Kandaskan Wakil Australia, Isner Pulihkan Pamor Negeri Paman Sam
Senin, 24 Juli 2017 - 13:10 WIB
Kandaskan Wakil Australia, Isner Pulihkan Pamor Negeri Paman Sam
A
A
A
WASHINGTON - John Isner akhirnya berhasil menjuarai lagi ATP Hall of Fame Open. Petenis asal Amerika Serikat (AS) itu membuat fans tuan rumah tersenyum setelah mengalahkan wakil Australia, Matthew Ebden 6-3, 7-6 (7/4), Senin (24/7/2017).
Pada turnamen lapangan rumput di Newport, Rhode Island, itu Isner pamer kekuatan pukulannya. Tampil di venue International Tennis Hall of Fame, petenis berusia 32 tahun itu mampu melesakan 17 ace.
“Saya sangat senang dengan cara saya bermain sepanjang pekan ini. Ini benar-benar pekan yang sempurna. Saya tidak bisa meminta lebih baik dari ini,” ucap Isner yang kini sudah mengumpulkan 12 gelar, dilansir reuters.
Sukses Isner memulihkan reputasi Negeri Paman Sam sebagai tuan rumah. Maklum, pada edisi 2016, tidak ada satu wakil yang melaju ke final. Saat itu, trofi diraih Ivo Karlovic dari Kroasia, dan status runner-up dipegang Gilles Muller asal Luksemburg.
Bagi Isner ini jadi titel ketiganya di ajang berhadiah USD500 ribuitu. Dia sempat jadi juara selama dua musim beruntun pada 2011 dan 2012. Terpenting ini jadi modal penting sebelum mengikuti Grand Slam Wimbledon yang akan bergulir 3-16 Juli 2017.
Sedangkan bagi Ebden, kekalahan ini merusak impiannya untuk meraih titel perdana di kancah profesional. Terlebih ini final pertamanya. Namun, petenis berusia 29 tahun itu patut berbangga.
Ebden menjadi petenis dengan peringkat terendah, yakni 249 yang bisa menembus final turnamen tenis ATP sejak 2009. “Ini sangat mengecewakan. Tapi, disaat bersamaan, saya senang dengan catatan di pekan ini,” ucapnya.
Pada turnamen lapangan rumput di Newport, Rhode Island, itu Isner pamer kekuatan pukulannya. Tampil di venue International Tennis Hall of Fame, petenis berusia 32 tahun itu mampu melesakan 17 ace.
“Saya sangat senang dengan cara saya bermain sepanjang pekan ini. Ini benar-benar pekan yang sempurna. Saya tidak bisa meminta lebih baik dari ini,” ucap Isner yang kini sudah mengumpulkan 12 gelar, dilansir reuters.
Sukses Isner memulihkan reputasi Negeri Paman Sam sebagai tuan rumah. Maklum, pada edisi 2016, tidak ada satu wakil yang melaju ke final. Saat itu, trofi diraih Ivo Karlovic dari Kroasia, dan status runner-up dipegang Gilles Muller asal Luksemburg.
Bagi Isner ini jadi titel ketiganya di ajang berhadiah USD500 ribuitu. Dia sempat jadi juara selama dua musim beruntun pada 2011 dan 2012. Terpenting ini jadi modal penting sebelum mengikuti Grand Slam Wimbledon yang akan bergulir 3-16 Juli 2017.
Sedangkan bagi Ebden, kekalahan ini merusak impiannya untuk meraih titel perdana di kancah profesional. Terlebih ini final pertamanya. Namun, petenis berusia 29 tahun itu patut berbangga.
Ebden menjadi petenis dengan peringkat terendah, yakni 249 yang bisa menembus final turnamen tenis ATP sejak 2009. “Ini sangat mengecewakan. Tapi, disaat bersamaan, saya senang dengan catatan di pekan ini,” ucapnya.
(mir)