Lawan Sriwijaya FC, Persib Dibayangi Problem Benteng Keropos
Selasa, 25 April 2017 - 20:22 WIB
Lawan Sriwijaya FC, Persib Dibayangi Problem Benteng Keropos
A
A
A
BANDUNG - Persib Bandung akan menghadapi Sriwijaya FC dalam lanjutan Liga 1 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Sabtu (29/4/2017). Ada optimisme untuk meraup tiga poin perdana, namun Maung Bandung juga masih harus membenahi lini belakang.
Lini pertahanan Persib mendapat sorotan lantaran gagal mempertahankan keunggulan saat melawan PS TNI di Stadion Pakansari, Sabtu (22/4/2017). Sempat unggul dua gol lewat Michael Essien pada menit ke-50 dan Atep (52). Namun, PS TNI membalas melalui Erwin Ramdani (87) dan Gustur Cahyo Putro (90).
"Pekerjaan rumah yang harus diperbaiki ada di lini belakang karena kemasukan dua gol yang seharusnya tidak terjadi," ujar Pelatih Djadjang Nurdjaman. "Lima menit kami kebobolan dua gol itu hasil yang buruk. Lini pertahanan akan kami perbaiki."
Namun, selain masalah pertahanan, ada catatan positif yang dinilai sebagai modal penting melawan Sriwijaya FC. Djadjang mengatakan dua gol yang dicetak dalam laga kontra PS TNI akhir pekan lalu menjadi modal. Sebab hal itu menunjukkan agresivitas Persib mengalami peningkatan dibanding melawan Arema FC yang berakhir 0-0.
"Pertandingan kemarin bisa cetak dua gol, ini jadi modal awal," ujar Djanur, sapaan akrabnya, di Stadion Persib, Kota Bandung, Selasa (25/4/2017).
Bahkan, saat melawan PS TNI, Persib menurutnya bisa mencetak lebih dari dua gol. Salah satunya gol yang dicetak Michael Essien. Tapi gol itu dianulir wasit. Padahal jika wasit jeli, Persib akan diuntungkan dengan gol itu. "Padahal setelah kita lihat tayangan ulangnya itu tidak offside," ungkapnya.
Selain itu, beberapa peluang Persib juga tercipta. Yang paling krusial adalah sepakan Atep dan Angga Febriyanto. Bola justru membentur gawang. "Kami banyak menciptakan peluang. Jadi di lini depan sudah ada solusi," jelas Djanur.
Lini pertahanan Persib mendapat sorotan lantaran gagal mempertahankan keunggulan saat melawan PS TNI di Stadion Pakansari, Sabtu (22/4/2017). Sempat unggul dua gol lewat Michael Essien pada menit ke-50 dan Atep (52). Namun, PS TNI membalas melalui Erwin Ramdani (87) dan Gustur Cahyo Putro (90).
"Pekerjaan rumah yang harus diperbaiki ada di lini belakang karena kemasukan dua gol yang seharusnya tidak terjadi," ujar Pelatih Djadjang Nurdjaman. "Lima menit kami kebobolan dua gol itu hasil yang buruk. Lini pertahanan akan kami perbaiki."
Namun, selain masalah pertahanan, ada catatan positif yang dinilai sebagai modal penting melawan Sriwijaya FC. Djadjang mengatakan dua gol yang dicetak dalam laga kontra PS TNI akhir pekan lalu menjadi modal. Sebab hal itu menunjukkan agresivitas Persib mengalami peningkatan dibanding melawan Arema FC yang berakhir 0-0.
"Pertandingan kemarin bisa cetak dua gol, ini jadi modal awal," ujar Djanur, sapaan akrabnya, di Stadion Persib, Kota Bandung, Selasa (25/4/2017).
Bahkan, saat melawan PS TNI, Persib menurutnya bisa mencetak lebih dari dua gol. Salah satunya gol yang dicetak Michael Essien. Tapi gol itu dianulir wasit. Padahal jika wasit jeli, Persib akan diuntungkan dengan gol itu. "Padahal setelah kita lihat tayangan ulangnya itu tidak offside," ungkapnya.
Selain itu, beberapa peluang Persib juga tercipta. Yang paling krusial adalah sepakan Atep dan Angga Febriyanto. Bola justru membentur gawang. "Kami banyak menciptakan peluang. Jadi di lini depan sudah ada solusi," jelas Djanur.
(sha)