All New R15 Junior Pro Sedot Perhatian di Putaran Perdana YSR 2018
Minggu, 08 April 2018 - 14:42 WIB
All New R15 Junior Pro Sedot Perhatian di Putaran Perdana YSR 2018
A
A
A
BOGOR - Sebanyak 215 starter meramaikan putaran perdana gelaran Yamaha Sunday Race (YSR) 2018 yang berlangsung di Sirkuit Sentul, Bogor. Mereka akan berkompetisi di 10 kelas lomba yang diselenggarakan langsung oleh Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM).
Seperti menjadi tradisi, kategori R25 Comm B menjadi kelas terfavorit dengan peserta terbanyak 62 starter, mereka berasal dari komunitas yang setia ikut YSR selama tiga tahun terakhir sejak 2015 lalu.
Sementara bagi peserta yang melakukan debut di musim ini telah diberi kelas khusus R25 Comm B Beginner, dan luar biasanya bisa langsung menyedot 29 pembalap.
Di tahun ini, yang lebih menyedot perhatian adalah aksi adik-adik pembalap Junior Pro YSR 2018 kali ini, khusus dipersiapkan mengendarai All New R15. Kelas yang dilabeli All New R15 Idemitsu Junior Pro, pesertanya berasal dari para pembalap junior yang selama ini bertarung di kelas Motoprix MP5 dan MP6 sebanyak 17 pembalap muda berbakat. Mereka tidak boleh berusia lebih dari 16 tahun, karena diproyeksikan untuk pembalap masa depan Indonesia.
Mereka datang dari berbagai penjuru tanah air dari Pulau Sumatera, Sulawesi, Kalimantan, Madura dan Jawa. Seperti Nia Ramdhani asal Medan, Sumatera Utara, kemudian Andi Mahmud Mappeganti dari Sulawesi Tengah ataupun Fahmi Basam asal Sulawesi Tengah. Mereka bernaung di sekolah balap seperti D45 Road Racing Academy, Bob’s R7 Racing School, Rey Racing School dan Hendriansyah Racing School.
Perkembangan mengejutkan saat kualifikasi terjadi penajaman waktu yang signifikan. Hal ini sangat membuat penyelenggara optimistis metode edukasi balap sport yang terseleksi dan terarah ini mampu mengakselerasi kemajuan dunia balap di Indonesia.
“Metode belajar bersama dengan pembalap senior yang sangat berpengalaman sangat efektif. Dimulai Dengan briefing pagi hari, dilanjutkan medical check-up agar mereka dapat mengetahui kondisi tubuh mereka sendiri dan ditekankan kepada pembalap muda tersebut pentingnya Persiapan diri sebelum balapan. Dicontohkan cara komunikasi intensif dengan teknisi, review hasil latihan dan cara mengevaluasinya, lengkap pokoknya," jelas Kadek Suma, Divisi Motor Sports PT. YIMM, dalam rilisnya.
Hasilnya luar biasa, pembalap pembalap muda tersebut mengalami peningkatan waktu yang sangat tajam saat kualifikasi dibandingkan saat latihan bebas. Seperti petarung asal Sulawesi dari tim Yamaha PRS, Fahmi Basam yang sebelumnya mengukir 2 menit 08,262 detik (FP), kemudian menjadi 2 menit 02,284 detik saat kualifikasi Sabtu (7/4/2018).
"Saya memperbaiki racing-line berdasarkan masukan yang saya terima dari Instruktur dan yang utama ialah makin bersemangat dan optimis dapat mempertajam catatan waktu,“ tutur pembalap berusia 13 tahun, Fahmi Basam yang beberapa waktu lalu merebut podium juara MP5 dan MP6 dalam Motorprix 2018 Sidrap, Sulsel.
Seperti menjadi tradisi, kategori R25 Comm B menjadi kelas terfavorit dengan peserta terbanyak 62 starter, mereka berasal dari komunitas yang setia ikut YSR selama tiga tahun terakhir sejak 2015 lalu.
Sementara bagi peserta yang melakukan debut di musim ini telah diberi kelas khusus R25 Comm B Beginner, dan luar biasanya bisa langsung menyedot 29 pembalap.
Di tahun ini, yang lebih menyedot perhatian adalah aksi adik-adik pembalap Junior Pro YSR 2018 kali ini, khusus dipersiapkan mengendarai All New R15. Kelas yang dilabeli All New R15 Idemitsu Junior Pro, pesertanya berasal dari para pembalap junior yang selama ini bertarung di kelas Motoprix MP5 dan MP6 sebanyak 17 pembalap muda berbakat. Mereka tidak boleh berusia lebih dari 16 tahun, karena diproyeksikan untuk pembalap masa depan Indonesia.
Mereka datang dari berbagai penjuru tanah air dari Pulau Sumatera, Sulawesi, Kalimantan, Madura dan Jawa. Seperti Nia Ramdhani asal Medan, Sumatera Utara, kemudian Andi Mahmud Mappeganti dari Sulawesi Tengah ataupun Fahmi Basam asal Sulawesi Tengah. Mereka bernaung di sekolah balap seperti D45 Road Racing Academy, Bob’s R7 Racing School, Rey Racing School dan Hendriansyah Racing School.
Perkembangan mengejutkan saat kualifikasi terjadi penajaman waktu yang signifikan. Hal ini sangat membuat penyelenggara optimistis metode edukasi balap sport yang terseleksi dan terarah ini mampu mengakselerasi kemajuan dunia balap di Indonesia.
“Metode belajar bersama dengan pembalap senior yang sangat berpengalaman sangat efektif. Dimulai Dengan briefing pagi hari, dilanjutkan medical check-up agar mereka dapat mengetahui kondisi tubuh mereka sendiri dan ditekankan kepada pembalap muda tersebut pentingnya Persiapan diri sebelum balapan. Dicontohkan cara komunikasi intensif dengan teknisi, review hasil latihan dan cara mengevaluasinya, lengkap pokoknya," jelas Kadek Suma, Divisi Motor Sports PT. YIMM, dalam rilisnya.
Hasilnya luar biasa, pembalap pembalap muda tersebut mengalami peningkatan waktu yang sangat tajam saat kualifikasi dibandingkan saat latihan bebas. Seperti petarung asal Sulawesi dari tim Yamaha PRS, Fahmi Basam yang sebelumnya mengukir 2 menit 08,262 detik (FP), kemudian menjadi 2 menit 02,284 detik saat kualifikasi Sabtu (7/4/2018).
"Saya memperbaiki racing-line berdasarkan masukan yang saya terima dari Instruktur dan yang utama ialah makin bersemangat dan optimis dapat mempertajam catatan waktu,“ tutur pembalap berusia 13 tahun, Fahmi Basam yang beberapa waktu lalu merebut podium juara MP5 dan MP6 dalam Motorprix 2018 Sidrap, Sulsel.
(bbk)