Dinilai Langgar FFP, Presiden La Liga Laporkan PSG ke UEFA

Rabu, 02 Agustus 2017 - 17:50 WIB
Dinilai Langgar FFP,...
Dinilai Langgar FFP, Presiden La Liga Laporkan PSG ke UEFA
A A A
MADRID - Dinilai Langgar FFP, Presiden La Liga Laporkan PSG ke UEFA

Presiden La Liga Javier Tebas segera melaporkan PSG ke otoritas sepak bola Eropa (UEFA) dan Uni Eropa (UE) atas dugaan pelanggaran Financial Fair Play (FFP) dalam kasus transfer Neymar.

Tebas mengakui bahwa kepergian Neymar tidak akan memengaruhi keuntungan finansial La Liga, namun mereka tetap akan melaporkan PSG kepada UEFA.

Surat kabar AS yang berbasis di Madrid melaporkan, Tebas mengkritik kemampuan raksasa Ligue 1 itu memboyong Neymar dengan nilai transfer yang sangat fantastis sebesar 222 juta euro atau sekitar Rp 3,4 triliun.

Menurut Tebas, harga yang diajukan PSG dianggapnya tidak masuk akal dengan pendapatan PSG. Hal tersebut yang kemungkinan bakal membuat PSG mengalami kerugian.

"Laporan sudah siap dan akan dipresentasikan ke UEFA, Uni Eropa dan pengadilan Swiss," kata Tebas.

Tebas mengatakan, keuangan PSG yang mencerminkan bahwa mereka memiliki lebih banyak pendapatan komersial dibandingkan dengan Real Madrid atau Manchester United jelas tidak mungkin.

Karena itu, Tebas mendorong UEFA untuk segera menindaklanjuti laporan tersebut dengan melakukan investigasi dugaan terjadinya pelanggaran FFP.
"Saya terkejut bahwa Andrea, yang bertanggung jawab atas fair play keuangan, mempercayai segala sesuatu untuk memverifikasi bahwa kerugian PSG tidak melebihi 30 juta euro selama tiga tahun. Dia tahu bahwa masalahnya bukan tentang verifikasi data ini, masalahnya adalah untuk mengetahui apakah PSG Telah meningkatkan pendapatannya, dan untuk memverifikasi dari mana asalnya, dan nilai finansial dari transaksi sponsornya," papar Tebas.

Tebas juga mengatakan bahwa jika PSG pindah untuk mengaktifkan klausul pelepasan minimum Neymar, La Liga tidak akan menerima uang klub Prancis tersebut.

"Tidak masuk akal jika menerima pembayaran ini, jika PSG datang dengan uang untuk klausul Neymar, kami tidak akan menerimanya," katanya.

Meski demikian, Tebas mengaku tidak khawatir La Liga ditinggalkan Neymar. Dia lebih khawatir jika Lionel Messi atau Cristiano Ronaldo yang pergi dari La Liga.

"Saya akan lebih khawatir jika kita berbicara tentang Messi atau Cristiano," ucapnya.

Sementara itu, Le Parisien melaporkan bahwa pemimpin PSG telah meminta agen pemain untuk smentara menunda latihan pada Rabu (2/8) pagi.
Ada juga laporan yang berkembang bahwa PSG akan membatalkan konferensi pers perdana Jumat (4/8) dan menutup sesi latihan. Neymar diperkirakan akan tiba di Paris pada Jumat dan menyaksikan pertandingan di Parc des Princes.
(kas)
Berita Terkait
Real Madrid Kembali...
Real Madrid Kembali ke Santiago Bernabeu saat Menjamu Celta Vigo Pekan Ini
Griezmann Pilih Nomor...
Griezmann Pilih Nomor 8 Karena Kobe Bryant
Benzema Cedera, Luka...
Benzema Cedera, Luka Jovic Tebar Pesona di Laga Real Madrid vs Real Sociedad
Peta Aneh Klasemen Liga...
Peta Aneh Klasemen Liga Spanyol dan Liga Italia
Bekuk Vallecano, Real...
Bekuk Vallecano, Real Madrid Kuasai Puncak Klasemen Liga Spanyol
Pertandingan Olahraga...
Pertandingan Olahraga di Spanyol Akan Segera Digelar
Berita Terkini
FIFA Bikin Kejutan!...
FIFA Bikin Kejutan! Leandro Paredes Tak Jadi Dikartu Merah di Final Piala Dunia 2026
1 jam yang lalu
H-3 Piala AFF 2026,...
H-3 Piala AFF 2026, Kapan Daftar Pemain Timnas Indonesia Diumumkan?
1 jam yang lalu
Gavi Akhirnya Buka Mulut...
Gavi Akhirnya Buka Mulut setelah Dibanting Paredes di Final Piala Dunia 2026
3 jam yang lalu
DBL Indonesia Lepas...
DBL Indonesia Lepas Tim ke Amerika Serikat, Musim 2026-2027 Digelar di 31 Kota
4 jam yang lalu
Lamine Yamal Ungkap...
Lamine Yamal Ungkap Pesan Messi saat Berpelukan di Final Piala Dunia 2026
5 jam yang lalu
Timnas Argentina Pulang...
Timnas Argentina Pulang Tanpa Trofi Disambut Bak Juara, Bagaimana Masa Depan Lionel Messi?
17 jam yang lalu
Infografis
Wasit Jerman Daniel...
Wasit Jerman Daniel Siebert Pimpin Final Liga Champions PSG vs Arsenal
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved