PT LPIS didesak segera berikan hadiah Persibo
Selasa, 24 Juli 2012 - 10:38 WIB
PT LPIS didesak segera berikan hadiah Persibo
A
A
A
Sindonews.com - Persibo Bojonegoro hingga kemarin belum mendapatkan hadiah yang seharusnya mereka terima sebagai juara Piala Indonesia (PI) 2011/2012. Ketua umum (Ketum) PSSI Djohar Arifin Husin pun meminta kepada PT Liga Prima Indonesia (PT LPIS) untuk segera menyelesaikan kewajibannya.
Persibo belum menikmati hadiah total Rp750 juta atas kerja kerasnya menjadi kampium Piala Indonesia 2011/2012. Padahal, Laskar Angling Darma, julukan bagi Persibo sudah memastikan trofi tersebut sejak Sabtu 14 Juli 2012 yang lalu seusai menundukkan Semen Padang 1-0 di Stadion Sultan Agung, Bantul.
Djohar mengaku belum mendengar hal tersebut. Namun,dia berjanji akan segera menanyakan hal itu kepada PT LPIS. Mantan staf ahli Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) itu memperkirakan, masalah keterlambatan lantaran proses transfer yang sedikit terhambat.
“Kami akan cek masalah itu kepada PT LPIS. Masalahnya mungkin ada di proses transfer saja yang terlambat. Yang pasti, saya akan mengecek masalah ini supaya tidak lagi berlarut-larut. Dan, Persibo bisa segera menikmati keberhasilan mereka,” ungkap Djohar saat dihubungi kemarin.
Dari jumlah total Rp750 juta yang seharusnya dikantongi Persibo, Rp500 juta merupakan hadiah utama sebagai juara. Sementara Rp250 juta merupakan fee penampilan dari setiap babak yang berhasil dilewati Samsul Arif dkk, sejak putaran ketiga Piala Indonesia.
Total Rp750 juta yang seharusnya sudah dinikmati Persibo, belum termasuk hadiah perseorangan yang seharusnya diterima Dian Irawan yang dinobatkan pemain terbaik sebesar Rp25 juta. Namun, sama seperti kasus yang dialami Persibo, Dian pun belum merasakan sedikit pun ganjaran dari prestasinya tersebut.
“Ada dua bagian hadiah yang seharusnya kami dapatkan. Hadiah utama Rp500 juta, sedangkan hadiah perjalanan dari babak ketiga Piala Indonesia totalnya Rp250 juta. Semuanya belum kami rasakan sedikit pun,” tutur Media Officer Persibo Imam Nurcahyo.
Parahnya, baik pemain,pelatih,dan seluruh ofisial tim Persibo sudah dijanjikan mendapatkan pembayaran awal sebesar Rp100 juta, sepekan setelah kepastian meraih gelar juara. Namun, hal tersebut tidak terealisasi. “Awalnya, ada janji dari pihak CEO Persibo, yang katanya akan memberikan hadiah awal sebesar Rp100 juta terlebih dahulu. Ya mungkin, pihak CEO sudah mendapatkan janji dari PT LPIS atau PSSI terlebih dahulu, makanya berani berjanji. Karena memang sampai sekarang,janji itu juga tidak kunjung terlaksana,” papar Imam.
Derita yang dialami para pemain Persibo tidak hanya belum dibayarkannya hadiah Piala Indonesia. Menurut Imam, klub pun sudah tidak lagi mendapatkan sokongan dana dari pihak konsorsium selama lima bulan. Lima bulan yang dimaksud itu termasuk pembayaran gaji dan segala operasional klub.
“Kalau total sampai Juli,sekitar lima bulan penunggakan itu terjadi. Sangat disayangkan memang hal-hal seperti ini harus diterima pemain dan pelatih yang sudah bekerja keras mengangkat prestasi klub,” tandas Imam.
Persibo butuh dana segar untuk membayar gaji pemain yang belum terbayar beberapa bulan.Pihak manajemen Persibo menyatakan bahwa dalam Juli, pemain akan mendapat pencairan sebulan gaji, sedangkan sisanya bakal dibayarkan sebelum Idul Fitri.
Menyoal gaji yang belum dibayarkan klub,pemain PSMS mengalami nasib sama. Pemain asing dan lokal PSMS berharap sisa empat bulan pembayaran gaji mereka bisa diselesaikan.Namun,pihak konsorsium sebagai pemberi dana kepada sebagian besar klub IPL belum memberikan kepastian kapan pelunasan dilakukan.
“Konsorsium mengatakan,pembayaran gaji akan dilakukan secepatnya,tapi belum tahu kapan akan dibayarkan,”u ngkap Chief Executive Officer (CEO) PSMS Medan Freddy Hutabarat.
Persibo belum menikmati hadiah total Rp750 juta atas kerja kerasnya menjadi kampium Piala Indonesia 2011/2012. Padahal, Laskar Angling Darma, julukan bagi Persibo sudah memastikan trofi tersebut sejak Sabtu 14 Juli 2012 yang lalu seusai menundukkan Semen Padang 1-0 di Stadion Sultan Agung, Bantul.
Djohar mengaku belum mendengar hal tersebut. Namun,dia berjanji akan segera menanyakan hal itu kepada PT LPIS. Mantan staf ahli Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) itu memperkirakan, masalah keterlambatan lantaran proses transfer yang sedikit terhambat.
“Kami akan cek masalah itu kepada PT LPIS. Masalahnya mungkin ada di proses transfer saja yang terlambat. Yang pasti, saya akan mengecek masalah ini supaya tidak lagi berlarut-larut. Dan, Persibo bisa segera menikmati keberhasilan mereka,” ungkap Djohar saat dihubungi kemarin.
Dari jumlah total Rp750 juta yang seharusnya dikantongi Persibo, Rp500 juta merupakan hadiah utama sebagai juara. Sementara Rp250 juta merupakan fee penampilan dari setiap babak yang berhasil dilewati Samsul Arif dkk, sejak putaran ketiga Piala Indonesia.
Total Rp750 juta yang seharusnya sudah dinikmati Persibo, belum termasuk hadiah perseorangan yang seharusnya diterima Dian Irawan yang dinobatkan pemain terbaik sebesar Rp25 juta. Namun, sama seperti kasus yang dialami Persibo, Dian pun belum merasakan sedikit pun ganjaran dari prestasinya tersebut.
“Ada dua bagian hadiah yang seharusnya kami dapatkan. Hadiah utama Rp500 juta, sedangkan hadiah perjalanan dari babak ketiga Piala Indonesia totalnya Rp250 juta. Semuanya belum kami rasakan sedikit pun,” tutur Media Officer Persibo Imam Nurcahyo.
Parahnya, baik pemain,pelatih,dan seluruh ofisial tim Persibo sudah dijanjikan mendapatkan pembayaran awal sebesar Rp100 juta, sepekan setelah kepastian meraih gelar juara. Namun, hal tersebut tidak terealisasi. “Awalnya, ada janji dari pihak CEO Persibo, yang katanya akan memberikan hadiah awal sebesar Rp100 juta terlebih dahulu. Ya mungkin, pihak CEO sudah mendapatkan janji dari PT LPIS atau PSSI terlebih dahulu, makanya berani berjanji. Karena memang sampai sekarang,janji itu juga tidak kunjung terlaksana,” papar Imam.
Derita yang dialami para pemain Persibo tidak hanya belum dibayarkannya hadiah Piala Indonesia. Menurut Imam, klub pun sudah tidak lagi mendapatkan sokongan dana dari pihak konsorsium selama lima bulan. Lima bulan yang dimaksud itu termasuk pembayaran gaji dan segala operasional klub.
“Kalau total sampai Juli,sekitar lima bulan penunggakan itu terjadi. Sangat disayangkan memang hal-hal seperti ini harus diterima pemain dan pelatih yang sudah bekerja keras mengangkat prestasi klub,” tandas Imam.
Persibo butuh dana segar untuk membayar gaji pemain yang belum terbayar beberapa bulan.Pihak manajemen Persibo menyatakan bahwa dalam Juli, pemain akan mendapat pencairan sebulan gaji, sedangkan sisanya bakal dibayarkan sebelum Idul Fitri.
Menyoal gaji yang belum dibayarkan klub,pemain PSMS mengalami nasib sama. Pemain asing dan lokal PSMS berharap sisa empat bulan pembayaran gaji mereka bisa diselesaikan.Namun,pihak konsorsium sebagai pemberi dana kepada sebagian besar klub IPL belum memberikan kepastian kapan pelunasan dilakukan.
“Konsorsium mengatakan,pembayaran gaji akan dilakukan secepatnya,tapi belum tahu kapan akan dibayarkan,”u ngkap Chief Executive Officer (CEO) PSMS Medan Freddy Hutabarat.
(akr)