Tekuk Argentina, Three Lionesses Melenggang ke Fase 16 Besar

Minggu, 16 Juni 2019 - 06:44 WIB
Tekuk Argentina, Three...
Tekuk Argentina, Three Lionesses Melenggang ke Fase 16 Besar
A A A
LE HAVRE - Inggris berhasil memenuhi misi pertama di Piala Dunia Wanita. Three Lionesses berhak melangkah ke fase 16 besar setelah mengalahkan Argentina 1-0 pada laga kedua penyisihan Grup D di Stade Oceane, Sabtu (15/6). Dengan demikian, Inggris kini telah empat kali berturut-turut melaju ke babak gugur Piala Dunia Wanita.

Semua itu berkat gol tunggal Jodie Taylor pada menit ke-61. Sukses penyerang berusia 33 tahun tersebut memaksimalkan assist Bethany Mead yang berujung dua kemenangan beruntun. Inggris sekarang mengoleksi enam poin dan memuncaki klasemen sementara Grup D. Mereka unggul dua poin atas Jepang yang juga berhasil menundukkan Skotlandia 2-1 di Roazhon Park, Rennes, Prancis, pada hari yang sama.

Namun, karena memimpin hingga lima poin dari Argentina dan enam poin dengan Skotlandia, Inggris sudah dipastikan lolos ke fase berikutnya. Karena, setelah ini hanya tersisa satu pertandingan lagi. Tim asuhan Phil Neville itu akan berduel dengan Jepang untuk menentukan juara grup.

“Pada laga ini, tim bisa menunjukkan performa bagus. Ini juga kemenangan yang layak. Saya masih ingat Mead mengontrol bola dengan sempurna sebelum mengirim umpan yang mendarat tepat di dekat kaki kanan saya,” ucap Taylor, dilansir Skysport. Itu berarti Inggris menjadi negara keempat yang sudah dipastikan melaju ke fase berikutnya yang mengikuti Prancis selaku tuan rumah di Grup A.

Jerman juga telah mengunci satu tempat mewakili Grup B, diikuti Italia dari Grup C yang lolos seusai melibas Jamaika 5-0 di Stade Auguste-Delaune, Reims. Hasil ini tentu menjaga peluang Inggris dalam misi menjuarai Piala Dunia Wanita untuk pertama kali. Setidaknya, Alex Greenwood dkk punya jalan melewati pencapaian pada 2015 yang merebut posisi ketiga.

“Kesabaran adalah kunci utama untuk meraih kemenangan. Melalui kualifikasi, kami sudah terbiasa menghadapi lawan yang menerapkan permainan bertahan. Ada kalanya kami diliputi rasa frustrasi. Tapi, kali ini kami punya kualitas untuk melewatinya,” ujar Taylor. Namun, agar bisa terus melaju hingga ke partai puncak, Inggris wajib mengamankan posisi pertama.

Tujuannya supaya tidak bertemu tim kuat seperti Prancis, Jerman, Kanada, atau Amerika Serikat (AS) yang merupakan juara sebelumnya. “Apa yang dibahas saat rehat membuat kami tetap disiplin dan tenang. Kami tahu Argentina akan melakukan berbagai cara untuk menjegal. Tapi, pemain saya tetap mampu menjaga konsentrasi. Itu membuat saya bangga kepada mereka,” ucap Neville.

Sementara bagi Argentina, ini kedua kalinya gagal meraih kemenangan. Sebelumnya Albicelestes hanya bermain 0-0 kontra Jepang. Padahal, wakil Amerika Latin itu sempat punya kans mendapat minimal satu poin setelah kiper Vanina Correa menghalau penalti Nikita Parris di menit ke-28. Alhasil, tim asuhan Carlos Borrello itu terdampar di urutan ketiga.

Meski demikian, kans melaju ke fase 16 besar secara otomatis tetap terbuka. Caranya adalah menundukkan Skotlandia pada laga penutup dan berharap Jepang kalah dari Inggris. Melihat perkembangan di lapangan, kemungkinan itu bisa saja terjadi. Walau kalah, kekuatan Argentina dianggap telah meningkat. Terbukti, mereka hanya kalah 0-1 dari Inggris.

Itu jauh lebih baik dibandingkan pertemuan sebelumnya yang takluk 1-6. Intinya, Argentina sangat mungkin menjinakkan Skotlandia yang sejauh ini telah menelan dua kekalahan. Namun, untuk memastikan kemenangan, Borrello tetap meminta pasukannya tampil lebih berani. Soalnya, saat melawan Inggris, timnya hanya melakukan dua tembakan ke gawang.

“Kami tahu jika kehilangan konsentrasi, tentu harus membayar akibatnya. Tapi, kami seperti tidak mau menyerang. Ketika kami mencoba maju, lawan malah mencetak gol. Sekarang, kami sadar, harus berani mengambil risiko saat melawan tim kuat. Saat nanti melawan Skotlandia, kami tidak akan memainkan bola atas karena perbedaan tinggi dan kecepatan,” tandas Borrello.
(don)
Berita Terkait
Melihat Suasana Antrean...
Melihat Suasana Antrean Penukaran Tiket Timnas Indonesia Vs Argentina
Timnas Argentina Menuai...
Timnas Argentina Menuai Protes Klub Liga Inggris
Timnas Argentina Tiba...
Timnas Argentina Tiba di Bandara Soetta, Tanpa Messi Angel De Maria dan Nicolas Otamendi
Lebih dari 5.000 Personel...
Lebih dari 5.000 Personel Polisi Diterjunkan Amankan Pertandingan Indonesia Vs Argentina
Diguyur Hujan Deras,...
Diguyur Hujan Deras, Penonton Indonesia vs Argentina Mulai Berdatangan
Dikawal Ketat, Bus Timnas...
Dikawal Ketat, Bus Timnas Indonesia dan Argentina Tiba di SUGBK Berbarengan
Berita Terkini
Baru Ditunjuk Latih...
Baru Ditunjuk Latih Jerman, Jurgen Klopp Langsung Ancam Mundur, Ada Apa?
17 menit yang lalu
Malam Ini! Timnas Indonesia...
Malam Ini! Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026,Target Garuda Raih Start Sempurna
1 jam yang lalu
Moncer di Piala Dunia...
Moncer di Piala Dunia 2026, Kiper Cape Verde Dapat Klub Baru, Gajinya Naik Jadi Rp410 Juta Sebulan
2 jam yang lalu
906 Atlet dari 29 Provinsi...
906 Atlet dari 29 Provinsi Adu Akurasi di MilkLife Archery Challenge Kejurnas Junior 2026
11 jam yang lalu
Sukses Digelar, DChamp...
Sukses Digelar, D'Champ Charity Golf Tournament 2026 Salurkan Donasi untuk Atlet Muda dan Pesantren
12 jam yang lalu
Sikat Ganda Korea, Fajar/Fikri...
Sikat Ganda Korea, Fajar/Fikri Juara China Open 2026
14 jam yang lalu
Infografis
Joao Pinheiro, Wasit...
Joao Pinheiro, Wasit Kontroversial di Laga Argentina vs Swiss
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved