Pochettino : Sukses di Liga Champions Bersama Spurs itu Lebih Penting
Sabtu, 01 Juni 2019 - 21:30 WIB
Pochettino : Sukses di Liga Champions Bersama Spurs itu Lebih Penting
A
A
A
MADRID - Mauricio Pochettino menegaskan membawa sukses Tottenham Hotspur di Liga Champions lebih memberikan kepuasan. Perasaan itu melebihi jika meraihnya di Manchester United atau Manchester City.
Spurs terbilang sangat sukses musim ini. Meski belum satu gelar mereka peroleh, dengan lolos ke final dan akan menghadapi Liverpool di Wanda Metropolitano, Minggu (2/6/2019) dinihari, memperlihatkan uang besar bukan segala-galanya. (Baca juga : Preview Tottenham vs Liverpool: Mencium Bau Si Kuping Besar! )
Dibandingkan dengan Duo Manchester, Pochettino sangat terbatas membelanjakan pemainnya di bursa musim lalu. Namun siapa sangka, dengan materi yang dimilikinya, Si Lili Putih berhasil menjelma menjadi klub besar. (Baca juga : Fakta Final Tottenham Hotspur vs Liverpool: Yang Terbaik di Perjumpaan ke-171 )
Penampilan pemain Spurs sangat menakutkan setidaknya sejak penyisihan hingga semifinal. Di perempat final, Spurs sukses menyingkirkan City. Dan secara dramatis mereka pun sukses mengubur impian Ajax Amsterdam.
Kesuksesan Pochettino membesut Spurs, sebelum lolos ke final Liga Champions, sempat menempatkan pelatih asal Argentina itu sebagai bidikan nomor satu United untuk menggantikan posisi Jose Mourinho. Namun manajemen Setan Merah akhirnya menjatuhkan pilihan ke Ole Gunnar Solskjaer.
Kepada media, seperti dikutip Reuters, Sabtu (1/6/2019), Pochettino mengaku besyukur bisa membuat sukses di Spurs. Sebaliknya, jika dilakukannya bersama United itu adalah hal biasa.
"Untuk memenangkan gelar dalam proyek yang berbeda seperti Tottenham, itu jadi kepuasan luar biasa,"katanya.
"Jika Anda menang dengan Manchester City atau Manchester United, itu normal. Jika Anda menghabiskan banyak uang, Anda harus menang atau Anda harus menang. Tetapi di Tottenham, tidak ada yang mengharapkan."
"Dan jika Anda membangun sesuatu yang istimewa, itu akan diingat selamanya. Jika kami memenangkan Liga Champions, itu akan menjadi contoh besar bagi sepak bola. Saya pikir itu akan dikenang selamanya," ungkapnya.
"Saya percaya pada takdir, tetapi ketika Anda menciptakan takdir Anda sendiri. Saya tidak percaya duduk di sini dan menunggu sesuatu terjadi. Anda menciptakan takdir Anda dengan perilaku Anda, dengan tindakan Anda, jika Anda alami, spontan, tulus dalam semua yang Anda lakukan."
Spurs terbilang sangat sukses musim ini. Meski belum satu gelar mereka peroleh, dengan lolos ke final dan akan menghadapi Liverpool di Wanda Metropolitano, Minggu (2/6/2019) dinihari, memperlihatkan uang besar bukan segala-galanya. (Baca juga : Preview Tottenham vs Liverpool: Mencium Bau Si Kuping Besar! )
Dibandingkan dengan Duo Manchester, Pochettino sangat terbatas membelanjakan pemainnya di bursa musim lalu. Namun siapa sangka, dengan materi yang dimilikinya, Si Lili Putih berhasil menjelma menjadi klub besar. (Baca juga : Fakta Final Tottenham Hotspur vs Liverpool: Yang Terbaik di Perjumpaan ke-171 )
Penampilan pemain Spurs sangat menakutkan setidaknya sejak penyisihan hingga semifinal. Di perempat final, Spurs sukses menyingkirkan City. Dan secara dramatis mereka pun sukses mengubur impian Ajax Amsterdam.
Kesuksesan Pochettino membesut Spurs, sebelum lolos ke final Liga Champions, sempat menempatkan pelatih asal Argentina itu sebagai bidikan nomor satu United untuk menggantikan posisi Jose Mourinho. Namun manajemen Setan Merah akhirnya menjatuhkan pilihan ke Ole Gunnar Solskjaer.
Kepada media, seperti dikutip Reuters, Sabtu (1/6/2019), Pochettino mengaku besyukur bisa membuat sukses di Spurs. Sebaliknya, jika dilakukannya bersama United itu adalah hal biasa.
"Untuk memenangkan gelar dalam proyek yang berbeda seperti Tottenham, itu jadi kepuasan luar biasa,"katanya.
"Jika Anda menang dengan Manchester City atau Manchester United, itu normal. Jika Anda menghabiskan banyak uang, Anda harus menang atau Anda harus menang. Tetapi di Tottenham, tidak ada yang mengharapkan."
"Dan jika Anda membangun sesuatu yang istimewa, itu akan diingat selamanya. Jika kami memenangkan Liga Champions, itu akan menjadi contoh besar bagi sepak bola. Saya pikir itu akan dikenang selamanya," ungkapnya.
"Saya percaya pada takdir, tetapi ketika Anda menciptakan takdir Anda sendiri. Saya tidak percaya duduk di sini dan menunggu sesuatu terjadi. Anda menciptakan takdir Anda dengan perilaku Anda, dengan tindakan Anda, jika Anda alami, spontan, tulus dalam semua yang Anda lakukan."
(bbk)