Reuni Spesial Bakal Warnai Duel PSM Makassar Kontra Persipura Jayapura
Kamis, 01 Juni 2017 - 20:33 WIB
Reuni Spesial Bakal Warnai Duel PSM Makassar Kontra Persipura Jayapura
A
A
A
MAKASSAR - Laga kandang PSM Makassar kontra Persipura Jayapura di stadion Andi Mattalatta Mattoanging, Sabtu (3/6/2017) akan jadi momen spesial buat juru taktik kedua tim. Pertemuan nanti jadi reuni antara guru dan murid untuk pertama kalinya di Liga 1 2017.
Ini terjadi karena Persipura Jayapura bertandang ke Makassar di bawah asuhan Liestiadi yang sempat jadi asisten pelatih Robert Alberts. Keduanya pernah membawa Arema Indonesia juara Liga Indonesia musim 2009/2010.
Robert dan Liestiadi kemudian sama-sama mengawal PSM musim berikutnya. Usai membawa Arema juara, Robert hijrah ke Makassar dan memboyong seluruh tim pelatih, termasuk Liestiadi dan Imran Amirullah sebagai asistennya.
Keduanya kini akan bertemu lagi. Tapi, bukan sebagai teman, melainkan lawan. Liestiadi menukangi Persipura Jayapura yang berada di posisi kedua sementara. Dan, Robert berpanji PSM yang saat ini merebut posisi pertama di Liga 1.
Liestiadi mengatakan terkait pertemuannya dengan Roberts sebagai lawan, bakal ditanggapinya secara profesional. "Kalau di luar kami sahabat. Tapi, pertemuan nanti kami harus profesional karena sekarang dia di PSM, dan saya di Persipura," ungkapnya.
Pelatih berusia 48 tahun itu mengaku PSM saat ini susah dicari kelemahannya karena kemampuan seluruh pemain sangat merata. "Hampir tidak punya kelemahan. Mungkin coach Robert hanya dipusingkan soal regulasi U-23 yang diterapkan musim ini," tambah Liestiadi.
Robert juga mengakui sempat berkolaborasi bersama Liestiadi. Namun, kali ini harus jadi lawan. "Liestiadi pelatih yang serius dalam menjalankan taktiknya dan profesional. Bahkan, sudah berada di level nasional. Saya menghargai itu," katanya usai memimpin latihan.
Pelatih asal Belanda itu menambahkan merasa senang karena sebagai pelatih mereka tetap profesional dalam menjalankan tugasnya. "Tapi, kalau ketemu juga kita merupakan teman," pungkas Robert.
Ini terjadi karena Persipura Jayapura bertandang ke Makassar di bawah asuhan Liestiadi yang sempat jadi asisten pelatih Robert Alberts. Keduanya pernah membawa Arema Indonesia juara Liga Indonesia musim 2009/2010.
Robert dan Liestiadi kemudian sama-sama mengawal PSM musim berikutnya. Usai membawa Arema juara, Robert hijrah ke Makassar dan memboyong seluruh tim pelatih, termasuk Liestiadi dan Imran Amirullah sebagai asistennya.
Keduanya kini akan bertemu lagi. Tapi, bukan sebagai teman, melainkan lawan. Liestiadi menukangi Persipura Jayapura yang berada di posisi kedua sementara. Dan, Robert berpanji PSM yang saat ini merebut posisi pertama di Liga 1.
Liestiadi mengatakan terkait pertemuannya dengan Roberts sebagai lawan, bakal ditanggapinya secara profesional. "Kalau di luar kami sahabat. Tapi, pertemuan nanti kami harus profesional karena sekarang dia di PSM, dan saya di Persipura," ungkapnya.
Pelatih berusia 48 tahun itu mengaku PSM saat ini susah dicari kelemahannya karena kemampuan seluruh pemain sangat merata. "Hampir tidak punya kelemahan. Mungkin coach Robert hanya dipusingkan soal regulasi U-23 yang diterapkan musim ini," tambah Liestiadi.
Robert juga mengakui sempat berkolaborasi bersama Liestiadi. Namun, kali ini harus jadi lawan. "Liestiadi pelatih yang serius dalam menjalankan taktiknya dan profesional. Bahkan, sudah berada di level nasional. Saya menghargai itu," katanya usai memimpin latihan.
Pelatih asal Belanda itu menambahkan merasa senang karena sebagai pelatih mereka tetap profesional dalam menjalankan tugasnya. "Tapi, kalau ketemu juga kita merupakan teman," pungkas Robert.
(mir)