Tersingkir di Babak Pertama, Anthony Akan Lakukan Ini
Kamis, 19 Oktober 2017 - 09:21 WIB
Tersingkir di Babak Pertama, Anthony Akan Lakukan Ini
A
A
A
ODENSE - Juara Korea Open Super Series 2017, Anthony Sinisuka Ginting mengungkapkan bahwa pemain Korea Selatan, Son Wan Ho jauh lebih siap ketimbang dirinya ketika mereka kembali bertemu di Denmark Terbuka 2017 di Odense, Kamis (19/10) dini hari WIB.
Anthony gagal mengulang sukses mengalahkan Son Wan Ho seperti di semifinal Korea Open Super Series. Kali ini, dia harus mengakui ketangguhan unggulan teratas Denmark Terbuka itu dengan kedudukan 23-21, 17-21, 17-21.
"Kalau cara permainan, kelebihan dan kekurangan lawan ya kurang lebih sama dengan di pertemuan sebelumnya. Tetapi kali ini dia lebih siap, enggak gampang membuat kesalahan sendiri dan tidak mudah dimatikan juga," ungkap Anthony di situs Badminton Indonesia.
"Saya memang sempat leading dan terkejar lawan, karena saat unggul itu saya selalu berinisiatif untuk menyerang dan tidak mengangkat shuttlecock. Tetapi Son sudah membaca hal ini," imbuhnya.
Secara keseluruhan, Anthony sendiri pada dasarnya tidak terlalu kecewa dengan penampilannya, karena kemampuannya sedikit banyak bisa keluar semua. "Sedikit kecewanya saat sudah memimpin tetapi malah kehilangan poin beruntun," lanjut pemain kelahiran 20 Oktober 1996.
Usai kekalahan tersebut, Anthony pun melakukan koreksi. Menurutnya, dia harus lebih siap dari segi mental dan pikiran. "Di beberapa turnamen terakhir, yang saya lakukan lebih disiapin mentalnya. Kalau teknik main itu tergantung kondisi di lapangan. Tetapi persiapan mental pikiran bisa dari malam sebelum bertanding," katanya.
"Kalau sudah siap, mau capek, mau usaha, istilahnya waktu masuk lapangan, lawan mau main apa saja ya saya ladeni," ujar Anthony.
Anthony gagal mengulang sukses mengalahkan Son Wan Ho seperti di semifinal Korea Open Super Series. Kali ini, dia harus mengakui ketangguhan unggulan teratas Denmark Terbuka itu dengan kedudukan 23-21, 17-21, 17-21.
"Kalau cara permainan, kelebihan dan kekurangan lawan ya kurang lebih sama dengan di pertemuan sebelumnya. Tetapi kali ini dia lebih siap, enggak gampang membuat kesalahan sendiri dan tidak mudah dimatikan juga," ungkap Anthony di situs Badminton Indonesia.
"Saya memang sempat leading dan terkejar lawan, karena saat unggul itu saya selalu berinisiatif untuk menyerang dan tidak mengangkat shuttlecock. Tetapi Son sudah membaca hal ini," imbuhnya.
Secara keseluruhan, Anthony sendiri pada dasarnya tidak terlalu kecewa dengan penampilannya, karena kemampuannya sedikit banyak bisa keluar semua. "Sedikit kecewanya saat sudah memimpin tetapi malah kehilangan poin beruntun," lanjut pemain kelahiran 20 Oktober 1996.
Usai kekalahan tersebut, Anthony pun melakukan koreksi. Menurutnya, dia harus lebih siap dari segi mental dan pikiran. "Di beberapa turnamen terakhir, yang saya lakukan lebih disiapin mentalnya. Kalau teknik main itu tergantung kondisi di lapangan. Tetapi persiapan mental pikiran bisa dari malam sebelum bertanding," katanya.
"Kalau sudah siap, mau capek, mau usaha, istilahnya waktu masuk lapangan, lawan mau main apa saja ya saya ladeni," ujar Anthony.
(nug)