Deretan Pemain Man City Punya Kualitas Berbeda
Selasa, 02 April 2019 - 20:01 WIB
Deretan Pemain Man City Punya Kualitas Berbeda
A
A
A
MANCHESTER - Kekuatan sihir Pep Guardiola dalam meracik strategi sudah tak perlu diragukan lagi. Sudah banyak pemain yang merasakan efek dari kehadiran pelatih berkepala plontos ini.
Berkat gaya permainan sepak bola tiki-taka, popularitas Guardiola kian melambung. Meskipun pelatih berusia 48 tahun itu tidak selalu sama dalam menerapkan permainan di Barcelona, Bayern Muenchen, dan Manchester City, namun evolusi yang dilakukannya terbilang sukses.
Proses inilah yang menjadikan Guardiola berbeda dengan pelatih lainnya. Yaya Toure menuturkan bahwa Guardiola merupakan seorang pelatih yang mampu membantu pemain mencapai hasil maksimal.
Toure mengatakan Raheem Sterling merupakan salah satu pemain yang terkena sihir Guardiola. Sebab, ia mampu mengubah karakter menjadi pemain yang lengkap.
"Dia (Guardiola) adalah manajer puncak. Pep adalah tipe pelatih yang bisa mengambil bakat dan membawanya ke level maksimal. Raheem, adik lelaki saya, bergabung ketika Pellegrini berada di klub. Sejak Pep tiba, Raheem ada di dunia lain. Dia lengkap," beber Toure dikutip dari laman resmi klub, Selasa (2/4/2019).
"Pep datang dan meningkatkan dia (Sterling) dan Aguero. De Bruyne dan Walker yang sudah menjadi pemain bagus menjadi kelas yang berbeda. Untuk pemain seperti itu, sebagai manajer Pep adalah fantastis."
Keberhasilan Guardiola meningkatkan permainan anak asuhnya telah menempatkan City sebagai kandidat juara Liga Inggris musim ini. Pakar sepak bola Inggris, Stuart Brennan, mengklaim City berada di posisi terdepan untuk memenangkan gelar Liga Inggris.
Brennan menambahkan prediksi itu bukan isapan jempol belaka mengingat Guardiola memiliki skuat yang punya insting tajam dalam mencetak gol. "Jika tiga pemain depan City tidak mengemas gol, lini tengah mereka selalu bertanggung jawab untuk muncul dengan sesuatu, dan mereka memiliki opsi di bangku cadangan. Kemampuan untuk menghasilkan gol dari berbagai posisi bisa menjadi kartu truf untuk The Blues," pungkasnya.
Berkat gaya permainan sepak bola tiki-taka, popularitas Guardiola kian melambung. Meskipun pelatih berusia 48 tahun itu tidak selalu sama dalam menerapkan permainan di Barcelona, Bayern Muenchen, dan Manchester City, namun evolusi yang dilakukannya terbilang sukses.
Proses inilah yang menjadikan Guardiola berbeda dengan pelatih lainnya. Yaya Toure menuturkan bahwa Guardiola merupakan seorang pelatih yang mampu membantu pemain mencapai hasil maksimal.
Toure mengatakan Raheem Sterling merupakan salah satu pemain yang terkena sihir Guardiola. Sebab, ia mampu mengubah karakter menjadi pemain yang lengkap.
"Dia (Guardiola) adalah manajer puncak. Pep adalah tipe pelatih yang bisa mengambil bakat dan membawanya ke level maksimal. Raheem, adik lelaki saya, bergabung ketika Pellegrini berada di klub. Sejak Pep tiba, Raheem ada di dunia lain. Dia lengkap," beber Toure dikutip dari laman resmi klub, Selasa (2/4/2019).
"Pep datang dan meningkatkan dia (Sterling) dan Aguero. De Bruyne dan Walker yang sudah menjadi pemain bagus menjadi kelas yang berbeda. Untuk pemain seperti itu, sebagai manajer Pep adalah fantastis."
Keberhasilan Guardiola meningkatkan permainan anak asuhnya telah menempatkan City sebagai kandidat juara Liga Inggris musim ini. Pakar sepak bola Inggris, Stuart Brennan, mengklaim City berada di posisi terdepan untuk memenangkan gelar Liga Inggris.
Brennan menambahkan prediksi itu bukan isapan jempol belaka mengingat Guardiola memiliki skuat yang punya insting tajam dalam mencetak gol. "Jika tiga pemain depan City tidak mengemas gol, lini tengah mereka selalu bertanggung jawab untuk muncul dengan sesuatu, dan mereka memiliki opsi di bangku cadangan. Kemampuan untuk menghasilkan gol dari berbagai posisi bisa menjadi kartu truf untuk The Blues," pungkasnya.
(sha)