Pelatih Ungkap Tiga Alasan Ceraikan Praveen/Debby

Jum'at, 15 Desember 2017 - 21:00 WIB
Pelatih Ungkap Tiga...
Pelatih Ungkap Tiga Alasan Ceraikan Praveen/Debby
A A A
DUBAI - Pelatih Ganda Campuran, Richard Mainaky, punya tiga alasan memutuskan untuk memisahkan Praveen Jordan/Debby Susanto yang sudah kurang lebih empat tahun berpasangan. Praveen/Debby juga belum berhasil meraih hasil maksimal di turnamen terakhir Super Series Final 2017.

Sedianya Praveen/Debby diharapkan menjadi pelapis Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir yang hingga kini masih menjadi ganda campuran nomor satu Indonesia. Di major event seperti olimpiade, Praveen/Debby berhasil mengamankan satu tiket saat di Rio 2016, sebelum akhirnya mereka dikalahkan Tontowi/Liliyana.

Praveen/Debby juga diharapkan untuk dapat menjadi ganda campuran kedua di Asian Games 2018, sebuah event olahraga terbesar di Asia yang bakal dihelat di Jakarta.

Mengawali duet mereka di tahun 2014, Praveen/Debby cukup menjanjikan dengan berhasil merebut medali perunggu Asian Games 2014. Kala itu, dua dari tiga posisi di podium ganda campuran ditempati oleh wakil Indonesia, dimana Tontowi/Liliyana mendapat medali perak.

Praveen/Debby juga mencatatkan nama mereka di jajaran pebulutangkis yang menjadi kampiun di ajang bergengsi All England 2016.

Namun seiring berjalannya waktu, prestasi Praveen/Debby terus menurun. Bahkan tak jarang mereka ditaklukkan lawan yang diatas kertas tidak diunggulkan. Kondisi ini tentunya cukup mengkhawatirkan dan menimbulkan keraguan jelang Asian Games 2018.

"Alasan pertama, memang untuk refreshing. Kedua, untuk mengantisipasi pasangan kedua di Asian Games 2018. Saya lihat hasil Praveen/Debby belum konsisten. Ketiga, sebagai shock therapy untuk Praveen supaya dia tidak merasa di posisi yang aman. Karena fokus dan konsentrasinya selalu naik turun," kata Richard kepada Badmintonindonesia.org.

Dari sekian banyak pemain putra di tim ganda campuran, Richard justru melirik Ricky Karanda Suwardi yang merupakan pemain ganda putra. Meskipun fokus di nomor ganda putra, Ricky ternyata punya dasar bermain ganda campuran, ia sudah beberapa kali juga bertanding di nomor ganda campuran di beberapa kejuaraan dalam negeri.

"Yang jelas Debby sudah matang dan berpengalaman, ya harus didampingi pemain yang sudah punya pengalaman dan berkualitas. Lain cerita kalau untuk jangka panjang bisa sama pemain muda, tetapi untuk Asian Games waktunya relatif pendek dan kebutuhannya mendesak," jelas Richard.

"Ada tiga pasangan yang akan saya beri kesempatan di Asian Games 2018 selain Tontowi/Liliyana, mereka adalah Praveen/Melati (Daeva Oktavianti), Ricky/Debby dan Hafiz (Faisal)/Gloria (Emanuelle Widjaja). Namun tidak tertutup kemungkinan juga pemain lain jika bisa meraih hasil yang lebih baik," tambahnya.
(nug)
Berita Terkait
Grand Final IEL University...
Grand Final IEL University Super Series 2020 Berlangsung Online
PMID Malang Melaju ke...
PMID Malang Melaju ke Final Nasional Super Esport Series 2022
Grand Final Superchallenge...
Grand Final Superchallenge Super Esports Series Season 2 Berakhir Sukses
Final Nasional Super...
Final Nasional Super Challenge Super Esports Series 2022, Tiga Jawara Berebut Hadiah Ratusan Juta
Masuki Grand Final,...
Masuki Grand Final, IEL University Super Series Season 3 Semakin Sengit
Bidik Tiket Grand Final...
Bidik Tiket Grand Final Super Esport Series Season 2, Peserta Siapkan Strategi
Berita Terkini
Drama Injury Time! Qatar...
Drama Injury Time! Qatar Gagalkan Kemenangan Swiss
2 jam yang lalu
Brasil vs Maroko: Peluang...
Brasil vs Maroko: Peluang Selecao Kalahkan Singa Atlas Capai 58,6 Persen
3 jam yang lalu
PB LEMKARI Gelar Kongres...
PB LEMKARI Gelar Kongres Luar Biasa 2026, Sempurnakan Nama dan Logo Organisasi
4 jam yang lalu
Brasil vs Maroko: Misi...
Brasil vs Maroko: Misi Selecao Akhiri Dahaga Gelar Dimulai
4 jam yang lalu
Tim Putri UBAYA dan...
Tim Putri UBAYA dan Tim Putra Perbanas Juara Campus League Basketball Season 1 2026
6 jam yang lalu
Ahmad Sahroni Bentuk...
Ahmad Sahroni Bentuk ASC Padel, Rekrut Pelatih Spanyol untuk Cetak Atlet
12 jam yang lalu
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved