alexametrics

MotoGP 2020

Ezpeleta Takut Disalahkan Seumur Hidup jika Maksa Gelar Balapan MotoGP 2020

loading...
A+ A-
MADRID - Dorna Sports selaku operator kejuaraan dunia balap motor tampaknya mulai menyiapkan bendera putih sebelum menyatakan menyerah untuk menggelar balapan MotoGP 2020. Hal ini didasari oleh wabah virus corona yang semakin menggerogoti kalender balap tahun ini.

Sejauh ini sudah ada sembilan grand prix yang memutuskan untuk menunda balapan, yakni Qarar, Thailand, Austin, Argentina, Australia Jerez, Prancis, Mugello, dan Catalunya. Dengan banyaknya permintaan penundaan balapan membuat Dorna Sports terpaksa membuat skenario terburuk.

Pertama, kebugaran pembalap bakal diperas Dorna Sports jika penangguhan MotoGP dicabut pada akhir Agustus mendatang. Jadi September akan menjadi opsi yang bakal dipilih. Namun, satu hal yang perlu diperhatikan adalah dengan penundaan balapan itu maka akan ada penumpukan jadwal pada bulan tersebut.



"Kami memiliki lebih dari lima bulan hingga September. Jika kita bisa mulai pada bulan September, kita masih bisa mengelola lebih dari empat atau lima balapan. Kami kemudian dapat membalik kalender lagi. Mungkin kita dapat mengatur beberapa balapan di Eropa dan kemudian melakukan perjalanan ke Asia jika larangan bepergian dikurangi di sana. Itu tergantung pada bagaimana situasi berkembang di seluruh dunia," ungkap Carmelo Ezpeleta selaku CEO Dorna Sports dikutip dari Corsedimoto, Rabu (8/4).

Skenario terburuk kedua berkaitan dengan pembatalan MotoGP 2020. Ezpeleta mengatakan itu akan menjadi opsi terakhir yang bakal diambil dengan mempertimbangkan risiko kesehatan dan keselamatan pembalap serta tim ofisial selama bepergian ke sejumlah negara di Eropa, Amerika Serikat, dan Asia.

"Jika seseorang terinfeksi karena acara kami, maka kami akan disalahkan selamanya. Kita juga bisa bertahan jika kita harus membatalkan musim 2020 sepenuhnya. Jika kita harus menerima skenario terburuk ini, kita akan mempersiapkan diri untuk musim 2021 dengan penuh hati-hati," tambah Ezpeleta.

"Jika kita membayangkan hari ini hanya mengelola tiga grand prix, itu akan menjadi kejuaraan yang sangat aneh. Tapi kenapa tidak? Lebih baik bagi saya untuk mengadakan sejumlah kecil balapan daripada tinggal diam di rumah. Tapi kami tidak akan mengambil risiko apa pun. Jangan menipu diri sendiri. Pemerintah dan otoritas kesehatan - dia menyimpulkan - tidak akan mengizinkan kami untuk mengatur dokter umum," pungkas Ezpeleta.
(sha)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top