Dorna Sports Dapat Pujian dari Komentator Legendaris MotoGP

Sabtu, 04 Januari 2020 - 23:59 WIB
Dorna Sports Dapat Pujian...
Dorna Sports Dapat Pujian dari Komentator Legendaris MotoGP
A A A
LONDON - Komentator legendaris MotoGP, Nick Harris mengklaim kejuaraan dunia balap motor saat ini memiliki lebih banyak ide yang ditawarkan daripada sebelumnya. Artinya, Dorna Sports selaku orotitas tertinggi di dunia balap motor sudah melakukan pekerjaan yang sangat luar biasa untuk membawa 'virus' adu kecepatan kuda besi ke seluruh penjuru dunia.

"Orang seusia saya selalu melihat ke belakang dengan kacamata merah muda, tetapi jangan membodohi diri sendiri bahwa itu tidak pernah sebagus sekarang. Anda dapat mengatakan apa yang Anda inginkan tentang masa lalu, dan ada saat-saat yang hebat dan pembalap yang luar biasa. Tetapi ukuran dan kualitas lapangan, keamanan, dan bagaimana pembalap berjuang melalui medan yang tidak dapat dipercaya akhir-akhir ini," jelas Harris dikutip dari Speedweek, Sabtu (4/1/2019).

Kakek berusia 72 tahun itu menambahkan bahwa Dorna Sports telah melakukan pekerjaan luar biasa dalam lebih dari 19 tahun. Dan ia telah berkontribusi besar untuk membawa ajang balap motor bergengsi di dunia ini dikenal.

"Dorna telah melakukan pekerjaan luar biasa dalam lebih dari 19 tahun saya telah bekerja untuknya. Ketika saya mulai, Jeremy McWilliams menyebut Inggris sebagai 'Pulau Superbike'. Ketika saya berkomentar untuk pertama kalinya, 18.500 orang datang ke Donington untuk Grand Prix dan ada dua Kejuaraan Dunia Superbike dengan masing-masing 75.000 penonton. Itu sudah berubah. Sekarang Anda tidak bisa berjalan melalui paddock dengan cara yang sama dan pestanya tidak lagi bagus, tetapi tontonannya luar biasa," tambah Harris.

Meskipun banyak yang telah berubah selama bertahun-tahun, hati selalu tetap sama. Maksud Harris adalah seluruh penggemar tetap menginginkan idola mereka memenangkan balapan dan bisa dipastikan bagaimana brisiknya setiap kali balapan.

"Keinginan untuk menang merupakan satu hal yang tak terpisahkan. Kerinduan ini selalu menjadi jantung dari olahraga. Dan begitu lampu lalu lintas padam, 'omong kosong' berhenti, selalu begitu. Seri motorsport lain telah menyimpang dari jalur mereka dalam hal ini. Sisi lain sering lebih penting daripada aksi di trek, tetapi MotoGP adalah semua tentang apa yang terjadi ketika lampu padam pada pukul 2 malam (Minggu). Orang ingin menang dan itu tidak berubah dalam 70 tahun," tegas Harris.
(bbk)
Berita Terkait
Motogp Mandalika 2022,...
Motogp Mandalika 2022, Penonton Hari Kedua Membeludak
Ducati Sudah Tepat Merekrutnya...
Ducati Sudah Tepat Merekrutnya di MotoGP 2021
Momen Penonton MotoGP...
Momen Penonton MotoGP Thailand 2024 Dibawa Naik Tuktuk untuk Menuju Tribun
Tak Mau Ketinggalan...
Tak Mau Ketinggalan Aksi Pembalap, Penonton Datangi Sirkuit Mandalika Sejak Pagi
Puncak Arus Balik Penonton...
Puncak Arus Balik Penonton MotoGP Diprediksi Malam Ini, Kemenhub Siapkan Tiket 'Go Show'
Suguhkan 63 Balapan...
Suguhkan 63 Balapan Live, Saksikan Seluruh Rangkaian Seri MotoGP di SPOTV melalui Vision+!
Berita Terkini
ASEAN Hyundai Cup 2026...
ASEAN Hyundai Cup 2026 Suguhkan Persaingan Tim Sepak Bola Paling Bergengsi di Asia Tenggara
1 jam yang lalu
Jonatan Christie Tersingkir...
Jonatan Christie Tersingkir di Perempat Final China Open 2026
1 jam yang lalu
Timnas Indonesia Kembali...
Timnas Indonesia Kembali ke Jakarta Besok Jelang Piala AFF 2026, Langsung Uji Coba Stadion Pakansari
1 jam yang lalu
Piala AFF 2026, Juara...
Piala AFF 2026, Juara Bertahan Kenakan Patch Emas KhususMirip Argentina di Piala Dunia
3 jam yang lalu
Ekshibisi Padel di Porprov,...
Ekshibisi Padel di Porprov, Senator Mirah Sebut Momentum Lahirnya Atlet Berprestasi di NTB
5 jam yang lalu
10 Pemain Paling Mengecewakan...
10 Pemain Paling Mengecewakan di Piala Dunia 2026: Dari Ronaldo hingga Neymar Jr
5 jam yang lalu
Infografis
Ranking FIFA usai Piala...
Ranking FIFA usai Piala Dunia 2026: Spanyol Gusur Argentina dari Takhta
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved