Salah Pilih Pelatih, Petinggi Arsenal Akui Wenger Masih Lebih Baik dari Emery
Selasa, 29 Oktober 2019 - 20:00 WIB
Salah Pilih Pelatih, Petinggi Arsenal Akui Wenger Masih Lebih Baik dari Emery
A
A
A
LONDON - Pamor Arsenal belum juga membaik meski hampir dua musim ditangani Unai Emery. Itu membuat para petinggi klub merasa prestasi The Gunners masih lebih bagus waktu masih diasuh Arsene Wenger.
Emery diangkat sebagai penerus Wenger pada 23 Mei 2018 karena punya catatan bagus selama melatih Paris Saint Germain (PSG). Hegemoni itu diharapkan dapat ditularkannya kepada Meriam London yang belum pernah lagi menjuarai Liga Primer sejak 2003/2004.
Tapi, harapan itu belum terpenuhi. Jangankan merajai Inggris, Emery tidak mampu membantu pasukannya meraih gelar. Ini berbeda dengan Manchester City yang sudah dua kali beruntun memenangi Liga Primer dibawah asuhan Pep Guardiola.
Atau Juergen Klopp yang berhasil membantu Liverpool menjuarai Liga Champions. Torehan Emery bahkan masih kalah dari Maurizio Sarri yang sukses menguasai Liga Europa pada musimnya perdananya bersama Chelsea.
Prestasi terbaik Emery adalah membawa Arsenal menjadi finalis Liga Europa musim lalu yang sayangnya dikalahkan Chelsea. Ironisnya, catatan musim ini juga cukup buruk. Terbukti, Granit Xhaka dkk masih terdampar diposisi lima klasemen sementara dengan 16 poin dari 10 laga.
Itu membuat sejumlah petinggi Arsenal mulai membandingkan kemampuannya dengan pelatih terdahulu. Bahan perbandingannya adalah 48 laga terakhir Wenger dengan 48 pertandingan pertama Emery di kompetisi domestik.
Ternyata statistik Wenger masih lebih baik. Pada musim 2016/2017, pelatih asal Prancis itu memang hanya menempati posisi lima di Liga Primer dengan 75 poin hasil 23 menang, enam imbang dan sembilan kalah. Lalu, mencetak 77 gol dan kemasukan 33 kali, dengan rata-rata kemenangan 60,53%.
Tapi, itu bisa sedikit dimaklumi lantaran Wenger memenangi Piala FA dengan hasil sempurna, yakni memenangi enam laga yang dijalani. Sementara catatan Emery pada 2018/2019 yang merupakan debut musimnya, tidak lebih bagus.
Emery juga hanya mampu menempati posisi lima, dengan hasil lebih rendah dari Wenger, yakni 70 poin hasil 21 menang, tujuh imang dan 10 kalah. Saat itu Arsenal juga cuma mencetak 73 gol dan kebobolan 51 kali, dengan rata-rata kemenangan 55,26%.
Sedangkan pada musim ini, dari 10 partai pertama Liga Primer, dia hanya membukukan empat menang, empat imbang dan dua kalah . Imbasnya Arsenal harus menempati posisi lima dengan 16 poin. Ini jauh lebih buruk dibanding 10 laga pertama Wenger di Liga Primer pada musim 2017/2018.
Walau saat itu klub London Utara tersebut juga berada di peringkat lima, tapi Wenger masih mampu membukukan enam menang, satu imbang dan dua kalah. Artinya, Sang Profesor meraih dua kemenangan lebih banyak dari Emery.
Karena inilah Arsenal dianggap lebih bagus saat masih diasuh Wenger dibanding ketika dilatih Emery. “Kami masih lebih baik ketika diasuh Wenger,” ucap petinggi klub yang tidak ingin disebutkan namanya, dilansir thesun.
Emery diangkat sebagai penerus Wenger pada 23 Mei 2018 karena punya catatan bagus selama melatih Paris Saint Germain (PSG). Hegemoni itu diharapkan dapat ditularkannya kepada Meriam London yang belum pernah lagi menjuarai Liga Primer sejak 2003/2004.
Tapi, harapan itu belum terpenuhi. Jangankan merajai Inggris, Emery tidak mampu membantu pasukannya meraih gelar. Ini berbeda dengan Manchester City yang sudah dua kali beruntun memenangi Liga Primer dibawah asuhan Pep Guardiola.
Atau Juergen Klopp yang berhasil membantu Liverpool menjuarai Liga Champions. Torehan Emery bahkan masih kalah dari Maurizio Sarri yang sukses menguasai Liga Europa pada musimnya perdananya bersama Chelsea.
Prestasi terbaik Emery adalah membawa Arsenal menjadi finalis Liga Europa musim lalu yang sayangnya dikalahkan Chelsea. Ironisnya, catatan musim ini juga cukup buruk. Terbukti, Granit Xhaka dkk masih terdampar diposisi lima klasemen sementara dengan 16 poin dari 10 laga.
Itu membuat sejumlah petinggi Arsenal mulai membandingkan kemampuannya dengan pelatih terdahulu. Bahan perbandingannya adalah 48 laga terakhir Wenger dengan 48 pertandingan pertama Emery di kompetisi domestik.
Ternyata statistik Wenger masih lebih baik. Pada musim 2016/2017, pelatih asal Prancis itu memang hanya menempati posisi lima di Liga Primer dengan 75 poin hasil 23 menang, enam imbang dan sembilan kalah. Lalu, mencetak 77 gol dan kemasukan 33 kali, dengan rata-rata kemenangan 60,53%.
Tapi, itu bisa sedikit dimaklumi lantaran Wenger memenangi Piala FA dengan hasil sempurna, yakni memenangi enam laga yang dijalani. Sementara catatan Emery pada 2018/2019 yang merupakan debut musimnya, tidak lebih bagus.
Emery juga hanya mampu menempati posisi lima, dengan hasil lebih rendah dari Wenger, yakni 70 poin hasil 21 menang, tujuh imang dan 10 kalah. Saat itu Arsenal juga cuma mencetak 73 gol dan kebobolan 51 kali, dengan rata-rata kemenangan 55,26%.
Sedangkan pada musim ini, dari 10 partai pertama Liga Primer, dia hanya membukukan empat menang, empat imbang dan dua kalah . Imbasnya Arsenal harus menempati posisi lima dengan 16 poin. Ini jauh lebih buruk dibanding 10 laga pertama Wenger di Liga Primer pada musim 2017/2018.
Walau saat itu klub London Utara tersebut juga berada di peringkat lima, tapi Wenger masih mampu membukukan enam menang, satu imbang dan dua kalah. Artinya, Sang Profesor meraih dua kemenangan lebih banyak dari Emery.
Karena inilah Arsenal dianggap lebih bagus saat masih diasuh Wenger dibanding ketika dilatih Emery. “Kami masih lebih baik ketika diasuh Wenger,” ucap petinggi klub yang tidak ingin disebutkan namanya, dilansir thesun.
(mir)