Kranjcar nilai presiden Spurs sebagai pembohong
Jum'at, 27 Juli 2012 - 14:04 WIB
Kranjcar nilai presiden Spurs sebagai pembohong
A
A
A
Sindonews.com - Mantan pemain Tottenham Hotspur, Niko Kranjcar menyebutkan Presiden Spurs Daniel Levy telah melakukan pembohongan publik. Hal ini terkait dengan isu pemain tengah Tottenham Hotspur, Luka Modric ke Real Madrid yang tidak ada hentinya.
“Saya tahu bagaimana Levy berbicara dengan Modric saat itu. Dia berjanji akan membiarkan Modric pergi, tapi sekarang kondisinya berbeda dimana Levy menahannya untuk tidak meninggalkan klub,” jelas Kranjcar seperti dilansir Soccernet, Jumat (27/7/2012).
Diakuinya, sikap Levy saat ini hanya untuk melindungi kepentingan klub dan membuat sebuah keuntungan dari pemberitaan ini. Dia juga telah melakukan pembohongan kepada publik terkait komentarnya di sejumlah media mengenai kepindahan Modric.
Pemain timnas Kroasia tersebut menambahkan jika dia mendapatkan tawaran yang diajukan klub terkaya asal Spanyol, Real Madrid maka Kranjcar tidak akan berpikir panjang untuk meninggalkan White Hart Lane.
“Dulu saya menginginkan tawaran tersebut datang kepada saya dan saya akan melakukan apa saja untuk dapat pergi ke Santiago Bernabeu. Namun, kesempatan emas tersebut malah didapat oleh mantan rekannya yakni Modric,” katanya.
“Tiga tahun saya di White Hart Lane, saya tidak pernah mendapatkan kesempatan untuk berbicara serius dengan Presiden. Saya menganggap peran yang dimainkan Modric di dalam lapangan khususnya di lini tengah sangat baik memerankan peran kunci,” tambahnya.
“Saya tahu bagaimana Levy berbicara dengan Modric saat itu. Dia berjanji akan membiarkan Modric pergi, tapi sekarang kondisinya berbeda dimana Levy menahannya untuk tidak meninggalkan klub,” jelas Kranjcar seperti dilansir Soccernet, Jumat (27/7/2012).
Diakuinya, sikap Levy saat ini hanya untuk melindungi kepentingan klub dan membuat sebuah keuntungan dari pemberitaan ini. Dia juga telah melakukan pembohongan kepada publik terkait komentarnya di sejumlah media mengenai kepindahan Modric.
Pemain timnas Kroasia tersebut menambahkan jika dia mendapatkan tawaran yang diajukan klub terkaya asal Spanyol, Real Madrid maka Kranjcar tidak akan berpikir panjang untuk meninggalkan White Hart Lane.
“Dulu saya menginginkan tawaran tersebut datang kepada saya dan saya akan melakukan apa saja untuk dapat pergi ke Santiago Bernabeu. Namun, kesempatan emas tersebut malah didapat oleh mantan rekannya yakni Modric,” katanya.
“Tiga tahun saya di White Hart Lane, saya tidak pernah mendapatkan kesempatan untuk berbicara serius dengan Presiden. Saya menganggap peran yang dimainkan Modric di dalam lapangan khususnya di lini tengah sangat baik memerankan peran kunci,” tambahnya.
(akr)