Mikaela Mayer Pertahankan Gelar WBO usai Duel Sengit Lawan Sandy Ryan
Minggu, 30 Maret 2025 - 14:28 WIB
loading...
Mikaela Mayer Pertahankan Gelar WBO usai Duel Sengit Lawan Sandy Ryan
A
A
A
Mikaela Mayer kembali menunjukkan ketangguhannya di atas ring dengan mempertahankan gelar juara dunia kelas welter WBO usai mengalahkan Sandy Ryan dalam duel ketat, Minggu (30/3/2025) malam. Pertarungan 10 ronde yang berlangsung di BleuLive Theater, Fontainebleau, berakhir dengan kemenangan Mayer lewat keputusan mutlak para juri.
Mayer tampil lebih agresif sejak awal dan berhasil meredam strategi Ryan, meskipun sempat mendapat perlawanan sengit di ronde-ronde akhir. Statistik pertarungan menunjukkan keunggulan Mayer yang mendaratkan 178 pukulan dari total 516 yang dilepaskan, unggul 32 pukulan dari Ryan (146/377). Mayer juga lebih dominan dalam pukulan power (147/336), sedangkan Ryan unggul tipis dalam pukulan jab (39/122).
Duel ini merupakan pertemuan kedua antara keduanya, setelah Mayer merebut sabuk juara dari Ryan enam bulan lalu. Dari awal pertarungan, petinju asal Las Vegas itu langsung mengambil inisiatif menyerang. Ia menggunakan kombinasi jab dan hook untuk menekan Ryan, yang sesekali mencoba mencuri momentum dengan serangan balik.
Di ronde ketiga, wasit sempat memberikan peringatan kepada Ryan karena memukul bagian belakang kepala Mayer. Momentum terus berpihak pada Mayer hingga ronde keenam, di mana ia berhasil mendaratkan kombinasi uppercut kiri dan pukulan kanan ke tubuh lawan yang mendapat sorakan dari penonton.
Namun, memasuki ronde kedelapan, Ryan bangkit dan memberikan perlawanan sengit. Pukulan kanan petinju asal Inggris itu beberapa kali mengenai Mayer, bahkan menyebabkan luka di atas mata kiri sang juara bertahan. Ryan terus menekan di ronde sembilan, tetapi Mayer mampu bertahan dan kembali mendominasi di ronde terakhir dengan pukulan hook yang telak ke kepala Ryan.
Setelah pertarungan berakhir, tiga juri sepakat memberikan kemenangan bagi Mayer. Max De Luca memberikan skor 98-92, sementara Benoit Roussel dan Steve Weisfeld masing-masing mencatatkan skor 97-93 untuk Mayer.
"Saya lebih percaya diri dengan pukulan saya dan lebih berani dalam melepaskan hook," ujar Mayer kepada ESPN setelah pertarungan. "Sandy punya gaya bertarung yang terus menekan, jadi kami bekerja untuk mengatasi itu dengan hook-hook keras."
Mayer tampil lebih agresif sejak awal dan berhasil meredam strategi Ryan, meskipun sempat mendapat perlawanan sengit di ronde-ronde akhir. Statistik pertarungan menunjukkan keunggulan Mayer yang mendaratkan 178 pukulan dari total 516 yang dilepaskan, unggul 32 pukulan dari Ryan (146/377). Mayer juga lebih dominan dalam pukulan power (147/336), sedangkan Ryan unggul tipis dalam pukulan jab (39/122).
Duel ini merupakan pertemuan kedua antara keduanya, setelah Mayer merebut sabuk juara dari Ryan enam bulan lalu. Dari awal pertarungan, petinju asal Las Vegas itu langsung mengambil inisiatif menyerang. Ia menggunakan kombinasi jab dan hook untuk menekan Ryan, yang sesekali mencoba mencuri momentum dengan serangan balik.
Di ronde ketiga, wasit sempat memberikan peringatan kepada Ryan karena memukul bagian belakang kepala Mayer. Momentum terus berpihak pada Mayer hingga ronde keenam, di mana ia berhasil mendaratkan kombinasi uppercut kiri dan pukulan kanan ke tubuh lawan yang mendapat sorakan dari penonton.
Namun, memasuki ronde kedelapan, Ryan bangkit dan memberikan perlawanan sengit. Pukulan kanan petinju asal Inggris itu beberapa kali mengenai Mayer, bahkan menyebabkan luka di atas mata kiri sang juara bertahan. Ryan terus menekan di ronde sembilan, tetapi Mayer mampu bertahan dan kembali mendominasi di ronde terakhir dengan pukulan hook yang telak ke kepala Ryan.
Setelah pertarungan berakhir, tiga juri sepakat memberikan kemenangan bagi Mayer. Max De Luca memberikan skor 98-92, sementara Benoit Roussel dan Steve Weisfeld masing-masing mencatatkan skor 97-93 untuk Mayer.
"Saya lebih percaya diri dengan pukulan saya dan lebih berani dalam melepaskan hook," ujar Mayer kepada ESPN setelah pertarungan. "Sandy punya gaya bertarung yang terus menekan, jadi kami bekerja untuk mengatasi itu dengan hook-hook keras."
Lihat Juga :