Ikhsan Alami Kram, Tunggal Putra Rontok di Kejuaraan Asia Junior 2017

Jum'at, 28 Juli 2017 - 18:46 WIB
Ikhsan Alami Kram, Tunggal...
Ikhsan Alami Kram, Tunggal Putra Rontok di Kejuaraan Asia Junior 2017
A A A
JAKARTA - Sektor tunggal putra Indonesia akhirnya tak menyisakan wakil di Kejuaraan Asia Junior 2017. Satu-satunya pemain yang bertahan hingga perempat final, Ikhsan Leonardo Imanuel Rumbay, akhirnya menyerah kalah. Ikhsan mundur di akhir game ketiga setelah mengalami kram di kedua kakinya.

Ikhsan tak dapat menyelesaikan pertandingannya dengan Chen Chi Ting, Taiwan, dan memutuskan retired pada skor 21-15, 9-21 dan 8-20.

"Memang barusan ini, satu poin tidak didapatkan dengan mudah. Satu kali reli bisa sampai 10 kali pukulan ke atas. Memang dibutuhkan daya tahan fisik dan daya tahan otot yang lebih tahan. Selama ini saya lihat pada persiapan memang terjadi peningkatan, cuma untuk ketemu lawan yang dari Taiwan ini, dia dominan main reli, jadi dibutuhkan fisik yang lebih kuat lagi. Ini menjadi salah satu evaluasi juga menuju Kejuaraan Dunia Junior nanti," kata Harry Hartono, pelatih tunggal putra pratama Pelatnas PBSI.

Selain masalah fisik dan daya tahan di lapangan, Harry juga mengevaluasi teknik pukulan Ikhsan yang dinilainya masih kurang efisien. Hal ini menyebabkan Ikhsan menguras banyak tenaga dalam pertandingan.

"Kedepannya yang tidak kalah penting adalah bagaimana Ikhsan harus bisa membentuk suatu stroke atau suatu teknik yang lebih efisien. Karena bukan berarti setiap pukulan harus menggunakan tenaga. Namun dengan pukulan kecil yang ibaratnya tidak membutuhkan tenaga, tapi arah dan akurasinya lebih bagus. Itu yang harus ditingkatkan lagi oleh Ikhsan," lanjut Harry.

Tanpa wakil di semifinal, Harry juga mengevaluasi penampilan tunggal putra secara keseluruhan. Sebelumnya Indonesia menurunkan enam atlet untuk bertanding di Jaya Raya Sports Hall Training Center, Jakarta, ini. Namun akhirnya semua harus pulang lebih awal.

"Beberapa pemain banyak yang kalah di poin tua atau poin kritis. Jadi masalah pengalaman dan jam terbang mungkin harus lebih ditingkatkan lagi. Kedua, masalah power dan daya tahan harus lebih ditingkatkan lagi," ujar Harry.

"Pemain tunggal putra ini belum masuk Pelatnas. Tapi baru tim yang dibentuk untuk turnamen ini, sekitar 3-4 bulan latihan. Sementara tim lain sudah dibentuk lebih lama dan jam terbangnya lebih bagus. Jadi kalau dengan persiapan waktu 4 bulan ini, bukan kurang, tapi butuh yang lebih panjang lagi," tutup Harry.
(bbk)
Berita Terkait
Drawing Perempat Final...
Drawing Perempat Final Kejuaraan Asia Beregu Campuran Junior 2025: Indonesia dan Korea Selatan Berebut Tempat di Semifinal
Zidane/Kleopas Bikin...
Zidane/Kleopas Bikin Kejutan di AJC 2023: Jangan Senang Dulu
Kejuaraan Bulu Tangkis,...
Kejuaraan Bulu Tangkis, Diikuti 192 Pemain dari 38 Media di Jakarta
Drawing Badminton Asia...
Drawing Badminton Asia Junior Championships 2023: Indonesia Tantang China dan Vietnam
Indonesia Bantai Portugal...
Indonesia Bantai Portugal dan Georgia di Piala Suhandinata 2023
Terdampak Pandemi Corona,...
Terdampak Pandemi Corona, Kejuaraan Bulu Tangkis Junior Batal
Berita Terkini
Akademi Persib Bandung...
Akademi Persib Bandung dan Putri Garut Berebut Gelar Juara U-18 HYDROPLUS Soccer League All-Stars
2 jam yang lalu
Goal Aksis dan Cipta...
Goal Aksis dan Cipta Cendikia FA Berebut Gelar Juara HYDROPLUS Soccer League All-Stars U-15
2 jam yang lalu
Mini Soccer Bulog Perkuat...
Mini Soccer Bulog Perkuat Sinergi Ketahanan Pangan Bersama Stakeholder
3 jam yang lalu
Besok, Luis Figo Siap...
Besok, Luis Figo Siap Meriahkan Pesta Bola Dunia 2026
3 jam yang lalu
FIFA Larang Wasit Inggris...
FIFA Larang Wasit Inggris Pimpin Argentina, Kenapa?
3 jam yang lalu
Heboh Email AFA Diretas...
Heboh Email AFA Diretas Sebut Argentina Diuntungkan Wasit
6 jam yang lalu
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved