Ambisi The Lochtenator kalahkan sahabat
Sabtu, 21 Juli 2012 - 12:53 WIB
Ambisi The Lochtenator kalahkan sahabat
A
A
A
Sindonews.com – Setiap rekor ada untuk dipecahkan,begitu komentar singkat Michael Phelps ketika menggeser Mark Spitz sebagai perebut medali emas terbanyak pada satu Olimpiade.
Ryan Lochte bisa saja menegaskan pendapat Phelps dengan merebut sembilan medali emas renang pada London 2012. Sayang,Lochte gagal di kualifikasi tim Amerika Serikat.Meski terjun pada 11 nomor penyisihan,sosok berjuluk The Lochtenator itu hanya lolos untuk empat nomor,yakni 200 meter gaya bebas,200 meter gaya punggung,200 meter gaya ganti,dan 400 meter gaya ganti.
Lochte nyaris lolos di 100 meter gaya kupu-kupu,tapi hanya menempati urutan ketiga di belakang Phelps dan Tyler McGill.Kalaupun diturunkan pada tiga nomor tim,Lochte maksimal hanya akan menyamai prestasi Spitz kala menjuarai tujuh nomor di Olimpiade 1972,tapi tertinggal satu di bawah Phelps yang menggoreskan tinta emas di Beijing, empat tahun lalu. Meski begitu,peluang Lochte bersinar di London tetap terbuka lebar.
Penyebabnya adalah sepak terjang Lochte belakangan ini.Pada Kejuaraan Dunia 2011, pemenang enam medali Olimpiade itu sukses mengalahkan Phelps pada 200 meter gaya bebas dan 200 meter gaya ganti.Walau Phelps balik mengandaskan pada dua nomor tersebut di Kualifikasi Olimpiade 2012,Lochte mampu mencuri 400 meter gaya ganti dari rival sekaligus sahabat dekatnya itu di ajang yang sama.
Artinya,prospek Lochte menjadi atlet yang mendominasi renang di London sangat besar.The Lochtenator pun berharap bisa melakukannya.Sebab,dia mulai bosan selalu berada di bawah bayang-bayang Phelps.“Saya ingin nama saya tercatat sebagai salah satu atlet terbaik sepanjang masa.Saya sudah lelah selalu berada di belakangnya.Phelps harus waspada, ”katanya,dikutip Washington Post.
Meski berusia sama hampir seperti Phelps,dengan genap berusia 28 tahun pada 13 Agustus mendatang,popularitas Lochte memang tidak ada apa-apanya. Kala Phelps memecahkan rekor dunia pertama di Olimpiade Sydney di umur 15 tahun,Lochte bahkan masih berkutat di Sekolah Menengah Umum Spruce Creek, Daytona.
Namun,kerja keras dalam berlatih membuat namanya kini makin diperhitungkan. “Kami sama-sama tidak suka kalah. Selama ini Lochte berada di belakang saya.Tapi dia perenang cepat.Kami bakal bersaing keras pada Olimpiade mendatang,” ungkap Phelps.
Ryan Lochte bisa saja menegaskan pendapat Phelps dengan merebut sembilan medali emas renang pada London 2012. Sayang,Lochte gagal di kualifikasi tim Amerika Serikat.Meski terjun pada 11 nomor penyisihan,sosok berjuluk The Lochtenator itu hanya lolos untuk empat nomor,yakni 200 meter gaya bebas,200 meter gaya punggung,200 meter gaya ganti,dan 400 meter gaya ganti.
Lochte nyaris lolos di 100 meter gaya kupu-kupu,tapi hanya menempati urutan ketiga di belakang Phelps dan Tyler McGill.Kalaupun diturunkan pada tiga nomor tim,Lochte maksimal hanya akan menyamai prestasi Spitz kala menjuarai tujuh nomor di Olimpiade 1972,tapi tertinggal satu di bawah Phelps yang menggoreskan tinta emas di Beijing, empat tahun lalu. Meski begitu,peluang Lochte bersinar di London tetap terbuka lebar.
Penyebabnya adalah sepak terjang Lochte belakangan ini.Pada Kejuaraan Dunia 2011, pemenang enam medali Olimpiade itu sukses mengalahkan Phelps pada 200 meter gaya bebas dan 200 meter gaya ganti.Walau Phelps balik mengandaskan pada dua nomor tersebut di Kualifikasi Olimpiade 2012,Lochte mampu mencuri 400 meter gaya ganti dari rival sekaligus sahabat dekatnya itu di ajang yang sama.
Artinya,prospek Lochte menjadi atlet yang mendominasi renang di London sangat besar.The Lochtenator pun berharap bisa melakukannya.Sebab,dia mulai bosan selalu berada di bawah bayang-bayang Phelps.“Saya ingin nama saya tercatat sebagai salah satu atlet terbaik sepanjang masa.Saya sudah lelah selalu berada di belakangnya.Phelps harus waspada, ”katanya,dikutip Washington Post.
Meski berusia sama hampir seperti Phelps,dengan genap berusia 28 tahun pada 13 Agustus mendatang,popularitas Lochte memang tidak ada apa-apanya. Kala Phelps memecahkan rekor dunia pertama di Olimpiade Sydney di umur 15 tahun,Lochte bahkan masih berkutat di Sekolah Menengah Umum Spruce Creek, Daytona.
Namun,kerja keras dalam berlatih membuat namanya kini makin diperhitungkan. “Kami sama-sama tidak suka kalah. Selama ini Lochte berada di belakang saya.Tapi dia perenang cepat.Kami bakal bersaing keras pada Olimpiade mendatang,” ungkap Phelps.
(wbs)