Tak Ada uang, berhutang, bahkan mengemis

Selasa, 24 Juli 2012 - 21:44 WIB
Tak Ada uang, berhutang,...
Tak Ada uang, berhutang, bahkan mengemis
A A A
Sindonews.com - Arogansi dan haus kekuasaan yang ditunjukkan petinggi sepakbola Indonesia, mulai menunjukkan hasilnya. Bukan hasil positif, namun justru sangat negatif. Akhir kompetisi 2011-2012 membuktikan bagaimana kacaunya situasi persepakbolaan nasional.

Dualisme kompetisi, Indonesian Premier League (IPL) dan Indonesia Super League (ISL) masih harus ditambah dualisme PSSI. Kisruh di tatanan atas organisasi sepakbola membuat situasi di bawah semakin memburuk. Klub yang terlilit finansial mulai pasrah dengan keadaan.

Paling tersiksa dengan kondisi ini tentu saja pemain. Tidak digaji selama berbulan-bulan membuat pemain frustrasi. Hanya mengandalkan pendapatan dari menggocek si kulit bundar, wajar jika mereka kesulitan menghidupi diri sendiri dan keluarga. Apalagi pemain asing yang butuh pulang kampung.

Dari Persipro Bondowoso United, tiga pemain asing bahkan harus meminta-minta di jalanan untuk menjaga agar perut tidak lapar. Sylla Mbamba (Mali) Camara Abdoulaye Sekau (Guinea) dan Salomon Begondo (Kamerun). Ketiganya baru mendapatkan 15% dari total nilai kontrak di awal musim Divisi Utama lalu.

Sedangkan 85% lainnya sama sekali belum terbayar dan tidak ada kepastian kapan akan terbayar. Kondisi perut lapar, sewa rumah kost, serta keinginan pulang ke kampung halaman, membuat mereka menanggalkan gengsi. Mereka rela membawa kardus untuk mengemis di jalanan Kota Probolinggi.

“Tolong Koin Untuk Pemain Asing Persipro”, begitu salah satu tulisan yang menghiasi kardus bekas air mineral. Camara mengatakan dirinya dan dua rekan sesama pemain asing sudah tidak mempunyai tabungan untuk mengepulkan asal dapur. Bahkan untuk pulang ke kampung jelang bulan Ramadhan masih jauh dari harapan.

“Kami sudah berupaya menemui DPRD dan Walikota, tapi tidak ada hasilnya. Sekarang kami meminta-minta untuk biaya makan dan bayar kost. Sedangkan kami sudah berjuang selama semusim untuk Persipro,” cetus Camara. Persipro Bondowoso United sendiri gagal promosi ke kompetisi tertinggi musim depan.

Staf pelatih Persipro Bondowoso United pun juga mengalami nasib serupa dan tidak bisa berbuat banyak kecuali prihatin. “Sebagai staf pelatih, saya sedih dengan kondisi pemain. Seharusnya mereka tidak mengalami situasi seperti ini karena telah memberikan kemampuannya untuk klub,” ucap salah satu staf pelatih Persipro I Putu Gede.

Walau mengaku pernah mengalami masa-masa buruk secara finansial semasa menjadi pemain, Putu menyesali situasi ini terus berlangsung. Padahal harusnya situasi seperti yang pernah dia rasakan dulu sudah berlalu. “Harusnya sepakbola lebih modern dan tidak ada situasi seperti ini,” ucapnya.

Jangankan Camara dkk yang bermain di kasta kedua, pemain di level tertinggi pun hingga kini masih banyak menanggung hutang. Permain Persema Malang contohnya, harus terus mencari cara agar kondisi perut bisa terjaga setelah klub tak membayar gaji selama hampir empat bulan.

“Saya menyadari kalau ada pemain asing yang sampai meminta-minta. Kondisinya memang begitu. Kami saja harus meminjam, menjual barang berharga, atau meminta bantuan keluarga untuk tetap hidup. Tidak banyak pemain sepakbola yang mempunyai pekerjaan sampingan selain bermain bola,” ungkap Firman Basuki, gelandang Persema Malang.

Firman sendiri mengakui situasi semakin berat dan membuat pemain seperti dirinya frustrasi. Walau musim sudah berakhir bagi Laskar Ken Arok dan tidak ada pertandingan lagi, belum terbayarnya gaji tetap mendatangkan kesulitan tersendiri. Untunglah banyak rekan atau keluarga yang memahami kondisinya.

“Tapi kan kami tidak bisa seterusnya berharap kebaikan orang dan terus meminjam,” tukasnya. Sementara ini pemain Persema menempuh jalan yang lebih elegan, yakni berniat mengajukan pengaduan ke FIFA agar mendapat perhatian. Walau pun hasilnya belum tentu memuaskan.(kukuh setyawan)
(wbs)
Berita Terkait
Erick Thohir Terpilih...
Erick Thohir Terpilih Jadi Ketua Umum PSSI, Pengamat: Dia Tahu Cara Menata Sepak Bola
Tuntutan Revolusi PSSI...
Tuntutan Revolusi PSSI Terus Berkumandang saat Konser Salam Satu Jiwa di Gladiator Arena Bekasi
Tuntut Penuntasan Kasus...
Tuntut Penuntasan Kasus Tragedi Kanjuruhan, Suporter Bentangkan Spanduk di Laga Persib VS Persija
FAPSI Dorong Revolusi...
FAPSI Dorong Revolusi Sepak Bola Indonesia
Konser Kopi Darat Sepak...
Konser Kopi Darat Sepak Bola untuk Rakyat Dorong Penuntasan Tragedi Kanjuruhan
Revolusi PSSI, GSR Kembali...
Revolusi PSSI, GSR Kembali Gelar Aksi Menolak Lupa Tragedi Kanjuruhan
Berita Terkini
Timnas Indonesia dan...
Timnas Indonesia dan Oman Tiba, Lautan Suporter Padati Stadion GBK
3 menit yang lalu
Drawing Campus League...
Drawing Campus League Basketball The Nationals 2026: Berebut Predikat Kampus Terbaik Indonesia
25 menit yang lalu
Leg Kedua Final Four...
Leg Kedua Final Four Pro Futsal League 2026, Satu Langkah Menuju Partai Pamungkas
4 jam yang lalu
MotoGP 2026 Berlanjut...
MotoGP 2026 Berlanjut ke Hungaria, Simak Jadwal Lengkap dan Link Nonton di VISION+
4 jam yang lalu
Hasil Indonesia Open...
Hasil Indonesia Open 2026: Putri Kusuma Wardani Takluk dari Chen Yu Fei
5 jam yang lalu
Premier Padel Italia...
Premier Padel Italia 2026 Masuk Babak Penentuan, Nonton Perempat Final hingga Final di VISION+
5 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved