Masyarakat Jambi Sambut Festival Olahraga Tradisional 2018

Minggu, 08 Juli 2018 - 01:04 WIB
Masyarakat Jambi Sambut...
Masyarakat Jambi Sambut Festival Olahraga Tradisional 2018
A A A
JAMBI - Antusiasme warga Jambi mulai dari anak-anak, remaja hingga dewasa, patut diacungi jempol dalam mensukseskan Festival Olahraga Tradisional Tingkat Nasional 2018 yang berlangsung di Tanah Pilih Pesako Betuah itu, pasalnya, ribuan orang memadati lapangan Kantor Gubernur Jambi, yakni lokasi pembukaan pada Sabtu (7/7/2018) malam.

Seperti halnya Sumiati, orang tua dari Kasih, siswa SD 26 Kota Jambi yang jauh-jauh datang dari Kecamatan Danau Sipin untuk mensupport anaknya ikut senam massal dalam acara tersebut.

Senam massal memang hanya sebagai menu penutup dari acara pembukaan Festival Olahraga Tradisional. Namun menurut Sumiati, kegiatan ini sangat positif agar anak-anak gemar berolahraga. Kalau senam massal dikatakannya tiap minggu pagi rutin digelar di Lapangan Kantor Gubernur Jambi. Tapi olahraga tradisional boleh dibilang sama sekali tak pernah terlihat.

"Anak-anak sekarang lebih suka main handphone daripada menggerakan badannya berolahraga. Beda dengan zaman kami yang setiap hari bermain sambil olahraga tradisional seperti hadang. Dengan adanya festival ini mudah-mudahan olahraga tradisional kembali tumbuh dan berkembang," ujarnya.

Festival Olahraga Tradisional ini merupakan gawean Kemenpora pimpinan Menpora Imam Nahrawi. Kegiatan ini bukan hanya untuk menyehatkan masyarakat tapi juga mengangkat kembali warisan budaya bangsa yang boleh dibilang nyaris tak tersentuh oleh generasi zaman now.

Program yang dikomandoi oleh Raden Isnanta, selaku Deputi III Pembudayaan Olahraga Kemenpora ini terbilang sukses, pasalnya, sebanyak 18 provinsi dan dua kabupaten Jambi dengan 250 atletnya ikut berpartisipasi. Mereka akan menampilkan 19 jenis permainan olahraga tradisional.

Tuan rumah Jambi misalnya menampilkan permainan suruk-surukan. Permainan ini menampilkan ketangkasan anak-anak mencari sesuatu yang tersembunyi.

Daerah lainnya seperti Kalimantan Selatan menyajikan jenis permainan Kacapak Kacabau. Permainan ketangkasan yang mengandung hiburan ini biasanya dimainkan di atas sungai. Namun, bisa diaplikasi di darat dengan mendesain sebuah kolam persegi empat.

"Sebetulnya banyak daerah yang ingin memamerkan permainan olahraga tradisionalnya. Tapi karena alokasi anggaran mereka terbatas, jadi urung tampil," kata Witarsa, Kepala sub Bidang Pengelolaan Olahraga Tradisional Kemenpora.

"Disinilah para daerah mempromosikan jenis permainan olahraga tradisionalnya. Bila dari permainan yang ditampilkan ini ada kesamaan satu daerah dengan daerah lainnya maka akan dibakukan," jelasnya.

Sementara itu, Raden Isnanta yang membuka event ini berharap Festival Olahraga Tradisional ini benar-benar dapat dinikmati oleh semua lapisan masyarakat, bukan hanya di Jambi tapi seluruh pelosok negeri.
Masyarakat Jambi Sambut Festival Olahraga Tradisional 2018

Menurutnya, olahraga tradisional mungkin sesuatu yang kurang populer. Karena generasi anak sekarang sudah terjebak oleh budaya asing. Dia pun mengajak masyarakat untuk sama-sama bergerak dan bangkitkan olahraga warisan leluhur ini dalam program Ayo Olahraga.

"Pembangunan olahraga bukan hanya yang bertujuan untuk prestasi, tapi semua jenis olahraga rekreasi juga patut diviralkan virus positifnya," tandas Isnanta yang disambut dengan 100 tembakan kembang api ke udara.

Sementara itu Kadispora Provinsi Jambi, Wahyudin dalam laporannya mengatakan Jambi siap menggelar Festival Olahraga Tradisional dan Liga Santri regional dengan baik dan sepenuh hati.

"Sebagai upaya pelestarian budaya tradisional, Jambi sangat peduli mengembangkannya ke masyarakat. Kami berharap jenis olahraga tradisional ini dapat disejajarkan dengan olahraga prestasi," ujarnya.

Sekretariat Daerah (Sekda) Jambi M Dianto yang mewakili Gubernur Jambi, Fachrori Umar, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Menpora Imam Nahrawi yang telah memberikan kepercayaan kepada Jambi menghelat Festival Olahraraga Tradisionl dan Liga Santri regional Kota Jambi.

Disebutkan Dianto, Liga Santri yang digelar pada 8-14 Juli diikuti oleh 31 pondok pesantren dari 11 kabupaten kota Jambi.

"Kita patut menjaga kegiatan ini karena olahraga tradisional merupakan kekayaan bangsa yang tersebar ke seluruh Indonesia. Pun memiliki nilai luhur dan sejarah yang panjang dalam kehidupan bermasyarakat," imbuh Dianto.
(sha)
Berita Terkait
Senyum Dito Ariotedjo...
Senyum Dito Ariotedjo saat Dipanggil Prabowo ke Kertanegara
Menpora dan Komisi X...
Menpora dan Komisi X DPR Bahas Pemangkasan Anggaran Rp1,29 Triliun untuk 202
Menpora Dito Terima...
Menpora Dito Terima Kunjungan Organisasi Kerja Sama Islam Hissein Brahim Taha
Piala Menpora Jadi Benchmark...
Piala Menpora Jadi Benchmark Bergulirnya Kompetisi Olahraga di Indonesia
Terpilih Sebagai Waketum...
Terpilih Sebagai Waketum PSSI, Menpora Belum Pastikan Pengunduran Dirinya
Ini Sosok Dito Ariotedjo,...
Ini Sosok Dito Ariotedjo, Menpora Baru Pilihan Jokowi
Berita Terkini
Piala Dunia 2026 Bikin...
Piala Dunia 2026 Bikin FIFA Tajir, Lebih dari Rp136 Triliun Masuk Kantong
1 jam yang lalu
FIFA Selidiki Spanduk...
FIFA Selidiki Spanduk Kontroversial Argentina soal Kepulauan Falkland
2 jam yang lalu
Final Piala Dunia 2026:...
Final Piala Dunia 2026: New York Dikepung Kabut Asap, Laga Spanyol vs Argentina Terancam?
3 jam yang lalu
Celuk Open 2026, Turnamen...
Celuk Open 2026, Turnamen Tenis yang Gaungkan Wellness
13 jam yang lalu
Indonesia Lampaui Target...
Indonesia Lampaui Target di Kejuaraan Tinju Asia U-19 & U-23 2026, Raih 7 Medali
14 jam yang lalu
Resmi Kolaborasi dengan...
Resmi Kolaborasi dengan MNC Group untuk Piala AFF 2026, Reza Arap: Saya Merasa Sangat Terhormat
15 jam yang lalu
Infografis
Sejarah Boikot Olahraga...
Sejarah Boikot Olahraga Dunia dan Ancaman Jerman Mundur dari Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved