Tim Samba berjalan mulus
Jum'at, 03 Agustus 2012 - 10:11 WIB
Tim Samba berjalan mulus
A
A
A
Sindonews.com – Skenario Samba, julukan Brasil, menyapu bersih tiga laga babak penyisihan Grup C cabang sepak bola putra Olimpade London 2012 berjalan mulus. Di laga terakhir melawan Selandia Baru di St James Park, tim besutan Pelatih Mano Menezes ini menang dengan skor 3-0.
Uniknya,dua dari tiga gol yang tercipta dicetak pemain yang beroperasi di daerah pertahanan dan gelandang tengah.Leandro Damiao menjadi satu-satunya sosok penyerang yang berhasil menyumbang gol. Hal ini bukan pula pertanda buruk.Sebab, dengan hasil seperti ini Samba Boy,julukan Brasil U-23,menunjukkan bahwa kualitas setiap lapisan pemain semakin merata. Tak hanya itu,Neymar dkk juga mampu menjaga kemenangan meski harus bermain dengan sepuluh pemain sejak Alex Sandro diganjar kartu kuning kedua oleh wasit Gassama Bakkary pada menit ke-76.
Kendati demikian,Brasil tetap menguasai pertandingan dengan permainan bola-bola pendek yang apik dan sedap ditonton. ”Ini adalah penampilan yang sempurna.Kami bermain baik serta memiliki kontrol bola yang baik.Namun,medali emas masih jauh untuk digapai,”ujas Menezes, seusai pertandingan,dilansir TheGuardian. Adapun salah satu aktor lapangan yang mendapat sanjungan dari pelatih berusia 50 tahun itu adalah permainan Marcelo.
Kematangan Marcelo sebagai salah satu pemain senior di tim Brasil benar-benar dapat diandalkan dan memberikan peran positif. ”Marcelo adalah salah satu bek kiri terbaik di dunia.Dia mampu mengembangkan taktik yang kami terapkan,”tandas mantan pelatih Corinthians itu. Dengan kemenangan ini,Brasil berhak memuncaki klasemen Grup C dengan nilai sempurna sembilan,diikuti Mesir di peringkat 2 dengan nilai empat hasil satu kali kekalahan,satu kali imbang, dan satu kali kemenangan.
Di babak perempat final,Brasil akan bertemu Honduras yang merupakan runner-up dari Grup D.Mesir akan bertemu juara Grup D Jepang. Pertarungan perebutan tiket perempat final Olimpiade London di Grup D malah berjalan monoton. Kepastikan lolos ke babak selanjutnya,meski dengan kekalahan, membuat Blue Samurai,julukan Jepang,bermain tidak ngototdengan menyimpan sejumlah bintang utama untuk partai selanjutnya.
Sebaliknya Honduras yang bertekad meraih poin penuh belum mampu mengganggu gugat pertahanan Jepang yang digawangi Shuichi Gonda. Nahas bagi Spanyol.Menghadapi Maroko yang notabene memiliki kualitas di bawah pasukan Luis Milla,Juan Mata dkk tak mampu tampil maksimal bahkan untuk mencetak satu gol pun.
Hasil imbang 0-0 ini menjadikan La Roja,julukan Spanyol,sebagai tim raksasa yang terempas di dasar jurang klasemen dengan poin satu hasil imbang dengan Maroko dan kekalahan dari Jepang serta Honduras. “Kami menciptakan banyak peluang di tiga pertandingan terakhir daripada yang kami lakukan di Denmark musim panas lalu.
Kami tidak beruntung.Kami memiliki gaya bermain Spanyol yang seperti biasa,”kata Milla,saat jumpa pers. Mantan pelatih Valencia ini pun sangat menyesal dengan realitas yang terjadi atas timnya.Datang ke London dengan status jawara Piala Eropa 2012 dan Matador Muda berhasil menjuarai Piala Dunia U-19 dan Piala Eropa U-19,Spanyol malah tampil kurang gereget.
