Indonesia sumbang 1 perak, 3 perunggu
Minggu, 15 Juli 2012 - 12:39 WIB
Indonesia sumbang 1 perak, 3 perunggu
A
A
A
Sindonews.com – Tim Indonesia junior menorehkan satu medali perak dan tiga medali perunggu pada Kejuaraan Karate Asia (AKF) di Tashkent,Uzbekistan.
Prestasi perak disumbangkan Febi Ramadhan Saputra di kelas -63 kg,sementara tiga perunggu ditorehkan Sutantio Renaldy Pratama di kelas +70 kg,Stanley Soegianto di nomor kata perseorangan,dan Ifka Widyasari di nomor kumite -47 kg. Rivalitas di ajang karate Asia kali ini, Indonesia menurunkan 17 karateka juniorkadet dan 12 karateka senior.Mereka bersaing dengan karateka-kareteka terbaik dari 22 negara di ajang karate bergengsi ini.
Febi,misalnya.Dia meraih medali perak setelah ditundukkan karateka Iran Ali Reza Ghazi di final.Sebelum itu,dia juga menaklukkan karateka Kuwait Al Aarbak Rashed. Di sisi lain,Sutantio juga sebetulnya berpeluang ke final.Namun,dia kalah hantei dari karateka tuan rumah Uzbekistan Sayfutdinov Jamshid.Sementara posisi ketiga diraihnya setelah menundukkan karateka India Datten Mukul.
Sementara Stanley menyumbangkan medali pertama bagi Indonesia setelah lolos ke semifinal. Sayangnya,di babak empat besar, karateka asal DKI Jakarta itu harus mengakui kelebihan karateka Jepang.Alhasil,dia harus puas merebut medali perunggu. Kondisi sama terjadi dengan Ifka.Dia juga harus mengakui kelebihan lawannya dari Jepang dan kalah 0-8 di babak kedua. Beruntung,karateka Jepang itu bisa lolos ke final sehingga karateka Indonesia tersebut memiliki peluang repechage.
Hasilnya,dia menaklukkan karateka Kirgistan untuk merebut posisi ketiga. “Khusus nomor kata,secara teknis,karateka kami tidak kalah dari karate Jepang.Namun, nama besar Jepang yang membuat mereka lebih difavoritkan.Sementara di nomor kumite,Jepang memang sangat bagus,”ujar Koordinator Satlak Prima Pratama Andrian Tejakusuma,kemarin. ”Tapi,kami tetap senang karena tim kadet cukup konsisten.
Tahun lalu di Quangzhou, kami juga berhasil mempersembahkan tiga medali perunggu,”tambah Andrian. Andrian tak keliru.Pada eventdi Quangzhou,tim Indonesia mampu mempersembahkan tiga medali perunggu di nomor kadet.Itu artinya,Indonesia mampu menjaga konsistensinya di ajang karate Asia. Sementara itu,karateka senior Indonesia akan memulai perjuangannya pada Kejuaraan Karate Asia (AKF) di Tashkent, Uzbekistan.
Prestasi perak disumbangkan Febi Ramadhan Saputra di kelas -63 kg,sementara tiga perunggu ditorehkan Sutantio Renaldy Pratama di kelas +70 kg,Stanley Soegianto di nomor kata perseorangan,dan Ifka Widyasari di nomor kumite -47 kg. Rivalitas di ajang karate Asia kali ini, Indonesia menurunkan 17 karateka juniorkadet dan 12 karateka senior.Mereka bersaing dengan karateka-kareteka terbaik dari 22 negara di ajang karate bergengsi ini.
Febi,misalnya.Dia meraih medali perak setelah ditundukkan karateka Iran Ali Reza Ghazi di final.Sebelum itu,dia juga menaklukkan karateka Kuwait Al Aarbak Rashed. Di sisi lain,Sutantio juga sebetulnya berpeluang ke final.Namun,dia kalah hantei dari karateka tuan rumah Uzbekistan Sayfutdinov Jamshid.Sementara posisi ketiga diraihnya setelah menundukkan karateka India Datten Mukul.
Sementara Stanley menyumbangkan medali pertama bagi Indonesia setelah lolos ke semifinal. Sayangnya,di babak empat besar, karateka asal DKI Jakarta itu harus mengakui kelebihan karateka Jepang.Alhasil,dia harus puas merebut medali perunggu. Kondisi sama terjadi dengan Ifka.Dia juga harus mengakui kelebihan lawannya dari Jepang dan kalah 0-8 di babak kedua. Beruntung,karateka Jepang itu bisa lolos ke final sehingga karateka Indonesia tersebut memiliki peluang repechage.
Hasilnya,dia menaklukkan karateka Kirgistan untuk merebut posisi ketiga. “Khusus nomor kata,secara teknis,karateka kami tidak kalah dari karate Jepang.Namun, nama besar Jepang yang membuat mereka lebih difavoritkan.Sementara di nomor kumite,Jepang memang sangat bagus,”ujar Koordinator Satlak Prima Pratama Andrian Tejakusuma,kemarin. ”Tapi,kami tetap senang karena tim kadet cukup konsisten.
Tahun lalu di Quangzhou, kami juga berhasil mempersembahkan tiga medali perunggu,”tambah Andrian. Andrian tak keliru.Pada eventdi Quangzhou,tim Indonesia mampu mempersembahkan tiga medali perunggu di nomor kadet.Itu artinya,Indonesia mampu menjaga konsistensinya di ajang karate Asia. Sementara itu,karateka senior Indonesia akan memulai perjuangannya pada Kejuaraan Karate Asia (AKF) di Tashkent, Uzbekistan.
(wbs)