Tindakan Modric, mengundang amarah
Senin, 23 Juli 2012 - 11:34 WIB
Tindakan Modric, mengundang amarah
A
A
A
Sindonews.com - Ketika rekan satu timnya sedang melakukan laga pra-musim di Amerika Serikat, gelandang serang Tottenham Hotspur, Luka Modric justru menolak untuk terbang ke negeri Paman Sam tersebut.
Keinginan untuk hijrah ke Real Madri membuat Modric meninggalkan rekan satu timnya dan lebih memilih pergi ke tanah airnya (Kroasia). Hal tersebut yang membuat pelatih Tottenham Hotspur, Andre Villas Boas (AVB) serta Presiden Daniel Levy marah, keduanya membuat keputusan untuk menghukum pemain timnas Kroasia tersebut.
Tindakkan pemain berusia 26 tahun tersebut harus dibayar mahal, Tottenham akan memberikan sanksi kepada Modric sebesar 15 ribu Poundsterling jika dia tetap dengan keputusannya yaitu mogok bermain.
“Tindakkan Modric sudah menyalahi aturan dan dia telah memperburuk situasi, sehingga membuat Daniel Levy sangat marah,” jelas AVB seperti dilansir The Sun, Senin (23/7/2012).
Villas Boas-digantung sekitar berharap untuk sebuah acara akhir Modric sebagai sisa skuad diperiksa untuk perjalanan mereka ke Amerika Serikat.
Tindakan Modric selain membuat marah pelatih serta Presiden, dia juga telah membuat rekan satu timnya menunggu di Bandara Heathrow, London dimana kabar mengenai keberadaannya belum diketahui. Hingga pada akhirnya Rafa van Der Vaart mendapatkan kepastian ketika menelepon Modric.
Suasana yang kurang baik di dalam skuad Tottenham Hotspur membuat, AVB dan Levy berbeda pendapat mengenai proses transfer musim panas 2012/2013 nanti. Levy masih menginginkan dia, sedangkan AVB telah lama mengatakan siap untu kehilangan pemain sebelum kompetisi berlansung.
“Kami selalu untuk mencari pemain, tapi kami tidak membicarakannya secara terbuka. Bisa dikatakan kehilangan Modric akan menjadi kerugian besar dimana dia adalah pemain yang bisa membuat perbedaan,” tambahnya.
Keinginan untuk hijrah ke Real Madri membuat Modric meninggalkan rekan satu timnya dan lebih memilih pergi ke tanah airnya (Kroasia). Hal tersebut yang membuat pelatih Tottenham Hotspur, Andre Villas Boas (AVB) serta Presiden Daniel Levy marah, keduanya membuat keputusan untuk menghukum pemain timnas Kroasia tersebut.
Tindakkan pemain berusia 26 tahun tersebut harus dibayar mahal, Tottenham akan memberikan sanksi kepada Modric sebesar 15 ribu Poundsterling jika dia tetap dengan keputusannya yaitu mogok bermain.
“Tindakkan Modric sudah menyalahi aturan dan dia telah memperburuk situasi, sehingga membuat Daniel Levy sangat marah,” jelas AVB seperti dilansir The Sun, Senin (23/7/2012).
Villas Boas-digantung sekitar berharap untuk sebuah acara akhir Modric sebagai sisa skuad diperiksa untuk perjalanan mereka ke Amerika Serikat.
Tindakan Modric selain membuat marah pelatih serta Presiden, dia juga telah membuat rekan satu timnya menunggu di Bandara Heathrow, London dimana kabar mengenai keberadaannya belum diketahui. Hingga pada akhirnya Rafa van Der Vaart mendapatkan kepastian ketika menelepon Modric.
Suasana yang kurang baik di dalam skuad Tottenham Hotspur membuat, AVB dan Levy berbeda pendapat mengenai proses transfer musim panas 2012/2013 nanti. Levy masih menginginkan dia, sedangkan AVB telah lama mengatakan siap untu kehilangan pemain sebelum kompetisi berlansung.
“Kami selalu untuk mencari pemain, tapi kami tidak membicarakannya secara terbuka. Bisa dikatakan kehilangan Modric akan menjadi kerugian besar dimana dia adalah pemain yang bisa membuat perbedaan,” tambahnya.
(wbs)