Malah situasi sulit harus diterima Spanyol akibat protes keras yang dilancarkan Adrian Lopes dkk kepada wasit saat pertandingan kontra Honduras.Kabarnya,FIFA tengah mengusut kasus ini dan akan segera memberikan sanksi kepada Spanyol.”Ini situasi yang sangat menyedihkan, ”pungkas Milla.
Uniknya,dua dari tiga gol yang tercipta dicetak pemain yang beroperasi di daerah pertahanan dan gelandang tengah.Leandro Damiao menjadi satu-satunya sosok penyerang yang berhasil menyumbang gol. Hal ini bukan pula pertanda buruk.Sebab, dengan hasil seperti ini Samba Boy,julukan Brasil U-23,menunjukkan bahwa kualitas setiap lapisan pemain semakin merata. Tak hanya itu,Neymar dkk juga mampu menjaga kemenangan meski harus bermain dengan sepuluh pemain sejak Alex Sandro diganjar kartu kuning kedua oleh wasit Gassama Bakkary pada menit ke-76.
Kendati demikian,Brasil tetap menguasai pertandingan dengan permainan bola-bola pendek yang apik dan sedap ditonton. ”Ini adalah penampilan yang sempurna.Kami bermain baik serta memiliki kontrol bola yang baik.Namun,medali emas masih jauh untuk digapai,”ujas Menezes, seusai pertandingan,dilansir TheGuardian. Adapun salah satu aktor lapangan yang mendapat sanjungan dari pelatih berusia 50 tahun itu adalah permainan Marcelo.
Kematangan Marcelo sebagai salah satu pemain senior di tim Brasil benar-benar dapat diandalkan dan memberikan peran positif. ”Marcelo adalah salah satu bek kiri terbaik di dunia.Dia mampu mengembangkan taktik yang kami terapkan,”tandas mantan pelatih Corinthians itu. Dengan kemenangan ini,Brasil berhak memuncaki klasemen Grup C dengan nilai sempurna sembilan,diikuti Mesir di peringkat 2 dengan nilai empat hasil satu kali kekalahan,satu kali imbang, dan satu kali kemenangan.
Di babak perempat final,Brasil akan bertemu Honduras yang merupakan runner-up dari Grup D.Mesir akan bertemu juara Grup D Jepang. Pertarungan perebutan tiket perempat final Olimpiade London di Grup D malah berjalan monoton. Kepastikan lolos ke babak selanjutnya,meski dengan kekalahan, membuat Blue Samurai,julukan Jepang,bermain tidak ngototdengan menyimpan sejumlah bintang utama untuk partai selanjutnya.
Sebaliknya Honduras yang bertekad meraih poin penuh belum mampu mengganggu gugat pertahanan Jepang yang digawangi Shuichi Gonda. Nahas bagi Spanyol.Menghadapi Maroko yang notabene memiliki kualitas di bawah pasukan Luis Milla,Juan Mata dkk tak mampu tampil maksimal bahkan untuk mencetak satu gol pun.
Hasil imbang 0-0 ini menjadikan La Roja,julukan Spanyol,sebagai tim raksasa yang terempas di dasar jurang klasemen dengan poin satu hasil imbang dengan Maroko dan kekalahan dari Jepang serta Honduras. “Kami menciptakan banyak peluang di tiga pertandingan terakhir daripada yang kami lakukan di Denmark musim panas lalu.
Kami tidak beruntung.Kami memiliki gaya bermain Spanyol yang seperti biasa,”kata Milla,saat jumpa pers. Mantan pelatih Valencia ini pun sangat menyesal dengan realitas yang terjadi atas timnya.Datang ke London dengan status jawara Piala Eropa 2012 dan Matador Muda berhasil menjuarai Piala Dunia U-19 dan Piala Eropa U-19,Spanyol malah tampil kurang gereget.
Malah situasi sulit harus diterima Spanyol akibat protes keras yang dilancarkan Adrian Lopes dkk kepada wasit saat pertandingan kontra Honduras.Kabarnya,FIFA tengah mengusut kasus ini dan akan segera memberikan sanksi kepada Spanyol.”Ini situasi yang sangat menyedihkan, ”pungkas Milla.
(wbs)