Kalah Telak 0-6, Persegres Akui Kehebatan Persib
Senin, 21 Agustus 2017 - 14:44 WIB
Kalah Telak 0-6, Persegres Akui Kehebatan Persib
A
A
A
BANDUNG - Persegres Gresik United kalah telak saat menghadapi Persib Bandung di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Minggu (20/8/2017) malam. Laskar Jaka Samudra ditekuk Maung Bandung 6 gol tanpa balas.
Pelatih Persegres Gresik United Hanafi mengatakan sebenarnya Persegres bisa menekan Persib di 15 menit pertama, tapi kemudian permainan justru berbalik menjadi dikuasai Persib. "Permainan luar biasa, sama-sama (menyerang). Menit pertama sampai menit 15 masih ada perlawanan, tapi (selanjutnya sampai) di babak kedua (perlawanan Persegres) kurang," kata Hanafi seusai laga.
Perbandingan kualitas pemain sangat kentara dalam pertarungan tersebut. Menurut Hanafi, ada faktor pengalaman yang timpang antara pemain Persib dan Persegres. "Kemungkinan anak-anak kurang pengalaman. Contoh (peluang) Arsyad, dia di-shooting, padahal bisa diumpan ke Patrick, mungkin ada peluang (jadi gol jika diumpan ke Patrick)," tutur Hanafi.
Kurangnya kematangan permainan anak asuhnya didasarkan pada usia yang masih muda. Mereka belum kaya pengalaman bermain, sehingga, mereka sering terburu-buru dalam menyerang dan menuntaskan peluang.
Disinggung soal absennya dua pemain anyar yaitu Sasa Zesevic dan Yusuke Kato, faktor administrasi jadi penyebabnya. Padahal, keduanya sudah dibawa dan dipersiapkan untuk bermain. "Kami kurang tahu, mungkin surat atau apa, makanya tadi datang ke sini tapi tidak boleh main," ungkapnya.
Sementara soal peluang Persegres keluar dari jurang degradasi, Hanafi memberi sinyal melempar handuk. "Saya rasa jauh sekali. Itu aja. Jauh," ujar Hanafi.
Striker Persegres, Arga Permana juga mengakui kekalahan timnya. Namun, kekalahan itu jadi pelajaran penting agar Persegres ke depan jauh lebih baik. "Dari segi permainan kita kalah. Kita mengakui Persib tim besar. Kita harus latihan lagi untuk pertandingan lain," kata Arga.
Pelatih Persegres Gresik United Hanafi mengatakan sebenarnya Persegres bisa menekan Persib di 15 menit pertama, tapi kemudian permainan justru berbalik menjadi dikuasai Persib. "Permainan luar biasa, sama-sama (menyerang). Menit pertama sampai menit 15 masih ada perlawanan, tapi (selanjutnya sampai) di babak kedua (perlawanan Persegres) kurang," kata Hanafi seusai laga.
Perbandingan kualitas pemain sangat kentara dalam pertarungan tersebut. Menurut Hanafi, ada faktor pengalaman yang timpang antara pemain Persib dan Persegres. "Kemungkinan anak-anak kurang pengalaman. Contoh (peluang) Arsyad, dia di-shooting, padahal bisa diumpan ke Patrick, mungkin ada peluang (jadi gol jika diumpan ke Patrick)," tutur Hanafi.
Kurangnya kematangan permainan anak asuhnya didasarkan pada usia yang masih muda. Mereka belum kaya pengalaman bermain, sehingga, mereka sering terburu-buru dalam menyerang dan menuntaskan peluang.
Disinggung soal absennya dua pemain anyar yaitu Sasa Zesevic dan Yusuke Kato, faktor administrasi jadi penyebabnya. Padahal, keduanya sudah dibawa dan dipersiapkan untuk bermain. "Kami kurang tahu, mungkin surat atau apa, makanya tadi datang ke sini tapi tidak boleh main," ungkapnya.
Sementara soal peluang Persegres keluar dari jurang degradasi, Hanafi memberi sinyal melempar handuk. "Saya rasa jauh sekali. Itu aja. Jauh," ujar Hanafi.
Striker Persegres, Arga Permana juga mengakui kekalahan timnya. Namun, kekalahan itu jadi pelajaran penting agar Persegres ke depan jauh lebih baik. "Dari segi permainan kita kalah. Kita mengakui Persib tim besar. Kita harus latihan lagi untuk pertandingan lain," kata Arga.
(amm)