Sejarah Si Kuping Besar, Lambang Supremasi Klub Sepak Bola Eropa

Minggu, 02 Juni 2019 - 04:15 WIB
Sejarah Si Kuping Besar,...
Sejarah Si Kuping Besar, Lambang Supremasi Klub Sepak Bola Eropa
A A A
MADRID - Liverpool sukses mengukir nama mereka di badan trofi Si Kuping Besar -julukan bagi piala yang diberikan untuk juara Liga Champions. Namun, tahu kah Anda tentang sejarah trofi tersebut?

Trofi setinggi 73,5 sentimeter itu punya sejarah menarik. Si Kuping Besar dirancang oleh seniman asal Berne, Swiss, bernama Juerg Stadelmann yang bermukim di dekat kantor pusat UEFA. Trofi ini dibayar 10.000 frans atau senilai Rp142 triliun untuk dirancang ulang pada tahun 1967.

Menurut laman resmi UEFA, trofi yang Liverpool di final Liga Champions tahun ini merupakan versi kelima. Adapun, bentuk awal Si Kuping Besar yang terakhir kali dibuat berada di tangan Real Madrid -yang memenangkan kompetisi Eropa pada 1967.

Nama Si Kuping Besar atau La Oregona diberikan oleh para fans yang menganggap bentuk dari tangkai piala yang menyerupai telinga. Ajax Amsterdam menjadi klub pertama yang menerima trofi redesign: mereka tiga kali memenangkan trofi ini sepanjang 1970an.