Revolusi Olimpiade tercipta di London
Sabtu, 04 Agustus 2012 - 17:44 WIB
Revolusi Olimpiade tercipta di London
A
A
A
Sindonews.com - Olimpiade London 2012 terasa istimewa karena diramaikan atlet yang berlaga dengan tetap mengenakan hijabnya. Sejumlah atlet dari negara Timur Tengah maupun Asia Tenggara terlihat anggun mengenakan kerudung ketika tarung di atas panggung. walau awalnya mengundang pro dan kontra namun para atlet tersebut mampu membuktikan prestasinya di cabang olah raga.
Debutnya di Olimpiade memang hanya berlangsung selama 82 detik. Tapi, bagi wanita asal Arab Saudi itu, waktu singkat tersebut cukup untuk membuka mata dunia. Wojdan Shahrkhani menjadi wanita pertama Arab Saudi yang bertanding di Olimpiade saat dia turun di kelas +78kg judo di London.
Selain mencetak sejarah sebagai atlet perempuan Arab Saudi pertama yang tampil di Olimpiade, dia juga sempat menjadi sorotan karena sempat menolak untuk tampil karena larangan menggunakan jilbab.
Tapi pejudo berusia 16 tahun ini kemudian tetap turun ke arena dengan menggunakan penutup kepala hitam saat tampil melawan pejudo Puerto Riko Melissa Mojica. Meski kalah, Sharkhani mengaku tetap bangga dan mengharapkan ini menjadi era baru bagi atlet perempuan Arab Saudi.
"Semoga ini menjadi era baru, Saya sangat gugup, karena penonton yang sangat banyak,'' tambah Sharkhani seperti yang dilansir bbcsport Sabtu, (4/8/2012).
"Sayangnya, kami tidak memenangkan medali, tetapi di masa depan kami bisa dan saya akan menjadi bintang bagi partisipasi wanita. Ini adalah kesempatan seumur hidup,'' kata remaja yang lahir di Mekkah ini
Sedangkan Noor Hussain al-Malki mencatatkan diri sebagai perempuan pertama yang mewakili Qatar dalam cabang atletik, dan berlaga dalam nomor lari 100 meter. Ia tampaknya mengalami cedera kaki dan tidak berlari hingga garis finish.
Satu-satunya atlet putri Afghanistan, Tahmina Kohistani, juga mengikuti nomor lari 100 meter. Ia menduduki urutan terakhir tetapi berhasil mencatat rekor pribadi, 14,42 detik.
Atlet putri Irak Dana Abdul Razak menduduki tempat kedua dalam babak penyisihan lari 100 meter, dan melaju ke babak berikutnya.
Debutnya di Olimpiade memang hanya berlangsung selama 82 detik. Tapi, bagi wanita asal Arab Saudi itu, waktu singkat tersebut cukup untuk membuka mata dunia. Wojdan Shahrkhani menjadi wanita pertama Arab Saudi yang bertanding di Olimpiade saat dia turun di kelas +78kg judo di London.
Selain mencetak sejarah sebagai atlet perempuan Arab Saudi pertama yang tampil di Olimpiade, dia juga sempat menjadi sorotan karena sempat menolak untuk tampil karena larangan menggunakan jilbab.
Tapi pejudo berusia 16 tahun ini kemudian tetap turun ke arena dengan menggunakan penutup kepala hitam saat tampil melawan pejudo Puerto Riko Melissa Mojica. Meski kalah, Sharkhani mengaku tetap bangga dan mengharapkan ini menjadi era baru bagi atlet perempuan Arab Saudi.
"Semoga ini menjadi era baru, Saya sangat gugup, karena penonton yang sangat banyak,'' tambah Sharkhani seperti yang dilansir bbcsport Sabtu, (4/8/2012).
"Sayangnya, kami tidak memenangkan medali, tetapi di masa depan kami bisa dan saya akan menjadi bintang bagi partisipasi wanita. Ini adalah kesempatan seumur hidup,'' kata remaja yang lahir di Mekkah ini
Sedangkan Noor Hussain al-Malki mencatatkan diri sebagai perempuan pertama yang mewakili Qatar dalam cabang atletik, dan berlaga dalam nomor lari 100 meter. Ia tampaknya mengalami cedera kaki dan tidak berlari hingga garis finish.
Satu-satunya atlet putri Afghanistan, Tahmina Kohistani, juga mengikuti nomor lari 100 meter. Ia menduduki urutan terakhir tetapi berhasil mencatat rekor pribadi, 14,42 detik.
Atlet putri Irak Dana Abdul Razak menduduki tempat kedua dalam babak penyisihan lari 100 meter, dan melaju ke babak berikutnya.
(wbs)