Perez dan Sistem Pemilihan Langsung Presiden Madrid

Rabu, 31 Oktober 2018 - 09:27 WIB
Perez dan Sistem Pemilihan...
Perez dan Sistem Pemilihan Langsung Presiden Madrid
A A A
MADRID - Demi citra, Florentino Perez rela melakukan apa saja. Dia rela memecat pelatih dengan nama besar, bergelimang gelar, jika memang dianggap berpotensi mengganggu citranya sebagai penguasa tertinggi di Real Madrid.

Sikap Perez bukan tanpa alasan. Dia adalah pria pekerja keras yang memulai semuanya dari bawah. Sebagai pribadi dia memiliki karier terbilang lengkap. Dia adalah pengusaha, politisi juga pernah menjadi birokrat di pemerintahan Spanyol. Wajar jika dia memiliki semua kemampuan untuk selalu menjadi penguasa di Santiago Bernabeu.

Julen Lopetegui adalah contoh bagaimana Perez tak pernah mau disalahkan atas keterpurukan tim. Melepas Cristiano Ronaldo dan tak mau mengeluarkan dana besar untuk membeli pemain bintang, pemecatan Lopetegui menjadi penanda bahwa kegagalan itu bukan karena dirinya gagal di bursa transfer, tapi murni faktor pelatih.

Lopetegui menjadi pelatih ke-13 yang digusur pengusaha berusia 71 tahun itu. Pada peiode pertama kepe mim pinannya 2000-2006, Perez memiliki enam pelatih. Vicente del Bosque menjadi pelatih terlama karena bekerja selama tiga tahun.

Tetapi tiga berikutnya, Madrid dilatih lima pelatih berbeda, yakni Carlos Queiroz, Jose Antonio Camacho, Mariano Garcia Remon, Vanderley Luxemburgo, dan Juan Ramon Lopez Caro. Pada periode kedua menjadi presiden mulai dari 2009-2018, dia telah bekerja sama dengan Manuel Pellegrini, Jose Mourinho, Carlo Ancellotti, Zinedine Zidane, Rafael Benitez, dan Lopetegui.

Terakhir adalah Santiago Solari. Bukan hanya kepada pelatih, Perez juga tak pernah benar-benar memiliki rasa cinta pada pemainnya. Bahkan kepada seorang Cristiano Ronaldo. Seperti ditulis Marca, Ronaldo mengaku jika Perez hanya menganggap dia sebagai rekan bisnis.

“Perez tidak pernah melihat saya dengan cara apa pun selain sebagai bagian dari hubungan bisnis,” kata Ronaldo yang sekarang berada di Juventus. Pemain asal Portugal itu menambahkan, semua yang dia sampaikan tidak pernah dari hati.

Dia merasa selama di klub, terutama dari presiden bahwa mereka tidak lagi menganggapnya sama seperti saat kali pertama datang. Perez, kata Ronaldo, memandang dia seolah-olah tidak lagi sangat penting bagi Real Madrid.

Ronaldo juga ingin menekankan bahwa kepindahannya ke Italia tidak termotivasi secara finansial dan menjelaskan mengapa alasan sepak bola meyakinkannya bahwa Juventus adalah yang terbaik.

“Jika itu semua tentang uang, saya akan pindah ke China, di mana saya akan mendapatkan lima kali lebih banyak daripada di sini atau di Real Madrid,” kata mantan pemain Manchester United itu.

Lalu dari mana sikap Perez muncul? Jawabannya karena beberapa klub di Spanyol, termasuk Real Madrid, menggunakan sistem presidensial. Karena presiden klub dipilih melalui para socis. Anggota socis berhak menentukan pilihan mereka dalam rangkaian pemilihan umum yang digelar antara 4-6 tahun sekali.

Siapa yang akan memimpin kesebelasan ditentukan pilihan para socis ini. Selama kampanye, calon presiden akan memaparkan ambisi mereka untuk klub dari semua aspek, bisnis, keuangan, dan pemain.

Iming-iming mendatangkan pemain bintang dan pelatih besar, biasanya lebih mudah memikat para pemilik suara. Selanjutnya gelar serta kompetensi atas rival terbesar juga menjadi acuan pada para socis. Kalau sudah begitu? Wajar jika Perez terlihat kejam.
(don)
Berita Terkait
Benzema Cedera, Luka...
Benzema Cedera, Luka Jovic Tebar Pesona di Laga Real Madrid vs Real Sociedad
Real Madrid Kembali...
Real Madrid Kembali ke Santiago Bernabeu saat Menjamu Celta Vigo Pekan Ini
Real Madrid Tumbang...
Real Madrid Tumbang Oleh Rangers di Laga Pramusim
Bekuk Vallecano, Real...
Bekuk Vallecano, Real Madrid Kuasai Puncak Klasemen Liga Spanyol
Madrid Buntuti Atletico...
Madrid Buntuti Atletico di Pucuk Pimpinan La Liga
Bertandang ke Markas...
Bertandang ke Markas Elche, Real Madrid tanpa Benzema
Berita Terkini
Jelang Timnas Indonesia...
Jelang Timnas Indonesia Vs Mozambik, Beckham Putra Tulis Pesan Motivasi
1 jam yang lalu
Jonatan Christie Tak...
Jonatan Christie Tak Mau Terbebani Ekspektasi di Final Indonesia Open 2026
5 jam yang lalu
Iran Tuduh AS Bermain...
Iran Tuduh AS Bermain Politik Jelang Piala Dunia 2026, Sejumlah Pejabat Tim Belum Kantongi Visa
5 jam yang lalu
Lolos Final Indonesia...
Lolos Final Indonesia Open 2026, Raymond/Joaquin Apresiasi Dukungan Badminton Lovers
5 jam yang lalu
Argentina Gusur Spanyol...
Argentina Gusur Spanyol di Puncak Ranking FIFA, Indonesia Meroket 4 Tingkat
9 jam yang lalu
Shin Tae-yong Jadi Pelatih...
Shin Tae-yong Jadi Pelatih Baru Persija?
10 jam yang lalu
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved