton MotoGP...
Momen Penonton MotoGP Thailand 2024 Dibawa Naik Tuktuk untuk Menuju Tribun
Tak Mau Ketinggalan...
Tak Mau Ketinggalan Aksi Pembalap, Penonton Datangi Sirkuit Mandalika Sejak Pagi
Puncak Arus Balik Penonton...
Puncak Arus Balik Penonton MotoGP Diprediksi Malam Ini, Kemenhub Siapkan Tiket 'Go Show'
Suguhkan 63 Balapan...
Suguhkan 63 Balapan Live, Saksikan Seluruh Rangkaian Seri MotoGP di SPOTV melalui Vision+!
Berita Terkini
Justin Hubner Bisa Absen...
Justin Hubner Bisa Absen Perkuat Timnas Indonesia Lawan Mozambik
50 menit yang lalu
Shin Tae-yong Bawa Gerbong...
Shin Tae-yong Bawa Gerbong Lama Tim Pelatih Timnas Indonesia ke Persija
6 jam yang lalu
Shin Tae-yong Resmi...
Shin Tae-yong Resmi Jadi Pelatih Persija Jakarta
7 jam yang lalu
Insiden Penembakan Dekat...
Insiden Penembakan Dekat Markas Timnas Inggris Bayangi Piala Dunia 2026
9 jam yang lalu
Team RSTelkomsel 5G...
Team RSTelkomsel 5G Juarai Grup R pada Putaran 2 Kejurnas Sprint Rally 2026
9 jam yang lalu
Jonatan Christie Rehat...
Jonatan Christie Rehat dari Bulu Tangkis usai Gagal Juara Indonesia Open 2026
11 jam yang lalu
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved