Modal Buruk Tottenham Hotspur Hadapi Dua Tamu Istimewa
Jum'at, 27 Oktober 2017 - 11:39 WIB
Modal Buruk Tottenham Hotspur Hadapi Dua Tamu Istimewa
A
A
A
LONDON - Tottenham Hotspur kembali terjatuh ke bumi setelah terbang tinggi dalam satu pekan terakhir. Kekalahan 2-3 dari West Ham United di Wembley pada ajang Piala Liga, Kamis (26/10) menjadi penyebabnya.
Kekalahan yang sekaligus menjadi modal buruk anak asuh Mauricio Pochettino menjelang datangnya dua tamu istimewa ke Stadion Wembley. Istimewa karena The Lilywhites akan menjamu peringkat 2 klasemen sementara Liga Primer Manchester United (MU), Sabtu (28/10), dan penguasa Grup H Liga Champions Real Madrid, Kamis (2/11).
Melawan West Ham yang baru meraih dua kemenangan pada Liga Primer, pelatih asal Argentina itu melakukan tujuh perubahan dibandingkan saat menghancurkan Liverpool 1-4. Ada Michel Vorm di bawah mistar gawang, dilanjutkan Ben Davies, Juan Foyth, Danny Rose, Eric Dier, Moussa Sissoko, dan Fernando Llorente yang menjadi starter.
Mereka didampingi Toby Alderweireld, Kieran Trippier, Dele Alli, dan Heung-Min Son yang kembali ditampilkan. Hasilnya, Tottenham sudah leading dua gol sebelum babak pertama usai melalui Moussa Sissoko pada menit keenam dan Alli (37).
Sayang, keunggulan tersebut tak berlangsung lama karena Andre Ayew membalasnya pada menit ke-55 dan ke-60 serta Angelo Ogbona membenamkan mimpi tuan rumah meraih kemenangan lima menit kemudian. "Kami kurangnya agresif setelah semua yang kami lakukan pada babak pertama. Pada babak pertama semua terkendali. Pada babak kedua kami kehilangan sedikit menekan sehingga membiarkan mereka kembali ke permainan," kata Pochettino.
Pelatih yang pernah menukangi Espanyol tersebut menambahkan kekalahan dari West Ham menjadi tanggung jawabnya. Setelah menahan imbang (1-1) Madrid di Santiago Bernabeu, dan mempermalukan Liverpool, tim sempat terbang tinggi dan sekarang saatnya kembali ke bumi mencari solusi agar bisa bersaing pada pertandingan berikutnya.
"Saya kecewa. Dalam sepak bola terkadang Anda berada di langit setelah (melawan) Madrid dan Liverpool. Saya mengerti hari ini tidak mudah untuk memainkan kompetisi jenis ini jika melakukan rotasi. Tapi, ini tanggung jawab saya," tuturnya.
Beban Pochettino semakin berat karena saat melawan MU, Tottenham kemungkinan tidak akan diperkuat top skor klub dan Liga Primer Harry Kane. Penyerang berusia 24 tahun itu masih belum dipastikan kondisinya setelah harus ditarik keluar pada menit ke-88 saat menghadapi The Reds. Mencetak dua gol ke gawang Simon Mignolet, Kane kemudian meninggalkan lapangan sambil memegang pahanya dan diduga mengalami cedera hamstring.
"Akan kami lihat. Kami perlu mengevaluasi tim. Rotasi dilakukan karena alasan berbeda," ujarnya saat ditanya tentang kondisi Kane.
Membayangkan Tottenham tanpa Kane memang sulit. Musim ini dia menjadi mesin utama The Lilywhites untuk urusan produktivitas tim. Dengan delapan gol yang dimiliki, Kane menggusur Romelu Lukaku di daftar pencetak gol terbanyak. Di Liga Champions, Kane berhasil melesakkan lima gol ke gawang lawan.
Musim lalu Tottenham merasakan bagaimana sulitnya tampil tanpa Kane dalam 10 pertandingan pada Liga Primer. Tottenham hanya menghasilkan 5 menang dan 5 kali imbang. "Ini harus menjadi standar bagi kita dalam hal bertahan, dalam hal mengorbankan untuk tim. Kemenangan memberi energi, dan kesegaran. Sekarang besok di tempat latihan, tidak ada yang akan merasa lelah," tandas Pelatih West Ham United Slaven Bilic.
Kekalahan yang sekaligus menjadi modal buruk anak asuh Mauricio Pochettino menjelang datangnya dua tamu istimewa ke Stadion Wembley. Istimewa karena The Lilywhites akan menjamu peringkat 2 klasemen sementara Liga Primer Manchester United (MU), Sabtu (28/10), dan penguasa Grup H Liga Champions Real Madrid, Kamis (2/11).
Melawan West Ham yang baru meraih dua kemenangan pada Liga Primer, pelatih asal Argentina itu melakukan tujuh perubahan dibandingkan saat menghancurkan Liverpool 1-4. Ada Michel Vorm di bawah mistar gawang, dilanjutkan Ben Davies, Juan Foyth, Danny Rose, Eric Dier, Moussa Sissoko, dan Fernando Llorente yang menjadi starter.
Mereka didampingi Toby Alderweireld, Kieran Trippier, Dele Alli, dan Heung-Min Son yang kembali ditampilkan. Hasilnya, Tottenham sudah leading dua gol sebelum babak pertama usai melalui Moussa Sissoko pada menit keenam dan Alli (37).
Sayang, keunggulan tersebut tak berlangsung lama karena Andre Ayew membalasnya pada menit ke-55 dan ke-60 serta Angelo Ogbona membenamkan mimpi tuan rumah meraih kemenangan lima menit kemudian. "Kami kurangnya agresif setelah semua yang kami lakukan pada babak pertama. Pada babak pertama semua terkendali. Pada babak kedua kami kehilangan sedikit menekan sehingga membiarkan mereka kembali ke permainan," kata Pochettino.
Pelatih yang pernah menukangi Espanyol tersebut menambahkan kekalahan dari West Ham menjadi tanggung jawabnya. Setelah menahan imbang (1-1) Madrid di Santiago Bernabeu, dan mempermalukan Liverpool, tim sempat terbang tinggi dan sekarang saatnya kembali ke bumi mencari solusi agar bisa bersaing pada pertandingan berikutnya.
"Saya kecewa. Dalam sepak bola terkadang Anda berada di langit setelah (melawan) Madrid dan Liverpool. Saya mengerti hari ini tidak mudah untuk memainkan kompetisi jenis ini jika melakukan rotasi. Tapi, ini tanggung jawab saya," tuturnya.
Beban Pochettino semakin berat karena saat melawan MU, Tottenham kemungkinan tidak akan diperkuat top skor klub dan Liga Primer Harry Kane. Penyerang berusia 24 tahun itu masih belum dipastikan kondisinya setelah harus ditarik keluar pada menit ke-88 saat menghadapi The Reds. Mencetak dua gol ke gawang Simon Mignolet, Kane kemudian meninggalkan lapangan sambil memegang pahanya dan diduga mengalami cedera hamstring.
"Akan kami lihat. Kami perlu mengevaluasi tim. Rotasi dilakukan karena alasan berbeda," ujarnya saat ditanya tentang kondisi Kane.
Membayangkan Tottenham tanpa Kane memang sulit. Musim ini dia menjadi mesin utama The Lilywhites untuk urusan produktivitas tim. Dengan delapan gol yang dimiliki, Kane menggusur Romelu Lukaku di daftar pencetak gol terbanyak. Di Liga Champions, Kane berhasil melesakkan lima gol ke gawang lawan.
Musim lalu Tottenham merasakan bagaimana sulitnya tampil tanpa Kane dalam 10 pertandingan pada Liga Primer. Tottenham hanya menghasilkan 5 menang dan 5 kali imbang. "Ini harus menjadi standar bagi kita dalam hal bertahan, dalam hal mengorbankan untuk tim. Kemenangan memberi energi, dan kesegaran. Sekarang besok di tempat latihan, tidak ada yang akan merasa lelah," tandas Pelatih West Ham United Slaven Bilic.
(amm)