Gol Pepe antar Senegal lolos ke perempat final
Jum'at, 03 Agustus 2012 - 09:57 WIB
Gol Pepe antar Senegal lolos ke perempat final
A
A
A
Sindonews.com – Satu gol Pape Konate ke gawang Uni Emirat Arab (UEA) yang mengubah kedudukan menjadi 1-1 mengantarkan Senegal lolos ke babak perempat final sepak bola putra Olimpiade London 2012.
Penyerang muda berusia 19 tahun binaan dibina klub Maccabi Tel Aviv Israel ini tercatat sebagai pencetak gol terbanyak sementara dengan empat gol dari tiga pertandingan. Sebagai bintang muda yang belum punya nama besar,kehadiran Konate cukup menyita perhatian. Apalagi, tiga gol sebelumnya dia cetak ke gawang Inggris Raya dan Uruguay. Tak heran jika kini santer terdengar banyak klub Eropa yang mulai meliriknya.
UEA sesungguhnya unggul lebih awal lewat akselerasi Ismael Matar pada menit ke- 21 dengan mengelabui penjaga gawang Senegal Ousmane Mane.Tertinggal satu angka,Joseph Koto memerintahkan anak buahnya bermain lebih terbuka untuk menciptakan peluang.Sayang,hingga babak pertama usai,skor 1-0 untuk keunggulan UEA tetap bertahan.
Memasuki babak kedua,Koto,pelatih berambut gimbal,berinisiatif langsung mengepung pertahanan UEA.Strategi ini ternyata ampuh.Konate yang sengaja diplot sebagai penyerang tunggal berhasil membobol gawang UEA pada menit ke-49 lewat sontekan kaki kiri.Hasil ini bertahan hingga peluit ditiup tanda akhir pertandingan oleh wasit Svein Oddvar Moen.
“Sangat menyenangkan bisa melaju ke babak selanjutnya.Kami bergembira,tapi kami harus kembali berlatih untuk mempersiapkan diri.Lawan berat siap menghadang kami di depan,”ujar Koto,seusai pertandingan,dilansir TheGuardian. Di babak perempat final,Les Lions de la Teranga,julukan Senegal,akan bertemu Meksiko yang menjuarai Grup B dengan poin tujuh.
Meksiko berhasil keluar sebagai jawara setelah menahan imbang Korea Selatan 0-0 pada pertandingan pertama,menang 2-0 atas Gabon,dan mengandaskan Swis 1-0,Rabu (1/8) malam di Stadion Millenium Cardiff. Pertandingan kedua tim akan semakin menarik karena keduanya merupakan tim kuda hitam yang kurang diunggulkan pada turnamen ini.
Selain itu,jawara dari pertarungan kedua tim selanjutnya akan bertemu dengan jawara partai lainnya antara Jepang dan Mesir.Karena itu,kedua tim harus menyiapkan strategi khusus untuk mengamankan satu jatah perebutan medali paling bergengsi di London ini. “Kami telah berada di sistem gugur.Perjuanganmasih panjang untuk mendapatkan medali.Namun,kami akan mengerahkan seluruh kemampuan untuk mengamankan satu medali yang ingin kami raih,”pungkas Konate.
Penyerang muda berusia 19 tahun binaan dibina klub Maccabi Tel Aviv Israel ini tercatat sebagai pencetak gol terbanyak sementara dengan empat gol dari tiga pertandingan. Sebagai bintang muda yang belum punya nama besar,kehadiran Konate cukup menyita perhatian. Apalagi, tiga gol sebelumnya dia cetak ke gawang Inggris Raya dan Uruguay. Tak heran jika kini santer terdengar banyak klub Eropa yang mulai meliriknya.
UEA sesungguhnya unggul lebih awal lewat akselerasi Ismael Matar pada menit ke- 21 dengan mengelabui penjaga gawang Senegal Ousmane Mane.Tertinggal satu angka,Joseph Koto memerintahkan anak buahnya bermain lebih terbuka untuk menciptakan peluang.Sayang,hingga babak pertama usai,skor 1-0 untuk keunggulan UEA tetap bertahan.
Memasuki babak kedua,Koto,pelatih berambut gimbal,berinisiatif langsung mengepung pertahanan UEA.Strategi ini ternyata ampuh.Konate yang sengaja diplot sebagai penyerang tunggal berhasil membobol gawang UEA pada menit ke-49 lewat sontekan kaki kiri.Hasil ini bertahan hingga peluit ditiup tanda akhir pertandingan oleh wasit Svein Oddvar Moen.
“Sangat menyenangkan bisa melaju ke babak selanjutnya.Kami bergembira,tapi kami harus kembali berlatih untuk mempersiapkan diri.Lawan berat siap menghadang kami di depan,”ujar Koto,seusai pertandingan,dilansir TheGuardian. Di babak perempat final,Les Lions de la Teranga,julukan Senegal,akan bertemu Meksiko yang menjuarai Grup B dengan poin tujuh.
Meksiko berhasil keluar sebagai jawara setelah menahan imbang Korea Selatan 0-0 pada pertandingan pertama,menang 2-0 atas Gabon,dan mengandaskan Swis 1-0,Rabu (1/8) malam di Stadion Millenium Cardiff. Pertandingan kedua tim akan semakin menarik karena keduanya merupakan tim kuda hitam yang kurang diunggulkan pada turnamen ini.
Selain itu,jawara dari pertarungan kedua tim selanjutnya akan bertemu dengan jawara partai lainnya antara Jepang dan Mesir.Karena itu,kedua tim harus menyiapkan strategi khusus untuk mengamankan satu jatah perebutan medali paling bergengsi di London ini. “Kami telah berada di sistem gugur.Perjuanganmasih panjang untuk mendapatkan medali.Namun,kami akan mengerahkan seluruh kemampuan untuk mengamankan satu medali yang ingin kami raih,”pungkas Konate.
(wbs)