Derby Aparat Liga 1, McMenemy Siap Tuntaskan Dendam di Pakansari
Sabtu, 02 September 2017 - 19:10 WIB
Derby Aparat Liga 1, McMenemy Siap Tuntaskan Dendam di Pakansari
A
A
A
BOGOR - Aroma dendam menyeruak saat Bhayangkara FC (BFC) dijamu PS TNI pada pekan ke-23 Liga 1 2017 di Stadion Pakansari, Bogor, Minggu (3/9/2017) malam. BFC bertekad membalas kekalahan di putaran pertama ketika dijamu PS TNI di pekan ke-3.
Saat menjamu PS TNI di Stadion Patriot Chandrabagha, Bekasi, pada 29 April lalu, BFC keok 1-2. Sempat tertinggal dua gol lewat ABboubacar Sylla pada menit ke-38 dan Elio Bruno Teixeira Martins (87), BFC memperkecil kekalahan melalui Dinan Yahdian Javier pada menit ke-91.
Ironisnya, kekalahan itu terjadi saat PS TNI hanya diperkuat sembilan pemain setelah wasit Aprisman Aranda memberikan kartu merah kepada Manahati Lestusen dan M Abduh Lesataluhu di kartu merah menit ke-59 dan 93.
"Banyak yang bilang pertandingan nanti adalah tentang polisi dan tentara. Tapi saya kesampingkan itu. Saya lebih mengedepankan profesionalisme. Di putaran pertama mereka mengalahkan kami di kandang 1-2. Jadi kami harus membalasnya," terang coach BFC Simon McMenemy dalam konferensi pers di stadion Pakansari, Bogor, Sabtu (2/9/2017) siang.
Simon menambahkan, meski posisi PS TNI saat ini kurang bagus, dia tetap respek dengan Manahati Lestusen dkk. PS TNI tercecer di peringkat 14 kalsemen Liga 1 2017 dengan 26 poin, sedangkan BFC di posisi kedua dengan 40 poin, hanya tertinggal satu angka dari pemuncak klasemen Bali united.
"Mereka (PS TNI) selalu bermain ngotot. Apalagi di kandang. Pasti mereka akan mengeluarkan kemampuan terbaik mereka,"papar pelatih asal Skotlandia itu.
Simon menambahkan, timnya akan bermain dengan cara mereka sendiri. " Tidak ada pemain yang absen. Itu menguntungkan kami. Namun kami tidak bisa memainkan Evan dan Putu yang baru pulang dari SEA Games. Kami harus memberikan istirahat karena dua bulan mereka bekerja keras dan baru dalam beberapa hari kedepan akan gabung dengan tim," jlentreh Simon.
Saat menjamu PS TNI di Stadion Patriot Chandrabagha, Bekasi, pada 29 April lalu, BFC keok 1-2. Sempat tertinggal dua gol lewat ABboubacar Sylla pada menit ke-38 dan Elio Bruno Teixeira Martins (87), BFC memperkecil kekalahan melalui Dinan Yahdian Javier pada menit ke-91.
Ironisnya, kekalahan itu terjadi saat PS TNI hanya diperkuat sembilan pemain setelah wasit Aprisman Aranda memberikan kartu merah kepada Manahati Lestusen dan M Abduh Lesataluhu di kartu merah menit ke-59 dan 93.
"Banyak yang bilang pertandingan nanti adalah tentang polisi dan tentara. Tapi saya kesampingkan itu. Saya lebih mengedepankan profesionalisme. Di putaran pertama mereka mengalahkan kami di kandang 1-2. Jadi kami harus membalasnya," terang coach BFC Simon McMenemy dalam konferensi pers di stadion Pakansari, Bogor, Sabtu (2/9/2017) siang.
Simon menambahkan, meski posisi PS TNI saat ini kurang bagus, dia tetap respek dengan Manahati Lestusen dkk. PS TNI tercecer di peringkat 14 kalsemen Liga 1 2017 dengan 26 poin, sedangkan BFC di posisi kedua dengan 40 poin, hanya tertinggal satu angka dari pemuncak klasemen Bali united.
"Mereka (PS TNI) selalu bermain ngotot. Apalagi di kandang. Pasti mereka akan mengeluarkan kemampuan terbaik mereka,"papar pelatih asal Skotlandia itu.
Simon menambahkan, timnya akan bermain dengan cara mereka sendiri. " Tidak ada pemain yang absen. Itu menguntungkan kami. Namun kami tidak bisa memainkan Evan dan Putu yang baru pulang dari SEA Games. Kami harus memberikan istirahat karena dua bulan mereka bekerja keras dan baru dalam beberapa hari kedepan akan gabung dengan tim," jlentreh Simon.
(sha)