Kelas R25 Comm B Beginner Semakin Berkembang

Minggu, 06 Mei 2018 - 14:04 WIB
Kelas R25 Comm B Beginner...
Kelas R25 Comm B Beginner Semakin Berkembang
A A A
BOGOR - Seri kedua Yamaha Sunday Race 2018 yang dihelat di Sirkuit Sentul, Bogor, 5-6 Juni 2018, menyedot sebanyak 211 starter yang akan tampil di 10 kelas yang kebanyakan kategori komunitas.

Hajatan ini merupakan wujud apresiasi Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) terhadap komunitas di berbagai daerah.

Yang patut dicermati adalah kelas baru R25 Comm B beginner yang memang diperuntukkan untuk pembalap pemula yang baru ataupun kurang berpengalaman. Dalam hal ini, ikut serta 25 starter yang berasal dari wilayah DKI Jakarta, Jabar dan Banten. Mereka membawa nama tim YROI (Yamaha R25 Owners Indonesia), kemudian Cornering Indonesia, Yamaha R25 Rider Club Indonesia (YARRCI) dan YRFI.

“Yamaha selalu melakukan improve untuk mengakomodir keinginan teman-teman komunitas Seperti juga kelas R25 Comm B Beginner yang dikhususkan untuk pembalap-pembalap baru yang ingin balapan di Sentul. Jadi kita selalu meningkatkan penyajian balapan Yamaha Sunday Race dari waktu ke waktu,“ ungkap Kadek Suma, Divisi Motor Sports YIMM dalam siaran persnya.

Perkembangan spesial terbukti berlangsung di kategori R25 Comm B Beginner. Proses edukasi dan komunikasi yang dilakukan konsisten, pada akhirnya semakin mempertajam catatan waktu. Seperti yang dilakukan oleh Habil Yusuf Ibrahim dari tim Yamaha R25 Owners Indonesia yang merebut pole-position dengan waktu tercepat 1 menit 58,751 detik dengan kecepatan rata-rata 119,7 km/jam.

Padahal saat seri perdana, Habil Yusuf Ibrahim mengukir waktu 2 menit 03,029 detik dan berada di deretan ke-3. Untuk waktu tercepat saat seri pertama dipegang Rafli Yazid Erfandi yang menorehkan waktu 2 menit 02,355 detik. Jadi semakin tajam sekitar 3,6 detik. Perubahan yang sangat drastis atau luar biasa.

Pihak YIMM memang tidak sekadar menyajikan sarana balapan di Sirkuit Sentul. Ada langkah edukasi yang diberikan dengan fasilitas Riding Analyzer. Komunitas dapat mengetahui dan memahami dimana letak kekurangannya dalam konteks racing line, titik pengereman dan cornering. Data ini yang kemudian dipelajari dan diterapkan dalam setiap tahap balapan untuk bisa meraih catatan waktu yang lebih optimal.

(nug)
wa-channel
Follow
Berita Terkait
Balap Motor Ojek Gabah...
Balap Motor Ojek Gabah di Desa Tegalsari Batang
Bak Pembalap Motocross...
Bak Pembalap Motocross Pro, 100 Warga Gowa Ikuti Balap Motor Pengangkut Gabah
Jalan Gunung Sahari...
Jalan Gunung Sahari Jadi Ajang Balap Liar, Warga Duga Ada Taruhan Uang
Dikenalkan ke Bikers,...
Dikenalkan ke Bikers, Inovasi Balap untuk Motor Harian
Polda Metro Jaya Gelar...
Polda Metro Jaya Gelar Balap Jalanan di Cikarang
Raih Poin Pertama di...
Raih Poin Pertama di Ajang WSSP, Galang Hendra Makin Termotivasi
Berita Terkini
Mesir Koyak Gawang Australia...
Mesir Koyak Gawang Australia di Babak Pertama
2 jam yang lalu
Inggris vs Meksiko Terancam...
Inggris vs Meksiko Terancam Ditunda akibat Badai Petir
3 jam yang lalu
VAR Batalkan Gol Kroasia...
VAR Batalkan Gol Kroasia atas Portugal, FIFA: Teknologi Canggih Bola Trionda Deteksi Sentuhan Matanovic
8 jam yang lalu
Formula E Shanghai Round...
Formula E Shanghai Round 13 Siap Digelar, Saksikan Keseruannya di VISION+
12 jam yang lalu
Tuchel Kritik FIFA,...
Tuchel Kritik FIFA, Timnas Inggris Dipaksa Lawan Meksiko dalam Kondisi Tak Menguntungkan
13 jam yang lalu
VAR Untungkan Portugal...
VAR Untungkan Portugal di Piala Dunia 2026, Kenapa Gol Injury Time Kroasia Dianulir?
15 jam yang lalu
Terpopuler
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved