Pelatih PSM Curiga, Penangguhan Regulasi U-23 Menguntungkan Klub Lain
Senin, 03 Juli 2017 - 20:35 WIB
Pelatih PSM Curiga, Penangguhan Regulasi U-23 Menguntungkan Klub Lain
A
A
A
MAKASSAR - Pelatih PSM Makassar Robert Alberts masih belum memahami alasan operator kompetisi Liga 1 2017 yang menangguhkan regulasi U-23 secara sepihak tanpa mengundang seluruh klub peserta kompetisi. Padahal, sebelumnya PT Liga Indonesia Baru (LIB) itu yang ngotot ingin menjalankan aturan yang tidak sesuai dengan regulasi FIFA tersebut.
Saat Liga 1 baru berjalan hingga pekan ke 11, aturan yang mewajibkan tiga pemain muda berusia U-23 masuk dalam line-up dan tampil sebagai starter, sudah tidak diberlakukan lagi. Tantu saja kebijakan PT LIB memunculkan banyak kritik.
Pelatih Robert Alberts mengatakan, sebelumnya seluruh tim peserta Liga 1 2017 dipaksa menjalankan aturan ini. Namun, secara tiba-tiba ditangguhkan. "Saya belum menemukan alasan yang logis atas keputusan itu," katanya seusai memimpin latihan Juku Eja di Stadion Mattoangin, Makassar, Senin (3/7/2017).
Sejauh ini, tim kebangaan masyarakat Makassar ini berhasil memaksimalkan regulasi tersebut. Bahkan, penampilan pemain muda yang dipercaya starter memperlihatkan kualitas terbaiknya, seperti Reva Adi Utama, Asnawi Mangkualam, Romario, Muhammad Arfan termasuk terakhir Nur Hidayat yang berhasil menjalankan perannya dengan baik.
Robert mengungkapkan kecurigaannya, terkait dengan penangguhan bisa menguntungkan beberapa klub. "Ini terbilang lucu, seperti ada beberapa klub yang punya koneksi besar sehingga bisa menguntungkan klub-klub tersebut," ungkapnya lagi.
Sementara itu, CEO PSM Munafri Arifuddin mengatakan, terkait dengan hal ini tentu pihaknya berpikiran negatif. "Karena perubahan ini diterapkan sebelum PSM menghadapi Persib Bandung," ungkapnya.
Bukan hanya itu, Munafri mengaku masih mempertanyakan karena tidak ada pembicaraan sebelumnya. "Tiba-tiba ada suratnya terkait dengan aturan U-23," ujarnya.
Sebelumnya PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) menangguhkan regulasi kewajiban menurunkan tiga pemain U-23 agar tidak mengganggu persiapan Timnas Indonesia U-22 jelang SEA Games 2017. Aturan itu berlaku mulai pekan ke-12 Liga 1 hingga berakhirnya SEA Games 2017, atau mulai 3 Juli hingga 30 Agustus 2017. Sepanjang penangguhan, klub boleh menurunkan semua pasukan seniornya selama 90 menit.
Saat Liga 1 baru berjalan hingga pekan ke 11, aturan yang mewajibkan tiga pemain muda berusia U-23 masuk dalam line-up dan tampil sebagai starter, sudah tidak diberlakukan lagi. Tantu saja kebijakan PT LIB memunculkan banyak kritik.
Pelatih Robert Alberts mengatakan, sebelumnya seluruh tim peserta Liga 1 2017 dipaksa menjalankan aturan ini. Namun, secara tiba-tiba ditangguhkan. "Saya belum menemukan alasan yang logis atas keputusan itu," katanya seusai memimpin latihan Juku Eja di Stadion Mattoangin, Makassar, Senin (3/7/2017).
Sejauh ini, tim kebangaan masyarakat Makassar ini berhasil memaksimalkan regulasi tersebut. Bahkan, penampilan pemain muda yang dipercaya starter memperlihatkan kualitas terbaiknya, seperti Reva Adi Utama, Asnawi Mangkualam, Romario, Muhammad Arfan termasuk terakhir Nur Hidayat yang berhasil menjalankan perannya dengan baik.
Robert mengungkapkan kecurigaannya, terkait dengan penangguhan bisa menguntungkan beberapa klub. "Ini terbilang lucu, seperti ada beberapa klub yang punya koneksi besar sehingga bisa menguntungkan klub-klub tersebut," ungkapnya lagi.
Sementara itu, CEO PSM Munafri Arifuddin mengatakan, terkait dengan hal ini tentu pihaknya berpikiran negatif. "Karena perubahan ini diterapkan sebelum PSM menghadapi Persib Bandung," ungkapnya.
Bukan hanya itu, Munafri mengaku masih mempertanyakan karena tidak ada pembicaraan sebelumnya. "Tiba-tiba ada suratnya terkait dengan aturan U-23," ujarnya.
Sebelumnya PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) menangguhkan regulasi kewajiban menurunkan tiga pemain U-23 agar tidak mengganggu persiapan Timnas Indonesia U-22 jelang SEA Games 2017. Aturan itu berlaku mulai pekan ke-12 Liga 1 hingga berakhirnya SEA Games 2017, atau mulai 3 Juli hingga 30 Agustus 2017. Sepanjang penangguhan, klub boleh menurunkan semua pasukan seniornya selama 90 menit.
(sha)