Phelps menuju Panthenom
Sabtu, 21 Juli 2012 - 11:31 WIB
Phelps menuju Panthenom
A
A
A
Sindonews.com – Michael Phelps menarik diri dari nomor 200 meter gaya bebas cabang olahraga renang Olimpiade London 2012 karena ingin berkonsentrasi pada balapan estafet bersama Amerika Serikat.
Meski jumlah partisipasinya menurun, kesempatannya mengukuhkan diri sebagai atlet terhebat sepanjang masa tetap terbuka lebar.Phelps akan masuk Panthenon,kuil tempat dewa-dewi dipuja,bersama atletatlet lain yang pernah mengguncang dunia.
Peluang Phelps mencatat sejarah sangat besar mempertimbangkan dominasi yang ditorehkannya pada dunia renang.Mustahil rasanya membayangkan dia akan gagal merebut tiga medali yang dibutuhkan untuk mengoleksi gelar terbanyak Olimpiade. Phelps sudah memiliki 14 medali emas dan 2 perunggu hasil mengikuti Olimpiade 2004 dan 2008,tertinggal dua medali di belakang pesenam Uni Soviet Larisa Latynina yang mengikuti Olimpide 1956–1964.
Phelps memutuskan mundur dari 200 meter gaya bebas,meski menjadi yang tercepat pada Kualifikasi Olimpiade 2012. Sebagai gantinya Ricky Berens,menempati urutan ketiga,mewakili Negeri Paman Sam bersama Ryan Lochte.“Dengan begitu, Phelps diharapkan tampil maksimal pada nomor lain.Dia merasa masih bisa memperbaiki catatan waktu di tujuh nomor tersebut,”kata Pelatih Phelps Bob Bowman, dilansir BBC. Banyak pihak menyayangkan keputusan Phelps ini.
Sebab,publik ingin mengetahui apakah perenang berusia 27 tahun itu dapat mengulang capaiannya di Beijing 2008. Ketika itu,Phelps menyapu bersih emas dari delapan pertandingan yang dijalaninya. Prestasinya tersebut sudah membawa dia memecahkan berbagai rekor,di antaranya pemenang medali emas terbanyak di Olimpiade (14) dan pengoleksi emas terbanyak pada satu edisi Olimpiade. “Seharusnya tidak ada yang beranggapan demikian.Kecil rasanya peluang selalu memenangkan delapan medali emas tiap ambil bagian di Olimpiade.Sekali saja cukup,”ungkap Bowman.
Kalaupun tidak bakal menyamai torehan empat tahun lalu,Bowman merasa anak didiknya tidak kekurangan motivasi. Maklum,ada beberapa sejarah baru lain yang berpotensi ditulisnya.Selain mendulang medali Olimpiade terbanyak, Phelps juga berkesempatan menyamai kehebatan Latynina dengan naik podium 14 kali pada nomor individu Olimpiade. Syaratnya,dia harus merebut medali pada empat nomor individu yang diikutinya (100 meter gaya kupu-kupu,200 meter gaya kupukupu, 200 meter gaya ganti,400 meter gaya ganti).
Jika merebut emas pada empat nomor itu,Phelps akan menjadi perenang putra pertama yang memenangkan jenis pertandingan serupa pada tiga pagelaran Olimpiade. Usaha Phelps mewujudkan berbagai rekor ini tentu tidak mudah.Lochte merupakan pesaing terbesarnya.Phelps juga perlu mewaspadai perenang-perenang lain dari luar negeri.Salah satunya Nick D’Arcy asal Australia.
Tahun lalu,D’Arcy sukses mengalahkan Phelps pada nomor spesialisnya,200 meter gaya kupu-kupu di Santa Clara International Grand Prix.Tidak tertutup kemungkinan D’Arcy akan kembali mengecundangi Phelps di London.D’Arcy sebelumnya gagal menantang Phelps karena absen di Olimpiade 2008 dan Kejuaraan Dunia 2009.
Meski jumlah partisipasinya menurun, kesempatannya mengukuhkan diri sebagai atlet terhebat sepanjang masa tetap terbuka lebar.Phelps akan masuk Panthenon,kuil tempat dewa-dewi dipuja,bersama atletatlet lain yang pernah mengguncang dunia.
Peluang Phelps mencatat sejarah sangat besar mempertimbangkan dominasi yang ditorehkannya pada dunia renang.Mustahil rasanya membayangkan dia akan gagal merebut tiga medali yang dibutuhkan untuk mengoleksi gelar terbanyak Olimpiade. Phelps sudah memiliki 14 medali emas dan 2 perunggu hasil mengikuti Olimpiade 2004 dan 2008,tertinggal dua medali di belakang pesenam Uni Soviet Larisa Latynina yang mengikuti Olimpide 1956–1964.
Phelps memutuskan mundur dari 200 meter gaya bebas,meski menjadi yang tercepat pada Kualifikasi Olimpiade 2012. Sebagai gantinya Ricky Berens,menempati urutan ketiga,mewakili Negeri Paman Sam bersama Ryan Lochte.“Dengan begitu, Phelps diharapkan tampil maksimal pada nomor lain.Dia merasa masih bisa memperbaiki catatan waktu di tujuh nomor tersebut,”kata Pelatih Phelps Bob Bowman, dilansir BBC. Banyak pihak menyayangkan keputusan Phelps ini.
Sebab,publik ingin mengetahui apakah perenang berusia 27 tahun itu dapat mengulang capaiannya di Beijing 2008. Ketika itu,Phelps menyapu bersih emas dari delapan pertandingan yang dijalaninya. Prestasinya tersebut sudah membawa dia memecahkan berbagai rekor,di antaranya pemenang medali emas terbanyak di Olimpiade (14) dan pengoleksi emas terbanyak pada satu edisi Olimpiade. “Seharusnya tidak ada yang beranggapan demikian.Kecil rasanya peluang selalu memenangkan delapan medali emas tiap ambil bagian di Olimpiade.Sekali saja cukup,”ungkap Bowman.
Kalaupun tidak bakal menyamai torehan empat tahun lalu,Bowman merasa anak didiknya tidak kekurangan motivasi. Maklum,ada beberapa sejarah baru lain yang berpotensi ditulisnya.Selain mendulang medali Olimpiade terbanyak, Phelps juga berkesempatan menyamai kehebatan Latynina dengan naik podium 14 kali pada nomor individu Olimpiade. Syaratnya,dia harus merebut medali pada empat nomor individu yang diikutinya (100 meter gaya kupu-kupu,200 meter gaya kupukupu, 200 meter gaya ganti,400 meter gaya ganti).
Jika merebut emas pada empat nomor itu,Phelps akan menjadi perenang putra pertama yang memenangkan jenis pertandingan serupa pada tiga pagelaran Olimpiade. Usaha Phelps mewujudkan berbagai rekor ini tentu tidak mudah.Lochte merupakan pesaing terbesarnya.Phelps juga perlu mewaspadai perenang-perenang lain dari luar negeri.Salah satunya Nick D’Arcy asal Australia.
Tahun lalu,D’Arcy sukses mengalahkan Phelps pada nomor spesialisnya,200 meter gaya kupu-kupu di Santa Clara International Grand Prix.Tidak tertutup kemungkinan D’Arcy akan kembali mengecundangi Phelps di London.D’Arcy sebelumnya gagal menantang Phelps karena absen di Olimpiade 2008 dan Kejuaraan Dunia 2009.
(wbs)