Jepang diduga sengaja mengalah
Kamis, 02 Agustus 2012 - 18:39 WIB
Jepang diduga sengaja mengalah
A
A
A
Sindonews.com - Pertandingan kontroversi di ajang Olimpiade kembali terjadi, setelah terjadi di ajang bulu tangkis. Kali ini terjadi di cabang olah raga sepakbola putri dimana Jepang dinilai sengaja tak memperoleh poin penuh saat menghadapi Afrika Selatan (Afsel).
Pada laga yang berlangsung Selasa 31 Juli 2012 yang lalu itu pelatih Jepang Norio Sasaki menerapkan skema permainan bertahan menghadapi Afsel. Padahal wakil dari benua Afrika itu adalah tim yang terlemah di Grup F. Hasilnya pun sudah dapat diprediksi sebelumnya, kedua tim sama-sama berbagi angka setelah pertandinganberakhir dengan skor kaca mata.
Apabila kasus delapan pebulu tangkis yang sengaja mengalah guna menghindari lawan berat. Jepang justru mengalah untuk menghadapi lawan yang lebih berat, yakni Brasil. Jepang di duga memilih posisi sebagai runner up Grup F karena tak ingin melakukan perjalanan jauh 300 mil dari Cardiff City ke Hampden Park di Glasgow, Skotlandia apabila menghadapi Prancis.
Sasaki pun merasa bersalah, Ia menyatakan penyesalannya karena pasukannya tak dapat memperlihatkan permainan yang seperti mereka tunjukkan di laga-laga sebelumnya.
"Saya merasa menyesal kami tidak bisa menunjukkan permainan yang terhormat, tetapi ini adalah tanggung jawab saya, mengapa permainan kami seperti itu. Ini bukan salah pemain," ungkap Sasaki seperti dikutip Yahoo Sport, Kamis (2/8/2012)
"Itu adalah cara yang berbeda untuk bermain dibandingkan dengan permainan biasa, tetapi para pemain berada di posisi yang sama seperti saya," pungkasnya.
Jepang sendiri akan berhadapan dengan Brasil pada Jumat, 3 Agustus mendatang di Stadium Millenium, Cardiff.
Pada laga yang berlangsung Selasa 31 Juli 2012 yang lalu itu pelatih Jepang Norio Sasaki menerapkan skema permainan bertahan menghadapi Afsel. Padahal wakil dari benua Afrika itu adalah tim yang terlemah di Grup F. Hasilnya pun sudah dapat diprediksi sebelumnya, kedua tim sama-sama berbagi angka setelah pertandinganberakhir dengan skor kaca mata.
Apabila kasus delapan pebulu tangkis yang sengaja mengalah guna menghindari lawan berat. Jepang justru mengalah untuk menghadapi lawan yang lebih berat, yakni Brasil. Jepang di duga memilih posisi sebagai runner up Grup F karena tak ingin melakukan perjalanan jauh 300 mil dari Cardiff City ke Hampden Park di Glasgow, Skotlandia apabila menghadapi Prancis.
Sasaki pun merasa bersalah, Ia menyatakan penyesalannya karena pasukannya tak dapat memperlihatkan permainan yang seperti mereka tunjukkan di laga-laga sebelumnya.
"Saya merasa menyesal kami tidak bisa menunjukkan permainan yang terhormat, tetapi ini adalah tanggung jawab saya, mengapa permainan kami seperti itu. Ini bukan salah pemain," ungkap Sasaki seperti dikutip Yahoo Sport, Kamis (2/8/2012)
"Itu adalah cara yang berbeda untuk bermain dibandingkan dengan permainan biasa, tetapi para pemain berada di posisi yang sama seperti saya," pungkasnya.
Jepang sendiri akan berhadapan dengan Brasil pada Jumat, 3 Agustus mendatang di Stadium Millenium, Cardiff.
(akr)