Sahabat Semarang Petik Kemenangan di Laga Perdana Seri Ketiga
Senin, 01 April 2019 - 22:00 WIB
Sahabat Semarang Petik Kemenangan di Laga Perdana Seri Ketiga
A
A
A
SEMARANG - Sahabat Semarang memetik kemenangan pertama pada laga pembuka seri ketiga Srikandi Cup 2018/2019. Bertanding di GOR Sahabat, Senin (1/4/2019), tuan rumah menang melawan Flying Wheel Makassar, dengan skor 64-46.
Kapten tim Sahabat Semarang, Dyah Lestari mencetak double-double 19 poin dan 10 rebound, dua assist dan tiga steal. Dari kubu lawan Jumriah HL menjadi top skor untuk timnya Flying Wheel Makassar dengan membukukan 15 angka, tujuh rebound, lima assist dan lima steal.
Pertandingan berlangsung ketat. Pelatih Sahabat Semarang, Xaverius Wiwid terus melakukan rotasi pemain di kuarter pertama. Hasilnya cukup mengesankan lantaran timnya mampu unggul 27-21.
Di pinggir lapangan, raut wajah pelatih Sahabat, Xaverius Wiwid menunjukkan ekspresi tidak puas dengan performa anak asuhnya yang kerap melakukan banyak kesalahan. Dalam catatan statistik dua kali 10 menit, mereka tercatat melakukan total 11 turnovers (kesalahan), tapi lawannya juga banyak membuat kesalahan sebanyak 15 kali.
Sahabat baru bisa tampil lepas memasuki paruh pertengahan kuarter ketiga. Usaha tembakan tiga Ratnani bahkan memperlebar jarak menjadi 34-21. Tapi Flying Wheel Makassar tidak lantas mengendurkan serangannya, bahkan pelatih Eddy Winarso terus menginstruksikan anak asuhnya untuk terus mengajak tuan rumah bermain cepat, meski demikian Sahabat tetap saja memimpin hingga kuarter ketiga usai (43-34).
Di kuarter akhir pelatih Xaverius Wiwid mencoba kombinasi baru dengan memasukan tiga pemain tingginya yakni Dyah Lestari, Yuni Anggraeni dan Eda Juliana untuk memperkokoh area lini pertahanan Sahabat dan sekaligus mempertajam serangan di daerah paint area lawan. Usaha ini pun terbukti ampuh dengan leluasa para pemain Sahabat berhasil menjaringkan angka lewat usaha dua angka maupun tembakan tiga angka.
"Sebenarnya anak-anak sudah bagus di kuarter awal. Tapi kurang konsisten saja di tiga kuarter berikutnya. Lawanpun mulai bangkit juga khususnya di kuarter ketiga dan keempat," sesal Eddy Winarso, pelatih Flying Wheel Makassar, pasca pertandingan.
Sementara kapten Sahabat Semarang, Dyah Lestari mengatakan dari segi menyerang sebenarnya tim tidak mengalami masalah. Hanya saja, pertahanan harus segera diperbaiki terutama masalah komunikasi.
Persoalan ini yang harus dihadapi saat melawan Tanago Jakarta, Rabu (3/4). "Tadi kita terlalu buru-buru harusnya bermain dengan sabar. Melawan Tanago Jakarta, kami harus memperbaiki komunikasi di lapangan dan juga disiplin dalam menjaga area pertahanan, yang jelas kami siap melawan mereka," pungkas Dyah Lestari.
Kapten tim Sahabat Semarang, Dyah Lestari mencetak double-double 19 poin dan 10 rebound, dua assist dan tiga steal. Dari kubu lawan Jumriah HL menjadi top skor untuk timnya Flying Wheel Makassar dengan membukukan 15 angka, tujuh rebound, lima assist dan lima steal.
Pertandingan berlangsung ketat. Pelatih Sahabat Semarang, Xaverius Wiwid terus melakukan rotasi pemain di kuarter pertama. Hasilnya cukup mengesankan lantaran timnya mampu unggul 27-21.
Di pinggir lapangan, raut wajah pelatih Sahabat, Xaverius Wiwid menunjukkan ekspresi tidak puas dengan performa anak asuhnya yang kerap melakukan banyak kesalahan. Dalam catatan statistik dua kali 10 menit, mereka tercatat melakukan total 11 turnovers (kesalahan), tapi lawannya juga banyak membuat kesalahan sebanyak 15 kali.
Sahabat baru bisa tampil lepas memasuki paruh pertengahan kuarter ketiga. Usaha tembakan tiga Ratnani bahkan memperlebar jarak menjadi 34-21. Tapi Flying Wheel Makassar tidak lantas mengendurkan serangannya, bahkan pelatih Eddy Winarso terus menginstruksikan anak asuhnya untuk terus mengajak tuan rumah bermain cepat, meski demikian Sahabat tetap saja memimpin hingga kuarter ketiga usai (43-34).
Di kuarter akhir pelatih Xaverius Wiwid mencoba kombinasi baru dengan memasukan tiga pemain tingginya yakni Dyah Lestari, Yuni Anggraeni dan Eda Juliana untuk memperkokoh area lini pertahanan Sahabat dan sekaligus mempertajam serangan di daerah paint area lawan. Usaha ini pun terbukti ampuh dengan leluasa para pemain Sahabat berhasil menjaringkan angka lewat usaha dua angka maupun tembakan tiga angka.
"Sebenarnya anak-anak sudah bagus di kuarter awal. Tapi kurang konsisten saja di tiga kuarter berikutnya. Lawanpun mulai bangkit juga khususnya di kuarter ketiga dan keempat," sesal Eddy Winarso, pelatih Flying Wheel Makassar, pasca pertandingan.
Sementara kapten Sahabat Semarang, Dyah Lestari mengatakan dari segi menyerang sebenarnya tim tidak mengalami masalah. Hanya saja, pertahanan harus segera diperbaiki terutama masalah komunikasi.
Persoalan ini yang harus dihadapi saat melawan Tanago Jakarta, Rabu (3/4). "Tadi kita terlalu buru-buru harusnya bermain dengan sabar. Melawan Tanago Jakarta, kami harus memperbaiki komunikasi di lapangan dan juga disiplin dalam menjaga area pertahanan, yang jelas kami siap melawan mereka," pungkas Dyah Lestari.
(bbk)