Inasgoc Target Jual 2 Juta Tiket

Selasa, 24 Juli 2018 - 14:31 WIB
Inasgoc Target Jual...
Inasgoc Target Jual 2 Juta Tiket
A A A
Panitia Penyelenggara Asian Games (Inasgoc) 2018 optimistis penjualan tiket pertandingan mencapai target, yakni 2 juta lembar.
Alasannya, distribusi tiket bagi suporter sudah dilakukan secara online dan tidak terpusat di venue cabang olahraga. Deputi II Inasgoc Francis Wanandi menyatakan target penjualan tiket sudah melalui perhitungan matang dan mempertimbangkan jumlah suporter setiap cabang olahraga. Salah satunya Asian Games digelar di tiga kota, yakni Jakarta, Jawa Barat, dan Palembang dengan jumlah penduduk relatif sangat besar. Selain itu, minat masyarakat terhadap beberapa cabang olahraga seperti sepak bola cukup tinggi.

“Target 2 juta itu untuk penjualan tiket, belum termasuk penontonnya selama Asian Games. Itu hasil hitunghitungan kita dan optimistis tercapai. Apalagi, untuk penjualan tiketnya sudah dilakukan online sehingga tidak perlu antre di venue,” kata Prancis, di sela peluncuran kerja sama penjualan tiket online Asian Games antara BNI dan KiosTix di Jakarta, kemarin.

Menurut dia, masyarakat diharapkan bisa memberikan dukungan langsung bagi 900 atlet Indonesia yang tampil di Asian Games. Apalagi, pada ajang ini kontingen Merah Putih membutuhkan dukungan moral lantaran menargetkan masuk 10 besar perolehan medali.

Selain itu, ajang empat tahunan ini menjadi kesempatan emas bagi masyarakat untuk menyaksikan atlet-atlet dunia bertanding secara langsung. Diperkirakan akan ada minimal 15.000 atlet serta ofisial negara peserta yang terlibat di Asian Games sekaligus yang terbesar sepanjang sejarah.

“Kami berharap masyarakat antusias menyambut Asian Games. Apalagi, untuk memperoleh tiket sangat gampang, sudah cashless. Seperti BNI yang sudah mengaplikasikan pembayaran digital untuk memudahkan penonton mendapatkan tiket,” ujarnya.

Sementara itu, BNI sebagai Official Prestige Digital Banking Partner Asian Games 2018 menjalin kerja sama dengan kiosTix untuk penjualan tiket secara online melalui aplikasi yap! (Your All Payment). Direktur Bisnis Ritel BNI Tambok P Setyawati menuturkan, pihaknya memberikan diskon 72% untuk pembelian tiket melalui aplikasi yap! sebagai metode pembayaran di kiosTix.

Program ini berlaku untuk pembelian seluruh jenis tiket pertandingan, baik di Jakarta, Palembang, atau venue di Jawa Barat. Tiket yang disiapkan mulai dari opening , pertandingan, hingga closing serta tiket terusan.

“Tentunya ini menjadi kesempatan bagi pencinta olahraga untuk mendapatkan tiket terusan dengan harga spesial melalui sistem pembayaran cashless. Seluruh program diskon pembelian tiket tersebut berlaku untuk metode pembayaran melalui aplikasi yap! dan Kartu Kredit BNI di kiosTix,” ujar Tambok. Tidak hanya pembelian tiket, aplikasi yap! dan Kartu BNI TapCash juga dapat digunakan untuk transportasi dan transaksi di ritel dan UMKM.

General Manager Divisi EBanking BNI Anang Fauzie menyatakan, sebagai official prestige digital banking, BNI menargetkan penambahan minimal 100 ribu pengguna baru yap! selama Asian Games. “Melalui kerja sama ini kami berharap bisa memberikan dukungan penyelenggaraan Asian Games yang secara langsung berdampak pada perekonomian,” tandasnya.
(don)
Berita Terkini
Leg Kedua Final Four...
Leg Kedua Final Four Pro Futsal League 2026, Satu Langkah Menuju Partai Pamungkas
52 menit yang lalu
MotoGP 2026 Berlanjut...
MotoGP 2026 Berlanjut ke Hungaria, Simak Jadwal Lengkap dan Link Nonton di VISION+
1 jam yang lalu
Hasil Indonesia Open...
Hasil Indonesia Open 2026: Putri Kusuma Wardani Takluk dari Chen Yu Fei
1 jam yang lalu
Premier Padel Italia...
Premier Padel Italia 2026 Masuk Babak Penentuan, Nonton Perempat Final hingga Final di VISION+
1 jam yang lalu
Formula 1 Monako 2026...
Formula 1 Monako 2026 Digelar, Panaskan Akhir Pekan! Nonton Streaming di VISION+
2 jam yang lalu
Preview Timnas Indonesia...
Preview Timnas Indonesia vs Oman: Rizky Ridho Jadi Kapten, Calvin Verdonk Siap Tampil
7 jam yang lalu
Infografis
5 Badan Intelijen Terbaik...
5 Badan Intelijen Terbaik pada 2025, Nomor 2 Paling Kejam dan Kontroversial
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved