Villa Boas nilai Modric tidak professional
Selasa, 24 Juli 2012 - 12:14 WIB
Villa Boas nilai Modric tidak professional
A
A
A
Sindonews.com - Pelatih Tottenham Hotspur Andre Villa Boas menilai gelandang Luka Modric sebagai pemain yang tidak profesional setelah menolak mengikuti tur pramusim Spurs ke Amerika. Dikabarkan ulah Modric ini sengaja untuk memaksa pihak klub agar menjualnya ke Real Madrid.
Pemain timnas Kroasia ini sebelumnya juga pernah menginginkan pindah ke Chelsea sebelum musim 2011/2012 yang lalu, tetapi Tottenham memaksanya untuk tetap berada di White Hart Lane hingga kontraknya berakhir pada 2016. Sementara itu kini Presiden Daniel Levy dan Villa Boas bersedia untuk menjual Modric dengan mematok harganya hingga 40 juta pound
"Ada klub yang tertarik kepadanya tetapi kami harus berpegang pada keuntungan yang akan didapat dan hak-hak klub. Pada situasi ini Luka telah melakukan tindakan indisipliner. Sayang untuknya dia harus didenda untuk ketidakhadirannya," ungkap Villa Boas seperti dilansir, Soccerway, Selasa (24/7/2012).
"Dia pemain yang menawarkan banyak hal kepada Tottenham. Jadi kami memiliki respek atas apa yang dia lakukan selama beberapa tahun. Tapi, faktanya presiden merasa ketidakhadirannya adalah bentuk ketidakprofesionalan," tambahnya.
Situasi ini, menurut Villas-Boas, bisa diselesaikan dengan dua cara. Pertama, klub peminat memenuhi permintaan Tottenham atau pemain yang bersangkutan terus dan kembali kepada klub. "Semoga situasi ini tidak berlarut-larut dalam waktu yang lama. Ini tidak tergantung kepada Tottenham, ini tergantung kepada klub yang tertarik kepada pemain," jelasnya.
"Pemain dengan tipe pemberontak seperti ini bukanlah hal yang baru tetapi saya pikir klub harus diri mereka sendiri. Masih banyak waktu memikirkan rencana pada bursa transfer. Saya pikir saya dan presiden klub sudah sangat terbuka dan bersedia untuk mendengarkan keinginan pemain," tandasnya.
Pemain timnas Kroasia ini sebelumnya juga pernah menginginkan pindah ke Chelsea sebelum musim 2011/2012 yang lalu, tetapi Tottenham memaksanya untuk tetap berada di White Hart Lane hingga kontraknya berakhir pada 2016. Sementara itu kini Presiden Daniel Levy dan Villa Boas bersedia untuk menjual Modric dengan mematok harganya hingga 40 juta pound
"Ada klub yang tertarik kepadanya tetapi kami harus berpegang pada keuntungan yang akan didapat dan hak-hak klub. Pada situasi ini Luka telah melakukan tindakan indisipliner. Sayang untuknya dia harus didenda untuk ketidakhadirannya," ungkap Villa Boas seperti dilansir, Soccerway, Selasa (24/7/2012).
"Dia pemain yang menawarkan banyak hal kepada Tottenham. Jadi kami memiliki respek atas apa yang dia lakukan selama beberapa tahun. Tapi, faktanya presiden merasa ketidakhadirannya adalah bentuk ketidakprofesionalan," tambahnya.
Situasi ini, menurut Villas-Boas, bisa diselesaikan dengan dua cara. Pertama, klub peminat memenuhi permintaan Tottenham atau pemain yang bersangkutan terus dan kembali kepada klub. "Semoga situasi ini tidak berlarut-larut dalam waktu yang lama. Ini tidak tergantung kepada Tottenham, ini tergantung kepada klub yang tertarik kepada pemain," jelasnya.
"Pemain dengan tipe pemberontak seperti ini bukanlah hal yang baru tetapi saya pikir klub harus diri mereka sendiri. Masih banyak waktu memikirkan rencana pada bursa transfer. Saya pikir saya dan presiden klub sudah sangat terbuka dan bersedia untuk mendengarkan keinginan pemain," tandasnya.
(akr)