Aroma The Red Devils di Sunderland
Senin, 06 Agustus 2012 - 11:39 WIB
Aroma The Red Devils di Sunderland
A
A
A
Sindonews.com - Pengaruh Roy Keane tampaknya masih terus melekat pada Sunderland, meski ia sudah tidak lagi melatih. Hal ini lantaran semenjak mengarsiteki Sunderland, Keane kerap membeli sejumlah pemain eks Manchester United (MU) sehingga aroma The Red Devils, begitu terasa di Stadium of Light.
Semua diawali dengan kedatangan Keane. Ditunjuk sebagai pengganti Niall Quinn pada 2006, dia mengajak Liam Miller menemaninya mendarat di Sunderland. Keane juga membujuk eks anggota MU Dwight Yorke, yang ketika itu membela Sydney FC, agar bermain di bawah komandonya.
Keane tidak berhenti sampai di situ. Pada bursa transfer musim dingin, dia juga meminjam Jonny Evans dan Danny Simpson. Mengapa pemain MU? Keane tahu benar kualitas pemain selama beraksi di Old Trafford pada periode 1993 hingga 2005. Terbukti, keberadaan mantan pemain MU membantu Sunderland promosi ke Liga Primer.
Kesuksesan ini meyakinkan Keane untuk mempertahankan kebijakan serupa.Keane membeli Kieran Richardson pada musim panas 2007. Dia kemudian memboyong Phil Bardsley dan kembali meminjam Evans di Januari 2008. Hasilnya, Sunderland mampu menghindari degradasi.
Selepas kepergian Keane pada 2008, peran pemain MU di The Black Cats, julukan Sunderland tetap terasa. Maklum, suksesornya adalah mantan anak buah Sir Alex Ferguson juga. Sbragia merupakan pelatih tim cadangan MU 2002 hingga 2005. Di sana dia mendidik Richardson dan Bardsley. Dua pemain tersebut pun terus menjadi bagian penting di tim Sunderland.
Selepas Sbragia, hadir Bruce, bek andalan The Red Devils pada 1987–1996. Memanfaatkan koneksinya dengan Alex Ferguson, dia mendatangkan Frazier Campbell pada 2009. Bruce lalu meminjam Danny Welbeck semusim berselang. Tahun lalu, dia membujuk Ferguson agar melepas duo bek berpengalaman John O’Shea dan Wes Brown.
“Kami berbicara tentang pemain besar. O’Shea dan Brown masuk kategori itu. Kehadiran mereka dapat membantu tim,” tutur Bruce, kala itu, dilansir Goal.
Bruce memang tidak salah. Tidak hanya di Liga Primer, pemain MU biasanya kerap tampil di Eropa. Kualitas mereka sudah teruji di pentas besar.
Semua diawali dengan kedatangan Keane. Ditunjuk sebagai pengganti Niall Quinn pada 2006, dia mengajak Liam Miller menemaninya mendarat di Sunderland. Keane juga membujuk eks anggota MU Dwight Yorke, yang ketika itu membela Sydney FC, agar bermain di bawah komandonya.
Keane tidak berhenti sampai di situ. Pada bursa transfer musim dingin, dia juga meminjam Jonny Evans dan Danny Simpson. Mengapa pemain MU? Keane tahu benar kualitas pemain selama beraksi di Old Trafford pada periode 1993 hingga 2005. Terbukti, keberadaan mantan pemain MU membantu Sunderland promosi ke Liga Primer.
Kesuksesan ini meyakinkan Keane untuk mempertahankan kebijakan serupa.Keane membeli Kieran Richardson pada musim panas 2007. Dia kemudian memboyong Phil Bardsley dan kembali meminjam Evans di Januari 2008. Hasilnya, Sunderland mampu menghindari degradasi.
Selepas kepergian Keane pada 2008, peran pemain MU di The Black Cats, julukan Sunderland tetap terasa. Maklum, suksesornya adalah mantan anak buah Sir Alex Ferguson juga. Sbragia merupakan pelatih tim cadangan MU 2002 hingga 2005. Di sana dia mendidik Richardson dan Bardsley. Dua pemain tersebut pun terus menjadi bagian penting di tim Sunderland.
Selepas Sbragia, hadir Bruce, bek andalan The Red Devils pada 1987–1996. Memanfaatkan koneksinya dengan Alex Ferguson, dia mendatangkan Frazier Campbell pada 2009. Bruce lalu meminjam Danny Welbeck semusim berselang. Tahun lalu, dia membujuk Ferguson agar melepas duo bek berpengalaman John O’Shea dan Wes Brown.
“Kami berbicara tentang pemain besar. O’Shea dan Brown masuk kategori itu. Kehadiran mereka dapat membantu tim,” tutur Bruce, kala itu, dilansir Goal.
Bruce memang tidak salah. Tidak hanya di Liga Primer, pemain MU biasanya kerap tampil di Eropa. Kualitas mereka sudah teruji di pentas besar.
(akr)