Pemerintah Tetap Beri Dukungan Pada E-Sport

Sabtu, 07 September 2019 - 19:54 WIB
Pemerintah Tetap Beri...
Pemerintah Tetap Beri Dukungan Pada E-Sport
A A A
BANJARMASIN - Pemerintah dalam hal ini Kemenpora tetap memberikan dukungan perkembangan olahraga elektronik atau E-Sport. Namun, aktivitasnya harus ditempatkan pada posisinya untuk meminalisir dampak negatif.

Kesimpulan pemerintah ini disampaikan dalam Simposium Interpretasi E-Sport dalam Wacana Keolahragaan Nasional yang berlangsung di Banjarmasin, Sabtu (7/9/2019). Event yang merupakan salah satu rangkaian perayaan Hari Olahraga Nasional (Haornas) 2019 ini memang sengaja digelar untuk mencari jawaban atas pro-kontra mengenai E-Sport masuk dalam kategori olahraga atau tidak.

Dan kegiatan di Banjarmasin ini merupakan puncak dari diskusi panjang yang sudah dilakukan di Yogyakarta dan Bekasi. Hasilnya, sepanjang diskusi yang melibatkan beberapa nasa sumber dari berbagai disiplin ilmu itu, berbagai perspektif diperoleh.

Dari ilmu keolahragaan, Prof Adang Suherman dari UPI Bandung mengatakan jika E-Sport ingin dikatakan olaharaga harus ada syarat yang dipenuhi, yakni ada aktivitas fisik, berujuan rekreasional, kompetisi, orgnasisai kelembagaan dan mengacu sistem nilai. Pasa syarat-syarat ini belum ditemui di E-Sport.

Pendapat ini berbeda dengan yang disampaikan Giring Ganesha. Pelaku E-Sport yang juga Presiden IESPA. Menurutnya, pemain E-Sport melakukan hal yang sama seperti atlet olahraga pada umumnya. Tidak semata hanya berkutat pada games di komputer.

"Mereka juga memerlukan latihan fisik, bertanding dan mengatur nutrisi. Pemain E-Sport butuh konsentrasi lama. Mereka dituntut untuk melakukan 300 perintah per menit. Itulah mengapa mereka membutuhkan kebugaran tubuh. Inilah karakter olahraga dalam E-Sport. Kalau ada dampak buruk, sosialisasi secara sistemik diperlukan. Sebagai olahraga entertainment, E-Sport perlu diperhatikan."

Terlepas dari masih adanya perbedaan perspektif, Kemenpora tetap akan memberikan dukungan. Hal ini dimaksudkan agar perkembangan E-Sport bisa terarah, terpantau dan terukur. Asdep Olahraga Tradisional dan Layanan Khusus (OLK) Kemenpora Aris Subiyono mengatakan dukungan diberikan agar apa yang jadi harapan seluruh peserta simposium tercapai, dimana hal negatif di E-Sport bisa diminimalkan dan hal positif dimaksimalkan.

Soal aturan memang sangat dibutuhkan praktisi E-Sport di Indonesia. Sebab, jika bicara prestasi, Indonesia sudah berulang berhasil meraih penghargaan internasional. "Indonesia potensinya sangat besar karena beberapa kali mendapatkan emas," ucap Esport manager Gerena, Wijaya Nugroho.
(bbk)
Berita Terkait
Kemenpora Beri Bantuan...
Kemenpora Beri Bantuan Rp36 Miliar untuk NPC Indonesia
Kemenpora Gelar Lomba...
Kemenpora Gelar Lomba Essay
Achmad Hulaefi Melatih...
Achmad Hulaefi Melatih Wushu Anak Didiknya secara Virtual
Pemerintah Keluarkan...
Pemerintah Keluarkan Skema Pembinaan Olahraga Selama Masa Pandemi
Humas Kemenpora Raih...
Humas Kemenpora Raih Public Relations Indonesia Awards 2020
Tengilnya Hanifan Bikin...
Tengilnya Hanifan Bikin Pipiet Jatuh Cinta
Berita Terkini
Pemain Israel Dilempari...
Pemain Israel Dilempari Sepatu Buntut Selebrasi Provokatif saat Lawan Albania
2 jam yang lalu
The Legend Continues...
The Legend Continues Bergulir di Semarang, Team RS-Telkomsel 5G Siap Hadapi Putaran 2 Kejurnas Sprint Rally 2026
3 jam yang lalu
Simpati Woman Rally...
Simpati Woman Rally Team Siap Tampil di Putaran 2 Kejurnas Sprint Rally 2026
3 jam yang lalu
Emil Audero Minta Timnas...
Emil Audero Minta Timnas Indonesia Tak Cepat Puas Usai Kalahkan Oman
4 jam yang lalu
Mathew Baker Cetak Sejarah...
Mathew Baker Cetak Sejarah Jadi Pemain Termuda di Timnas Indonesia
6 jam yang lalu
Timnas Indonesia Hancurkan...
Timnas Indonesia Hancurkan Oman 3-0
15 jam yang lalu
Infografis
7 Perwira Tinggi Bareskrim...
7 Perwira Tinggi Bareskrim Dimutasi Kapolri pada September 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved